Duniaku

Duniaku
88


__ADS_3

acara lelang benar² kacau


dimulai dari ledakan di tempat penyimpanan barang lelang, sampai aksi tembak menembak semua terlihat kacau bagi pengunjung kecuali beliz... jujur saja dia masih penasaran dengan kelanjutannya,tapi zoy dan yang lain sudah selesai dengan tugas mereka... mau tidak mau beliz ikut pergi dengan helly


ledakkan itu dilakukan oleh luxe dan luwe... sebelum ledakan itu dimulai ke 2nya membebaskan para wanita yang hendak dijual, sedangkan hans dia menggambil berkas² transsaksi di ruang pemilik acara lelang, luve dan lumo mereka cukup handal untuk mengelabui penjaga disana....


setelah mereka merasa sudah selesai dengan tugas mereka... dengan meninggalkan bom waktu yang bisa diledakkan kapan saja, sesuai perintah beliz ledakkan dimulai ketika semua sudah masuk ke ruang lelang.


Diki,vian,dan hugo mereka sukses membawa danur dan komplotanya ke helly dengan alibi untuk mencari keselamatan.


"tuan muda... semuanya sudah masuk" ucap vian yang diam² menghubungi beliz


"bawa kemarkas" jawab beliz yang tidak satu helly dengan vian,,, di helly beliz ada 4perempuan yang diselematkan mereka


"tuan muda.,. sesuai dugaan anda..." ucap hans yang memberikan berkas berkas transaksi acara lelang


"ada 10 mafia yang ikut? cukup untuk penangkapan 10hari kedepan..." ucap beliz dambil membaca berkas itu


"sebenarnya banyak mafia tadi yang ikut... tapi hanya 10mafia ini yang menjual belikan di acara lelang" jelas hans

__ADS_1


"aku tau, "


"tuan muda...emmm mau dikembalikan kemana ke 4 perempuan itu?" tanya zoy yang sebenarnya sudah risih melihat ke4 perempuan dengan kain tipis yang sangat terlihat lekuk tubuhnya


Beliz pun berdiri dan menghampiri ke4 perempuan


"apa kalian mau ikut kami sebentar? kami butuh keterangan kalian untuk memenjarakan pelaku?"


tanya beliz yang memandang mereka ber4 yang menundukkan kepalanya


"tentu... tapi kami tidak ingin pelaku dipenjara begitu saja,,,, kami ingin menyiksa mereka terlebih dahulu... apakah boleh?" jawab salah satu dari mereka yang menggunakan pakean warna kuning


"baik"


Sedangkan briyan memastikan keberadaan putrinya yang ternyata tidak ada di penthouse


dia menanyakan kepada alan yang membukakkan pintu buat briyan ,walaupun matanya masih sedikit terpejam karena dalam kondisi yang mau tidak mau harus banggun yang tidak tau keberadaan beliz.... tepat jam 02.30


"dimana beliz?" tanya briyan yang membuat alan kaget, dia menoleh ke penthouse beliz yang tertutup rapat, alan fikir briyan tidak akan menanyakan keberadaan beliz kalo sudah menemukan beliz dipenthose nya, kemungkinan besar beliz memang tidak ada di penthouse nya

__ADS_1


"coba aku tanyakan kepada hans,vian, dan remon" ucap alan yang melangkah ke tetangga mereka setelah itu dia menekan tombol penthouse remon


"tau waktu dong?!!!! kalo bertamu" ucap remon dengan sebal... pasalnya tugas dia sudah selesai,,, dia bisa tidur lebih awal,tapi siapa sangka kalo ada tamu yang cukup mengerikan saat ini.


"dimana beliz?" tanya briyan yang langsung mendatangi remon


"hehehehe pagi tuan besar, " ucap remon yang sudah serasa mati ditempat mendengar suara briyan yang super dingim ,apalagi dengan tatapan matanya yang siap menerkam siapa saja.


"dimana beliz?" briyan mengulang ucapan nya untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan dari remon


*mampus sudah.... tuan muda... anda harus pulanggggggggg!!!!! kalo tidak kepala ku sudah dipenggal oleh dedy anda* batin remon yang sudah bercucuran keringat dingin


"tuan muda... sedang diluar kota, emmm tuan besar... bagaimana kalo pembicaraan kita didalam saja?" ucap remon yang mencoba mrnetralkan hatinya yang sedang kacau.


"ok" jawab briyan yang langsung masuk, remon menghadang alan yang juga ingin masuk


"bocil dilarang masuk" ucap remon sambil menutup pintunya


"dasar tetangga gilaaaaza?!"

__ADS_1


__ADS_2