Duniaku

Duniaku
85


__ADS_3

Pagi ini... beliz mendatangi penthouse alan yang kebetulan mereka ber3 belum berangkat ke kampus


"kapan kalian siap perfom lagi?" tanya beliz ketika sudah berhadapan dengan alan ,alena, dan elisa.


"emmm sebenarnya kami selalu siap, cuman karena kami kuliah... mungkin sore / malam hari " jawab alena sambil menyomot rotinya


"elisa... atur jadwalku ketika perfom... kamu bisa diskusi dengan vian, jam berapa saja aku bisa ikut... maaf jika pekerjaanku menunda keinginan kalian" ucap beliz sopan.


"adik kamu tenang saja, sebenarnya kami tau kenapa kamu membuat bend ini.." ucap alan yang tau jelas kenapa beliz mengajak mereka membuat bend... alasannya



karena beliz ingin mewujudkan keinginan alan dan alena yang bercita cita jadi artis dalam grup bend


karena beliz ingin menghancurkan keluarga alexsabetz dengan cara seperti ini... (mencuri perhatian problik)


__ADS_1


"dek... kakak fikir, jika kamu tidak ada waktu untuk bend kita...lebih baik kamu fokus ke pekerjaanmu, masalah vocal itu bisa diganti" ucap alena yang tidak ingin beliz sakit karena banyak pekerjaan dan tidak punya waktu istirahat


alena sering melihat beliz yang dari pagi buta sampai pagi buta lagi tidak tidur, dan beliz akan diam diam tidur ketika perjalanan ketempat lain, mungkin hanya 30menit waktu tidur beliz dalam 1hari, itu tambah membuat alena tidak tega dengan takdir beliz yang tidak bisa menikmati masa² remaja seperti teman sebayanya.


"apa suara adek jelek?" tanya beliz penasaran dengan maksud alena yang sebenarnya.


" suaramu yang terbaik... hanya saja, kakak tidak ingin kamu tidak punya waktu untuk istirahat " jelas alena yang membuat Beliz tersenyum


"ok... kalo begitu biar aku Yang cari vocal buat grup bend kita"


elisa yang dengar hanya tersenym, dia tau keputusan alena pasti sudah ditimbang dengan baik oleh alena


"sayang... " ucap seseorang yang langsung masuk penthouse sikembar dan elisa , sepontan semua orang menatap sumber suara


"kalian beda fakultas.... ?" ucap beliz yang membuat diki menoleh ke beliz yang tidak menoleh sedikirpun ke arahnya


"eh... benar tuan muda" jawab diki yang melihat beliz, sedikit kaget...karena tidak biasanya beliz jam segini belum ke perusahaan.

__ADS_1


setelah mendengar jawaban diki, beliz segera keluar untuk pergi keperusahaan


" sayang... tuan muda kenapa datang kesini? "tanya diki sambil melingkarkan tangannya ke tubuh elisa


"ck....lagaknya tanya² tentang Beliz... padahal mau modus" ucap alan yang sebal melihat diki yang menurutnya pintar mencari kesempatan


"apa sih ni jones..." ucap diki yang langsung pergi dengan menggandeng tangan elisa


"gini nih... kalo orang gak pernah pacaran.... sekalinya pacaran bucinnya minta ampun" grutu alan yang ikut melangkah pergi


Sedangkan di tempat diego dia sedang menyuruh rekan rekannya melakukan tugas untuk nanti malam.


"letnan.."


ucap el yang memanggil diego dengan rasa hormat, diego menoleh el...matanya selalu tajam dan jeli begitu juga dengan pendengarannya


"katakan" jawab diego,el tidak bisa mengatakan ini dengan lantang... karena ini menyangkut keamanan rekan rekannya, dia membisikkan sesuatu ketelinga diego.. sontak saja diego kaget, tapi dia memcoba tenang dia akan berfikir jernih ketika hatinya tenang

__ADS_1


Diego membisikkan sesuatu kepada el dan itu membuat el menemukan solusi terbaik yang dia temukan


setelah merasa menemukan solusinya el segera pergi, dia segera ingin menyelesaikan tugasnya


__ADS_2