
Elisa udah dag dig dug.... dia sedikit takut kalo diki dimarahi atau kena teguran dari beliz gara² berduan dengaannya, melihat diki keluar dengan tampang kusut, elisa langsung menarik diki ketempat nya
"kamu... gak diapa apain tuan mudakan?" tanya elisa yang ikut duduk disamping diki
"peluk dulu... nanti aku beri tahu" ucap diki yang dituruti elisa, walau sebenarnya elisa cukup canggung... tapi dia juga ingin tau apa yang terjadi di ruang beliz tadi
"aku dipecat" bisik diki yang hanya terdengar ditelinga elisa, padahal alan, alena ,dan ramon udah penasaran bgt .
"ngomong yang jelas napa dik?!!!" umpat remon sebal
"kamu disuruh menemui tuan muda" ucap diki yang ingat disuruh memanggil remon, mau gak mau remon langsung ke sana, beda dengan elisa dia merasa seperti batu yang gak tau harus bagaimana, dia juga kasihan dengan diki yang mendapat pecat dadakkan, tpi masak iya....?, cuma gara² kaya gini diki dilecat? pasti ada hal lain yang belum diketahui oleh elisa, beda dengan diki yang cengar cengir dipelukkan elisa
" udah woiiiii udahhhhhh.... pelukan muluk, dari aku masuk sampe keluar dari ruangan tuan muda, masih aja pelukan muluk" ucap remon sebal melihat sepasang yang pamer kemesraan didepannya
"rem... emang bener sidiki dipecat ama tuan muda?" tanya elisa yang membuat alan dan alena kaget, mereka fikir diki masih bekerja jadi sopir beliz
__ADS_1
"lohhh kok kamu tau? aku kira cuma aku, hans ,dan vian yang tau... " jawaban remon membuat ke3nya makin terkejut, kalo diki dipecat.... lantas kenapa diki diajak ke negara X? begitulah pertanyaan dibenak mereka
"sayang diyem" ucap diki yang mulai ganti posisi, dia membuat tempat duduknya bisa buat tidur begitu juga dengan tempat elisa yang disamping diki, diki sekalian membantu elisa agar bisa rebahan disampingnya.
"jawab jujur... kenapa kamu dipecat ?" tanya alena yang mendatangi tempat diki
" disuruh kuliah" jawab diki yang mengkode elisa untuk merebahkan dirinya
"hanyq itu?!!!!" tanya alan yang gak percaya dengan jawaban diki, begitu juga dengan elisa dia juga gak percaya kalo diki dipecat hanya karena disuruh kuliah???!!!!!
"lantas bagaimana dengan biyaya kuliah dan makanmu? kalo kamu dipecat?" tanya elisa yang sedah tiduran disamping diki, itu jelas membuat elisa semakin dag dig dug dorrrrrr, melihat wajah diki yang brjarak 1kil doang.
"brisik kamu mon" ucap diki yang menoleh ke remon denvan pandangan sebal, karena rahasianya hampir dibukak ama remon.
"pada tidur sana 2 jam lagi kita mendarat" lanjut diki yang tanpa malu mendekap tubuh kecil Elisa. Alan alena dan remon yang melihat tingkah diki ingin sekali menghajar diki, karena brani mesra²an didepan mereka, mereka mencoba tidak mengomeli tindakan diki yang ini, karena mereka juga butuh tidur.
__ADS_1
"dik... jangan gini dong, aku malu" ucap elisa lirih dan itu terdengar ditelinga diki, dengan cepat diki melepaskan pelukkannya dan berganti posisi
dia membelakangi elisa, elisa yang melihat itu merasa semakin canggung .
"dik... jangan menghadap kesana dong" lanjut elisa yang tidak mendapat respon dari diki
"diki.... hadap sini dong, aku ada yang mau dibicarakan" lanjut elisa yang membuat diki menghadap elisa dengan mulut yang cemberut, itu menambah kesan dimata elisa
"kok mukanya kek gitu?" goda elisa yang sebenarnya binggung dengan sifat diki yang berubah rubah,tadi aja bucinnya minta ampun, kenapa sekarang jadi kaya gini? begitulah yang dibenak beliz
"katanya malu?, malu punya pacar kaya aku? gara² aku sopir? trus sekarang jadi penggangguran....? tampangku gak seganteng tuan muda?kamu malu gara² itu kan?" ucap diki yang mencrocos terus menerus
"hahhh" elisa menghela nafasnya, setelah mendengar ucapan dikk yang membuatnya bahagia... dia fikir diki ngambeg gara² apa.... eh taunya cuma kaya gini
" aku gak malu dengan semu itu, cuman aku sedikit canggung didepan mereka kamu meluk gitu, kasian mereka juga... aku gak peduli kamu sopir, kamu penggangguran, yang aku suka kamu ya kamu... jadilah diki yang aku kenal, karena diki yang aku kenal adalah diki yang aku cintai" ungkap elisa yang tanpa sadar sudah mengungkapkan perasaannya kepada diki
__ADS_1
"ok" ucap diki yang kembali mendekap elisa lagi
* bisa² oprasi jantung lebih awal nih...diki gak bisa apa, gak buat hatiku ber'getar 1menit aja..? kalo getarannya menyalahkan getaran gempa.... bisa sakarotul maut * gumam elisa dalam hati