
Sesuai dengan rencana beliz, setelah resepsi selesai dia tinggal di penthouse ,walau briyan melarangnya bahkan sempat ingin menjual penthouse beliz agar putrinya tidak jauh darinya,tapi beliz menolaknya dia punya alasan yang membuat nya harus tinggal di penthouse.
"ok...jika adek tidak mau tinggal dimasion, adek harus menerima syarat dari dedy" ucap briyan yang sudah merencanakan ini semua
"apa?"
tanya beliz yang sudah malas untuk berdebat lagi.
"jadi dosen di school samuel internasional" beliz yang mendengar jelas kaget, dia saja tidak pernah melihat guru secara langsung dikelasnya, jadi sudah sangat jelas bahwa dia gak pernah tau bagaimana cara menjadi guru dihadapan banyaknya murud.
"No!" ucap beliz cepat
"kalo gitu,,,,,tinggal dimasion"
"ok... tpi aku juga punya syarat,,, aku masuk hanya 1hari dalam 1minggu"
__ADS_1
"No!... dedy beri kamu untuk mengelola 1kelas saja ,,,, terserah mau bagaimana cara kamu mengelola kelas itu" ucap briyan sambil keluar dari kamar beliz ,jujur beliz dongkol dengan tindakkan briyan yang menurutnya sangat konyol, bagimana tidak konyol....! dia bukan seorang pelajar yang duduk dibagku layaknya pelajar pada umumnya ,dan sekarang dia mau tidak mau harus menjadi seorang guru dengan murid yang umurnya mungkin lebih tua darinya.
*ck....menyebalkan *umpat beliz sambil keluar dari kamar nya,dia menendang pintu kamarnya sampai pintu itu lepad dari tepat asalnya, orang² yang melihat kejadian itu hanya diam, mereka tidak tau apa yang di bicarakan briyan dan beliz hingga beliz bisa menendang pintu kamar dengan wajah tang super datar.
"mau kemana dek?" tanya ozil yang memperlihatkan beliz sedang berjalan turun dari tangga.
"pulang" jawab beliz yang terus berjalan ,ozil pun mengikuti beliz sampai dilur .
"kakak ingin minta bantuan" ucap ozil dengan mimik wajah yang seriyus ,dia merasa sudah tidak bisa berfikir dengan cermat....jalan satu²nya minta bantuan kepada adik ipaenya ini
"kita bisa bicarakan dipenthoseku nanti...mau ikut sekarang? atau nanti kesana sendiri?" tawar beliz yang sudah naik kemobilnya
"nanti malam aku kesana,, kamu bisa kirim alamatnya ke kakak nanti"ucap ozil yang hanya di balas dengan pemberian jempol saja oleh beliz, dengan elegan beliz melajukan mobilnya untuk segera meninggalkan masion briyan.
" ck... adik macam apa itu... tidak berpamitan kepada kakaknya,lihat saja kalo ketemu... ku pites dia nanti " ucap el yang melihat kepergian beliz melalui jendela kamarnya.
__ADS_1
Sesampai beliz di penthouse, dia segera menghubungi jendral tretan dia ingin menanyakan kabar paman diki
"hallo' ucap beliz yang di sambut oleh tretan dengan logat galaknya
" dasar bocah sialannnnnnnnn! kenapa gak bilang kalo kamu seorang perempuan ha?!!!!" ucap tretan yang tidak pernah ketinggalan seputar brita pembisnis, dia sangat suka melihat keribut pembisnis, jadi wahar dia tau bahwa beliz seorang perempuan yang lahir dikalangan pembisnis.
"kamu tidak pernah tanya" jawab beliz santai,dia tidak peduli kabar yang beredar tentang dirinya
"OMG!!!!demi apa aku punya murid semenyebalkan dirimu!!" tretan kesal mendengar jawaban beliz yang menurutnya sangat tepat ,tretan memang tidak pernah bertanya tentang Beliz seorang perempuan/pria dia hanya menilai bahwa beliz seorang pria terlihat jelas cara jalan dan pakaian yang di gunakan beliz, suara beliz terlihat seperti pria kecil maka itu semua orang beranggapan beliz seorang pria tulen, apalagi melihat tinggi badan beliz yang propesinal untuk seorang pria
"anda boleh tidak mengakuiku sebagai murid anda dan itu terlihat sangat baik jika anda bukan guru saya" tretan menjambak rambutnya ke belakang dia frustasi mendengar ucapan beliz yang menyentil hatinya.
"dasar murid laknat" grutu tretan
"setop omong kosong, aku ingin menanyakan tentang danur... " ucap beliz yang membuat tretan seriyus untuk membahas hal yang dianggapnya sangat penting
__ADS_1