
Cit.
Suara ban mobil bergesekan dengan aspal, membuat sebuah bunyi.
"Wish. Bos datang cuy!" Kata seorang cowok yang memiliki kulit sawo matang.
"Mana-mana?" Tanya cowok baju coklat.
"Asalamat sore guys!" Seru Arya.
"Sore bang!" Serempak anak-anak Clouts.
Clouts? Yah, Clouts adalah nama geng motor, yang terkenal di Jakarta. Clouts di dirikan oleh Abdiel Yoga Aldebaran. Clouts menghilang selama empat tahun sampai sekarang di kota Jakarta. Menghilangnya Clouts, membuat geng motor lainnya mencari kesempatan untuk menguasai kota.
Clouts itu geng motor yang bisa di katakan baik. Selalu membantu, dan mendukung kebenaran. Clouts aktif di Negara London selama menghilangnya di kota Jakarta. Kenapa London? Karena Abi berada di London selama empat tahun ini.
"Wis, kapan datang bang?" Tanya Arnol, salah satu anggota Clouts.
"Kemarin." Jawab Zidan.
"Lo kapan datang?" Tanya Andre pada Arnol.
"Baru aja bang." Jawab Arnol. Arnol tidak tinggal di Jakarta. "Gue pindah." Lanjut Arnol.
"Kenapa?" Kini Arya ikut bergabung.
"Gak papa. Besok gue sekolah di AR." Kata Arnol lagi.
"Wish! Adik kelas lo di sekolah gue." Heboh Arya.
"Kumpul." Perintah Abi, dan berlalu duluan ke aula.
"Ada apa?" Tanya Bayu, salah satu anggota Clouts.
"Nanti lo tahu." Jawab Arya.
"Ayo." Ajak Lukas, dan berlalu menuju aula.
"Kuy lah." Ajak Andre, "eh. Anak-anak yang lain mana?" Tanya Andre lagi saat menyadari anak-anak Clouts hanya sedikit saat ini.
"Oh, pada gak datang. Mereka semua lagi pergi ke Bandung." Jelas Arnol.
"Ngapain?" Tanya Arya.
"Mereka masih nyari dana." Jawab Arnol.
"Suruh balik sekarang." Pinta Andre dan lanjut berjalan menuju aula.
Semua berjalan ke aula, kecuali Arnol yang menelpon anggota lainnya untuk balik ke markas saat ini. Selesai menelpon, Arnol menyusul semua temannya di aula.
"Jadi, kita akan mengunjungi kota atau desa mana?" Tanya Lukas, wakil ketua geng Clouts.
"Em, apa kita tidak menunggu anak-anak yang lain saja? Siapa tahu mereka bisa kasih saran atau dukungan." Pendapat Arnol.
"Baiklah." Jawab Abi.
...----------------...
"Oke, sekarang kita kemana?" Tanya Anggun. Selesai makan tadi mereka ke tokoh es krim.
"Pulang." Jawab Eli dan Ferni bersama.
"Yah, gak asik." Keluh Anggun.
"Terus?" Tanya Eli dan Ferni bersamaan.
"Gimana kita ke taman?" Usul Anggun dengan ceria.
"Tidak." Jawab Eli dan Ferni bersamaan.
"Lo pada kompak banget!" Kesal Anggun.
"Emang kenapa?" Tanya Ferni, sedangkan Eli menaikan satu alisnya, seolah bertanya 'emangnya kenapa?'
"Gue belum pernah kompak." Sedih Anggun.
"Kapan-kapan." Kata Eli, dan bangkit berdiri dari duduknya.
"Mau ke mana?" Tanya Anggun.
"Pulang." Jawab Eli singkat, dan keluar dari tokoh es krim.
"Lah? Gak ke taman?" Tanya Anggun lagi.
"Gak Anggun." Jawab Ferni, dan ikut berdiri.
"Yah." Sedih Anggun, dan ikut berdiri dengan lesu.
"Lo pulang naik apa?" Tanya Ferni pada Eli.
"Di jemput Abi." Jawab Eli.
"EH!" Seru Anggun dan Ferni bersamaan.
"Apa?" Tanya Eli.
"Ayo ke taman!" Kompak Anggun dan Ferni.
"Tuh kompak." Kata Eli pada Anggun.
"Oh ia!" Heboh Anggun. "Ah, seneng banget!" Seru Anggun sambil berteriak, membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatiaan saat ini.
