
"Dia melakukan itu." Jawab Ferni.
"Itu apa?" Tanya Anggun bingung.
Ferni menepuk jidatnya karena otak Anggun yang dalam mode polos.
"Melakukan se*s." Jawab Ferni serius, dengan suara yang di pelan kan.
Bola mata Anggun membulat dengan besar, "APA?!" Tanya Anggun dengan teriakan.
"Lo bisa diam gak sih?" Tanya Ferni.
"Yah Sorry. Soalnya gue kaget." Jawab Anggun sambil menggaruk hidung nya yang tiba-tiba saja gatal.
Ferni tidak menjawab, gadis itu mengeluarkan ponselnya, hendak menelpon seseorang.
"Sama siapa?" Tanya Anggun penasaran.
"D-" Perkataan Ferni terpotong karena pertanyaan seseorang.
"Lo pada lihat Monika?" Tanya Panji.
"Lah, kalian belum pulang?" Tanya Anggun.
"Ia lah. Kalau udah pulang, gak akan ada cowok ganteng di hadapan lo berdua saat ini." Kata Panji dengan PD nya.
"Lihat Monika?" Tanya bang Devin.
"Oh, dia ada di bmmmffftttt." Perkataan Anggun terpotong karena Ferni yang membekap mulutnya.
"Gak tahu." Jawab Ferni.
"Kenapa lo bekap mulutnya?" Tanya Cakra sambil memancing kan mata.
"Kenapa?" Tanya Ferni yang berusaha menormalkan kegugupannya.
"Gue tanya serius. Di mana adik gue?" Tanya bang Devin.
"Gak tahu." Jawab Anggun dan Ferni bersamaan. Yah, Ferni sudah melepas bekapannya pada mulut Anggun.
"Tadi lo mau bilang apa?" Tanya Panji pada Anggun.
"Gue mau bilang. Tadi dia ads di koridor jalan mau keluar. 'Belakang'." Jawab Anggun tanpa gugup, dengan batin di akhir kalimatnya.
"Tapi kok gak ada." Tanya bang Devin.
"Mana gue tahu." Jawab Anggun.
"Lo gak kurung dia kan?" Tanya Leo datar.
"Gak!" Jawab Anggun dan Ferni bersamaan.
"Awas lo!" Ancam Panji.
Abang twins dan sahabatnya melangkah untuk masuk kedalam sekolah.
Dert... Dert... Dert...
Deringan hp Leo, membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Monik." Lirih Leo.
"Halo, kamu di mana sayang?" Tanya Leo khawatir.
A... aku adh... adha di per... perh... perpustakaan.
Jawaban Monika membuat Leo menaikan satu alisnya.
"Suara kamu kenapa?" Tanya Leo curiga. Oh ayolah, dia cowok, sangat mengenal suara itu. Itu bukan ******* kan? Pikir Leo.
Pertanyaan Leo membuat sahabatnya bingung, sedang kan Ferni sedang tersenyum misterius, Anggun? Terkikik geli. Dia sungguh geli dengan pertanyaan Leo.
Aku gak papa. Tadi aku nonton film horor, jadi masih kebawa hal yang menakutkan. Buat aku takut.
Penjelasan Monika membuat Leo paham. "Kamu di perpustakaan mana?" Tanya Leo. "Biar aku jemput." Lanjutnya.
Gak usah. aku masih lama. Lagian aku mau narget lomba yang akan datang.
"Baiklah. Hati-hati. Aku tutup. Dah." Tutup Leo.
"Adik gue di mana?" Tanya bang Devin.
"Perpustakaan. Cabut." Kata Leo dan berlalu dari sana.
"Bwahahaha, bisa-bisanya mereka percaya." Kata Anggun dengan tawa yang masih keluar.
"Bodoh." Serkas Ferni.
__ADS_1
"Aduh. Perut gue sakit." Keluh Anggun.
"Halo."
Tawa Anggun seketika berhenti, saat Ferni sedang menelpon seseorang.
"Lo di mana?"
Apartment.
"Tas lo gue taro di mana?"
Rumah.
"Oke."
Nanti sore kumpul.
"Di mana?"
Mall?
"Eli ajak kumpul." Kata Ferni pada Anggun.
"Di?" Tanya Anggun.
"Mall." Jawab Ferni.
"Ayo lah!" Jawab Anggun semangat.
"Oke."
Jam 04.00.
"M."
Tut... tut... tut...
panggilan terputus secara pihak.
"Main matiin aja." Kesal Ferni.
"Jam 04.00, kita ke mall." Kata Ferni.
"Oke. Kita satu mobil saja." Kata Anggun.
"Oke." Jawab Anggun dan ikut berdiri.
Mereka masuk dalam mobil masing-masing, dan keluar dari area sekolah.
...----------------...
"Aduh. Hampir saja ketahuan." Keluh seorang gadis.
"Gimana?" Tanya seorang pria yang sedang mengisap rokoknya.
