Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story
Dua Puluh


__ADS_3

"Oke. Karena bos sudah ada, mari kita lanjut!" Seru Arya dan Andre bersama.


Geng Clouts saat ini sedang melakukan aktifitas masing-masing. Ada yang membakar, menyiapkan minuman, tempat, bermain gitar dan bernyanyi.


Selesai dengan semua kegiatan tersebut, sekarang mereka duduk melingkar, sambil bercerita, entah itu faedah atau tidak.


"Gimana kita main?" Usul Arya.


"Ayo!" Seru anak-anak Clouts.


"Main apa?" Tanya Andre.


"Bisik-bisik." Jawab Arya dengan bisikan.


"Hah?" Tanya anak-anak Clouts yang tidak dengar jawaban Arya.


"Bisik-bisik." Seru Arya.


"Gimana itu?" Tanya Arnol bingung.


"Yah bisik-bisik lah." Jawab Bayu.


"Ia, tapi gimana?" Tanya Arnol.


"Jadi, masing-masing dari kita, harus menyiapkan kalimat yang cukup panjang. Nanti, kalimat itu, harus dibisikkan pada teman yang di sampingnya sampai akhir. Bisikan nya harus pelan, dan tidak boleh di ulang. Orang terakhir yang mendapatkan bisikan, harus mengatakan pada semuanya. Apa yang dia dengar, begitupun dengan yang lainnya. Supaya kita tahu, siapa punya telinga yang bermasalah. Kalau dia benar, maka bisa memberikan satu permintaan pada kita semua. Jika dia kalah, karena tidak mendengarkan dengan benar, maka harus siap dengan permintaan yang buat kalimat. Dan merelakan mukanya untuk di coret oleh orang yang jawab benar! Ini berlaku buat yang punya telinga bermasalah." Jelas Arya dengan semangat.


"Oke." Jawab seluruhnya kompak.


"Acak. Lalu jaga jarak. Nanti saat mau bisik, baru dekat-dekat. Tambah Zidan.


"Oke." Jawab seluruhnya lagi dengan kompak. Kemudian dengan semangat mereka mengatur posisi.


"Siapa duluan?" Tanya Andre.


"Gue! Dan lo yang terakhir." Jawab Arya dengan smirknya.


"Gue yakin, nih anak kagak benar. Gue harus buka telinga besar-besar" Batin Andre dengan waspada.


"Mulai." Komando Abi.


Arya mendekat pada Arnol, yang kebetulan berada di sampingnya. "Kakakku, punya kuku, kaku-kaku. Aku sayang dia. Sayangnya dia tidak." Bisik Arya dengan sangat pelan dan cepat.


"Hah?" Tanya Arnol yang tidak dengar dengan baik.


"Gak ada pengulangan." Tekan Arya.


Arnol hanya mengangguk, kemudian mendekat pada temannya untuk melanjutkan bisikan. "Kakekku, punya kuku, kau-kau. Aku... aku, gak tahu." Bisik Arnol bingung.


"Bro! Kalau kita salah, bisa habis." Kata anggota yang di bisik Arnol tadi.


"Yah, gak tahu. Itu yang gue dengar." Kata Arnol.


"Awas lo!" Ancam anggota tersebut. sedangkan Arnol hanya mengangguk ragu.


"Sini. Gue bisikin." Kata anggota tersebut pada temannya yang di samping.


"Yang benar." Kata temannya.


"Kakekku punya kuku kau-kau. Aku... aku, gak tahu." Bisikan nya.


"Kok firasat gue gak enak?" Tanyanya.


"Sudah sana!" Perintahnya.

__ADS_1


Bisikan dengan kata yang sama terus berjalan, hingga tiba di telinga Andre.


"Yang benar yah lo!" Ancam Andre, sebelum bisikan itu tiba tepat di telinganya.


"Siap bang!" Kata anggota tersebut. "Kakekku punya kuku kau-kau. Aku... aku, gak tahu." Lanjut dengan bisik nya.


"Yakin?" Tanya Andre. Sungguh, dia rasa kalimat itu adalah malah petaka.


"Ia bang." Jawabnya.


"Oke. Lo orang terakhir. Jadi katakan, apa yang lo dengar." Suruh Arya dengan smirknya.


"Kakekku punya kuku kau-kau. Aku... aku, gak tahu." Kata Andre hati-hati.


Tidak Ada ekspresi sama sekali yang di tunjukan oleh Arya, dan anggota lainnya, termasuk inti.


"Arnol, lo bisik apa?" Tanya Arya.


"Sama kayak bang Andre." Jawab Arnol. Emang benar kan?


"Ada yang beda?" Tanya Arya.


Gak ada sahutan, "Semua sama?" Tanya Arya. Anggota Clouts beserta intinya, kecuali Arya, saling pandangan. Kemudian mengangguk bersamaan sambil menghadap Arya. Kayak orang bodoh gak?


"YES!" Batin Arya dengan senang. "Kalian semua berarti salah!" Kata Arya dengan tegas. "Wah wah wah. Kalian semua berarti punya telinga bermasalah dong!" Heboh Arya.