"Berisik!" Seru Ferni.
"Ayo!" Ajak Anggun tanpa menghiraukan Ferni.
Mereka berjalan menuju mobil Ferni yang berada di parkiran.
Lima belas menit berlalu, kini, mereka bertiga berada di taman yang cukup ramai. Mungkin mereka akan melihat senja, mengingat saat ini jam hampir menunjukan pukul 18.00 WIB.
"Ada apa?" Tanya Eli yang sudah duduk di kursi taman.
__ADS_1
"Kita mau tanya." Kata Anggun mendahului.
"M." Jawab Eli malas.
"Lo sama Abi pacaran udah berapa lama?" Tanya Ferni.
"Empat tahun." Jawab Eli.
"Kok bisa?" Tanya Anggun.
"Bisa." Jawab Eli malas.
"Lo kenalan di mana?" Tanya Ferni.
"London." Jawab Eli singkat.
"Kapan lo ke London?" Tanya Anggun penasaran.
"Waktu gue lagi mar, eh." Kaget Eli saat menyadari bahwa dirinya hampir membuka rahasia.
"Mar apa?" Tanya Anggun dan Ferni bersamaan.
"Gak." Jawab Eli.
"Lo sekarang main rahasia." Kata Anggun.
Eli hanya mendengarkan tanpa niat menjawab. Sedangkan Ferni? lagi memikirkan sesuatu.
"Bukannya lo amnesia?" Tanya Ferni tiba-tiba.
"Gu-
...----------------...
" Gimana? Sudah pada datang?" Tanya Zidan.
"Sudah." Jawab Arnol.
"Ayo, mulai rapatnya." Kata Arya.
"Jadi, kita akan pergi ke kota atau desa?" Tanya Lukas memulai.
"Menurutku sih desa." Usul Bayu.
"Ia." Setuju Arnol.
"Gimana lainnya?" Tanya Zidan.
"Setuju saja sih." Jawab salah satu anggota.
"Ia. Kalau di desa, kita bisa bantu macam perbaikan." Usul lainnya.
"Ia. Desa terpencil aja gimana?" Tanya Andre.
"Ia." Kompak anggota Clouts.
"Desa mana?" Tanya Abi.
"Dirgayu." Jawab Zidan.
"Ia." Jawab Zidan.
"Saya pernah dengar, bahwa di sana sering ada maling di tengah malam. Membuat warga pindah ke tempat lain." Kata Bayu.
"Kita akan nginap." Kata Abi mutlak.
"Tapi, kita sekolah." Kata Arnol.
"Izin." Jawab Abi, Lukas, Zidan, Arya, dan Andre kompak.
"Oke." Jawab anak-anak Clouts kompak.
"Baiklah, kapan kita berangkat?" Tanya Zidan.
"Sabtu depan. Jadi gunakan satu minggu ini belajar di sekolah dengan benar." Jawab Lukas.
"Oke." Seru anak-anak Clouts.
"Kalian istirahat." Suruh Abi.
"Baik pak bos!" Seru anak-anak.
"Gue cabut." Kata Abi dan berlalu dari aula.
"Lo balik lagi gak nanti?" Tanya Zidan.
"Gak tahu." Jawab Abi tanpa menatap Zidan, dan terus berjalan menuju mobilnya yang terparkir rapi di parkiran.
"Emang yah! Pak bos pasti mau ketemu eneng!" Seru Arya!
"Heh! Kita buat acara nanti malam yok!" Ajak Andre tiba-tiba.
"Acara apa?" Tanya Arya.
"BBQ." Jawab Andre semangat.
"Dalam rangka?" Tanya Zidan.
"Emang harus perlu rangka?" Tanya Andre dan Arya bersama.
"Gak juga." Jawab Zidan.
"Ya udah!" Seru Andre dan Arya.
"Izin bos." Suruh Lukas.
"Oke lah." Kompak Andre dan Arya.
...----------------...
Saat ini, Abi sedang berada di taman, untuk menemui seseorang.
__ADS_1
"Apa kabar?" Tanya seorang pria yang bisa di katakan sempurna, dari fisik. Namun sayang, pribadi ya sangat lah licik.
"Gue mau lo, jauhi dia." Kata Abi dingin.
"Emang lo siapa?" Tanya orang itu dengan nada sinis nya.
"Gak perlu tahu!" Jawab Abi.