"Kamu sih! Dia percaya." Kesal gadis tersebut.
"Aku sangat senang mendengarnya. Jadi maaf." Jawab pria tersebut sambil jalan mendekat gadisnya.
Ughh... mmmhh...
"Berh.... berhenti... Aku... ca... capek..." ******* gadis tersebut.
"Jangan salahkan ku. Kau yang memancingku Monika." Kata pria tersebut. Yah, dia, Monika.
"Jaha.. Jahangan di.. si.. sini." Kata Monika.
"Baiklah. Kita ke rumahku saja. Jangan salahkan ku juka nanti kau tidak bisa berjalan." Kata pria tersebut, dan bangkit berdiri.
"Bantu aku berdiri." Kata Monika manja.
"Lihatlah. Baru satu setengah jam, kau tidak bisa berdiri." Jawab pria tadi dengan senyuman sinis di bibirnya.
"His." Kesal Monika.
"Maaf sayang." Kata pria tadi, dan menggendong Monika ala bridal style.
...----------------...
"Kamu kapan sampai?" Tanya Eli.
Selesai makan tadi, Ali dan Abi memasuki kamar. Abi yang sibuk pada laptopnya, dan Eli pada hp.
"Jam 23.00" Jawab Abi tampa memutuskan pandangannya pada laptop.
"Hufth, sekarang kamu istirahat." Kata Eli sambil berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Nanti, aku lagi kerjain sesuatu." Jawab Abi.
"Apa?" Tanya Eli yang sudah duduk di samping Abi.
"Ada tikus di kandang singa." Jawab Abi.
"Menarik." Jawab Eli dengan mata berbinar.
"Kau mau?" Tanya Abi yang sekarang mata nya menatap Eli penuh dengan kasih sayang.
"Ia." Semangat Eli.
"Tidur. Nanti kita belanja di supermarket, baru ke mall." Perintah Abi.
"Oke." Jawab Eli, dan langsung kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur milik Abi.
"Kamu juga, jangan terlalu lama ngurus tikus." Peringat Eli, dan menutup matanya.
Setengah jam berlalu. Sekarang sudah jam setengah tiga, "gue istirahat sebentar, nanti baru bersiap." Kata Abi.
Abi berjalan mendekati kasur yang di tiduri kekasihnya itu.
"Aduh, cantik banget sih." Gemes Abi, saat melihat Eli sedang tidur dengan pipi yang mengembung.
Abi tidur di samping Eli, dan mendekap tubuh kekasihnya yang mungil itu dengan sayang. Dan terjadilah aksi berpelukan sambil tidur.
...----------------...
"Astaga, anak itu di mana?" Tanya mamah Fana khawatir.
"Biasalah. Mungkin ngejalang.
"Pah." Tegur mamah Fana.
"Selamat siang." Sapa seseorang.
"Siang." Jawab papah Abson.
"Papah." Kata bang Devin. Yah, dia bang Devin. Abang twins mencium punggung tangan papah Abson.
"Di mana adik kamu?" Tanya mamah Fana. Anak kembarnya mencium punggung tangan mamah Fana dengan sayang.
"Monika sedang berada di perpustakaan." Jawab bang Devin.
"Adik kamu Eli." Kata mamah Fana dengan penekanan.
Bang Devin yang mendengar nama Eli hanya bisa pasrah, "Dia bolos tadi. Sama pacarnya." Jelas bang Devin.
"Bolos?" Tanya papah Abson.
"Ia pah." Jawab bang Devin.
"Siapa pacarnya?" Tanya papah Abson.
"Abi." Jawab bang Devin, sambil duduk di sofa, berhadapan dengan orang tuanya.
"Siapa dia?" Tanya mamah Fana.
"Pindahan dari luar negeri." Jawab bang Devin.
Hening.
"Ganti baju, baru kalian berdua makan." Perintah mamah Fana, dan berjalan ke arah dapur.
Abang twins jalan menuju kamar mereka, tetapi suara bariton menghentikan langkahnya.
"Monika di perpustakaan mana?" Tanya papah Abson.
"Kurang tahu pah." Jawab bang Devin, dan berlalu dari sana.
...----------------...
Hoam.
Eli merasakan pinggangnya yang berat.
"Eh." Kaget Eli. Ternyata Abi memeluknya dari samping.
Eli berusaha melepas kan pelukan Abi, tetapi malah erat.
"Aku tahu kamu udah bangun. Lepas Abi." Kata Eli.
"Bentar." Jawab Abi sambil menoel-noel leher Eli.
"His. nanti kesorean. Kita belum belanja untuk isi kulkas kamu." Jelas Eli yang kesal.
"Ia." Jawab Abi dangan pasrah kemudian duduk di kasur.
__ADS_1
"Aku mandi duluan." Kata Eli dan berlalu ke arah kamar mandi yang berada dalam kamar tersebut.