"Emang yang benar apa?" Tanya Bayu.


"Kakakku, punya kuku, kaku-kaku. Aku sayang dia. Sayangnya dia tidak." Jawab Arya dengan senyum idiotnya.


"Telinga lo Arnol!" Geram Andre.


"Wish! Gak gitu bang! Bang Arya aja yang bisik nya pelan, terus cepat-cepat." Bela Arnol.


"Gak tuh." Jawab Arya acuh. "Turuti satu permintaan gue, dan kalian semua, harus merelakan wajahnya di coret! " Kata Arya pada seluruhnya dengan senyum mengembang.


Para inti Clouts kecuali Arya saling pandang. Seolah berbicara lewat tatapan.


"Tunggu pembalasan kita!" Batin para inti Clouts kecuali Arya dengan smirknya. Arya yang tidak sengaja melihat smirk para sahabatnya hanya bergidik ngeri.


"Apa perintah lo?" Tanya seluruhnya kompak. Toh, mereka semua kan salah.


"Nyanyi sambil joget! Gue ngelive." Kata Arya enteng.


"Ganti." Kompak semuanya.


"Gak!" Jawab Arya. "Cepat!" Lanjutnya.


Semua saling tatap, "Sungguh! Sangat memalukan! " Batin seluruhnya, kecuali Arya.


"Ini coret muka dulu apa nyanyi sambil joget?" Tanya Arnol pasrah.


"Coret muka dulu deh! Biar pas di tonton tambah seru." Kata Arya.


Semua mendelik, "Seru apanya? Malu ia!" Batin mereka lagi dengan kompak.


"Tuh mata awas loncat." Peringat Arya, dan berjalan santai untuk duduk di kursi, sambil menyiapkan hp nya buat live.


Semua anggota Clouts beserta intinya kecuali Arya, jalan mendekat satu sama lain untuk saling mencoret wajah.


"Huh. Wajah tampan gue!" Keluh Andre.


"Sialan." Umpat Lukas.

__ADS_1


"Cari gara-gara." Kata Zidan dengan tatapan tajamnya, yang di layangkan kepada Arya.


"Hanya permainan." Kata Abi yang berusaha sabar.


Semuanya sibuk dengan mencoret wajah temannya, dengan umpatan yang terus terlempar.


"Hati-hati, tetangga rumah yang sering ngumpatin gue, meninggal besoknya." Peringat Arya santai.


"Heh! Maksud lo apa?" Tanya Andre dengan mata yang sudah melotot.


"Gue cerita fakta." Jawab Arya sambil menatap Andre.


"Apanya yang fakta?! Tetangga lo itu gue!" Kata Andre membuat Arya meringis.


"Aduh. Salah gue." Batin Arya dengan ringisan.


"Hehe, sorry, maksud gue itu, tetangga di halaman kampung." Jawab Arya dengan berbohong.


"Heleh! Alasan lo!" Cibir Zidan.


"Suttt! Sudah selesai coret mukanya?" Tanya Arya.


"Sudah." Jawab anggota kecuali inti dengan kompak.


"Baris, jangan menutup-nutupi mukanya!" Peringat Arya.


"Aduh bang! Gue punya pacar. Pacar gue juga follow lo. Malu gue." Kata Bayu dengan lesu.


"Gak ada nego-nego!" Cepat!


Semua hanya bisa pasrah, kemudian instrumen di putar oleh Arya. Semua saling tatap kemudian bernyanyi dan joget dengan absurd.


"DI OBOK-OBOK! AIRNYA DI OBOK-OBOK!" Nyanyi dan jogetan yang di lakukan membuat Arya puas. Apa lagi banyak yang menonton live nya. Komentar terus membanjiri live Arya, membuat sang empu tambah puas.


...----------------...


"Jadi! Lo ini sebenarnya amnesia atau tidak?" Tanya Anggun frustasi, karena sedari tadi, mereka hanya berbicara keliling-liling.


"Yah." Jawab Eli.


"Terus kenapa lo ingat Abi?" Tanya Ferni.


"Abi sendiri yang bilang lewat telpon." Kata Ferni.


"Kapan?" Tanya Anggun.


"Waktu di RS." Jawab Eli.


"Serius?" Tanya Ferni memastikan.


"Yah." Jawab Eli.


"Oke!" Kompak Anggun dan Ferni.


Meraka bertiga kembali di sibukan dengan aktifitas masing-masing.


"Eh!" Seru Ferni.


"Apa?" Tanya Anggun dan Eli bersama.


"Ini si anak baru kan?" Tanya Ferni membuat Anggun dan Eli saling tatap dengan pandanga bingung mereka.


"Maksud gue, Abi dan sahabatnya." Kata Ferni yang sadar akan tatapan bingung Eli dan Anggun. Ferni menunjukan hp nya, membuat Eli dan Anggun segera mendekat untuk melihat isi dari benda persegi panjang tersebut.

__ADS_1


"ABI!" Teriak Eli tanpa sadar saat melihat isi dari hp Ferni.


__ADS_2