"Gue harus tahu dong! Lo kan minta gue menjauh dari pacar gue sendiri." Kata orang itu dengan menekan kata pacar.
"Lo gak pantas di sebut pacar." Jawab Abi dengan penuh penekanan.
"Hahaha, tapi sayangnya, dia tetaplah pacar gue." Jawab orang itu dengan sinis.
"Jangan sampai, lo menyesal." Seru Abi, dan berlalu dari taman tersebut.
"Abi, Abi. Lo pikir gue akan berhenti? Gue gak akan biarkan lo, kali ini! Lo harus ikut dia ke neraka!" Kata orang tadi dengan smirk nya.
...----------------...
"Eli." Panggil Abi.
"Eh." Kaget Eli, Anggun dan Ferni.
"Pulang." Ajak Abi.
"Oke." Jawab Eli, dan berdiri dari duduknya.
"Eh." Kata Ferni dan Anggun sambil memegang tangan kanan dan kiri Eli.
"Apa?" Tanya Eli.
"Jam 20.00 WIB, kita datang ke rumah lo." Kata Anggun.
"Ngapain?" Tanya Eli bingung.
"Nginap." Jawab Anggun dan Ferni bersamaan.
"Silahkan" Kata Eli.
"Oke." Jawab Anggun dan Ferni bersamaan lagi.
"Gue duluan." Kata Eli, dan pergi dari taman dengan tangan yang saling bergandeng.
...----------------...
"Mau mampir?" Tawa Eli pada Abi. Saat ini, mereka sedang berada di depan gerbang mension keluarga Prayaga.
"Ia. Aku mampir sebentar aja." Jawab Abi, sambil mengusap puncak kepala Eli.
Abi membunyikan klakson mobilnya, kemudian gerbang terbuka dengan lebar, melihatkan mension Prayaga.
"Ayo." Ajak Eli saat tepat berada di depan mension Prayaga.
Abi turun dari dan mengelilingi mobil untuk membukakan pintu buat Eli.
"Makasih." Kata Eli dengan senyum manisnya.
"Sama-sama sayang." Jawab abi, dan menggandeng tangan Eli. Eli dan Abi jalan beriringan, setibanya di ruang keluarga, "selamat malam." Sapa Eli dan Abi, saat melihat anggota keluarga sedang kumpul.
"Malam." Jawab seluruh anggota keluarga.
"Eh, ada tamu. Ayo duduk." Kata mamah Fana sopan.
"Makasih tante." Jawab Abi dengan senyum tipisnya.
Abi dan Eli duduk bersebelahan, tepat di hadapan mamah Fana dan papah Abson.
"Kamu pacarnya Eli?" Tanya papah Abson.
"Ia." Jawab Abi singkat.
"Kenapa ajak anak saya bolos?" Tanya papah Abson.
"Maaf. Saya hanya ingin menghabiskan waktu bersama pacar saya." Jawab Abi.
"Nama mu siapa nak?" Tanya mamah Fana.
"Abi." Jawab Abi.
"Dari keluarga?" Tanya grandpa Arga.
"Aldebaran." Jawab Abi singkat.
"Cucu satu-satunya Jason Aldebaran?" Tanya grandma Esti.
"Ia. Nenek kenal sama kakek saya?" Tanya Abi pada grandma Esti.
"Ia." Jawab grandma Esti dengan senyumannya.
"Jason dan Nina adalah sahabat kita saat kuliah dulu." Jelas grandpa Arga.
Abi hanya mengagguk sebagai jawaban, sedangkan yang lain hanya menyimak.
"Kalian sekeluarga sampat pindah ke London kan?" Tanya grandpa Arga.
"Ia." Jawab Abi dengan senyum tipisnya.
"Kapan kalian kembali?" Tanya Grandma Esti.
"Kemarin." Jawab Abi lagi.
"Sekarang tinggal di mana?" Tanya grandpa Arga.
"Gang sebelah." Jawab Abi.
"Oh, dekat yah. Kapan-kapan datang ke sini sama keluarga kamu yah." Pinta grandpa Arga.
"Siap kek." Jawab Abi dengan senang, kemudian melihat Eli yang berada di sebelahnya.
"Panggil grandpa aja, kayak Eli." Kata grandpa Arga.
__ADS_1
"Oke grandpa." Balas Abi.
"Ya udah, ayo makan malam dulu. Nanti kita lanjut lagi ceritanya." Ajak mamah Fana, kemudian semuanya menuju ruang makan.