
Bunyi langkah kaki terdengar, inti Clouts, bang Uzi, dan Davin saling pandangan, kemudian.
"Serang!" Komando orang satu.
Abi, bang Uzi, dan Davin melawan orang yang memakai baju berwarna hitam. Sekitar dua puluh orang yang menyerang mereka, dan dengan gampangnya, Abi melawan tujuh orang sekaligus.
Lukas, Zidan, Andre, dan Arya? Mereka sedang ikuti berperang dalam diam, seperti Arya dan Andre yang saat ini sedang memasang jebakan.
"Ayo lompat!" Teriak Arya kemudian berlari dari tempatnya, dan lompat di atas orang dua yang sedang tengkurap mencium tanah.
Andre lari dengan cepat, kemudian lompat dan menduduki orang tiga yang sedang tengkurap sambil mencium tanah.
"Udah mau mati pak?" Tanya Andre.
"Kayak nya udah deh. Loh gak lihat, tanah cium tanah?" Ucap Arya dengan pertanyaan.
"Ia nih, udah bau tanah. Cium tanah juga pula!" Timpal Andre.
Yang di lakukan Arya dan Andre adalah, memasang akar pohon yang kecil, tetapi kuat. Mereka pegang akar tersebut, dan bersembunyi di balik pohon. Jika ada yang lewat, makan itu adalah mangsanya.
"Turun lo bocah!" Teriak orang tiga dengan memberontak kan tubuh nya.
Andre yang ada di atas tubuh orang tiga, ikut bergerak ke arah kana dan kiri, "Diam!" Bantak Andre dan langsung memukul kepala orang tiga.
Arya yang dekat dengan Andre langsung melotot kan matanya. Orang dua yang di duduki Arya juga melotot kan matanya, dan tidak lama.
"Lah, pingsan?" Tanya Arya dengan cengo. Saat orang dua melihat Andre memukul kepala temannya dengan tidak berperasaan, dia langsung pingsan begitu saja.
Beralih ke Lukas dan Zidan, mereka berdua sedang sibuk membantai musuh dengan bersembunyi di balik pohon. Ada yang lewat, berarti itu makanannya, kecuali Abi, bang Uzi, dan Davin tentunya.
"AH!" Teriak orang empat saat dengan tidak sengaja nya Zidan menendang pusaka yang berharga.
"Ais." Ringis Zidan saat melihat orang empat yang sedang menunduk dengan memegang naga kecil nya.
"Lo punya otak gak sih cil?" Tanya orang empat dengan penekanan, tetapi suara nada yang kecil.
"Sorry bang!" Kata Zidan dengan spontan.
"Sorry-sorry! Ini untuk istri gue!" Jawab orang empat dengan kaki yang melangkah mendekati Zidan.
Zidan diam, wajah nya kembali menjadi datar, "Suka-suka gue." Kata Zidan dan kembali menendang benda pusaka nya saat orang empat sudah berada di hadapan Zidan.
"A*u!" Umpat orang empat.
"Bagus juga mulut lo." Kata Zidan, kemudian menonjok rahang orang empat itu.
Orang empat itu terjatuh dengan lemah, sedangkan Zidan menyeringai dengan puas, "Udah tua, bertobat!" Kata Zidan, lalu kembali menyerang yang lainnya.
Beralih ke Lukas, saat ini dia sedang membogem orang lima dengan tidak berperasaan. "Lo! Kenapa ikut kayak ginian?!" Tanya Lukas dengan marah. Tangannya menarik kerah baju orang lima dengan kuat. Sedangkan orang lima sudah tidak berdaya.
"Le-lepas!" Suruh orang itu dengan memberontak, tetapi sayang, kekuatannya tidak sebanding dengan Lukas.
"Jawab gue RIYAN!" Kata Lukas dengan sedikit berteriak di akhir kalimatnya. Wajah Lukas merah padam, mata yang setajam silet, dan urat-urat terlihat jelas di kulit putihnya itu. Sangat jelas, jika Lukas sedang marah besar.
Riyan? Yah, Riyan adalah orang yang di percaya Lukas untuk menjagamu seseorang.
__ADS_1
"Gu-gue terpaksa." Jawab orang lima dengan susah payah.
Lukas melepas tarikan dari kerah baju Riyan dengan kasar, "Jelaskan!" Suruh Lukas dan berdiri dari tempatnya di ikuti oleh Riyan, kemudian berjalan ke belakang pohon yang sedikit jauh dari medan pertempuran.
"Cepat!" Ucap Lukas dengan kasar, orang lima yang di kenal sebagai nama Riyan itu terhentak kaget.
Riyan menarik nafas dalam, kemudian menghembuskan nya dengan pelan, "Dia di culik." Jawab Riyan dengan pelan.
Bugh.
Lukas kembali membogem rahang Riyan hingga membuatnya berpelukan dengan pohon besar.
"Kenapa bisa?!" Tanya Lukas dengan marah.
"Gue gak tahu! Gue hilang kontak sama dia karena ke salah pahaman!" Jawab Riyan dengan menaikan oktaf suaranya.
"Ah! Dia di culik sama siapa?" Tanya Lukas dengan berusaha mengontrol emosinya.
"Bos penculikan di desa Dirgayu." Jawab Riyan dengan menormalkan nada bicaranya.
"Dan lo?" Tanya Lukas yang berusaha mengerti.
"Gue mau selamatkan dia hari ini. Karena hari ini bos gue akan ke desa Dirgayu bersama seluruh anggotanya, mungkin beberapa saja yang akan tunggu untuk menjaga tahan." Jelas Riyan.
"Ke desa Dirgayu? Ngapain?" Tanya Lukas dengan panik, mengingat ada Eli yang berada di desa Dirgayu.
"Mereka mau menyerang geng Clouts. Geng lo." Jawab Riyan dengan serius.
"Tunggu! Ini maksud nya bagaimana?" Tanya Lukas dengan tidak mengerti, pikirannya sedang tidak baik-baik saja saat ini. Bagaimana mengerti dan baik-baik saja? Jika orang yang di rindukan sedang di tahan. Dan Eli yang berstatus adiknya sedang berada di tempat berbahaya?
Lukas diam, tangannya mengepalkan kuat membuat urat-urat nya terlihat jelas, "Anes?" Tanya Lukas dengan datar.
"Yah! Orang yang pernah membuat salah satu keluarga lo masuk ke dalam ruang operasi." Jawab Riyan yang membenarkan pertanyaan Lukas.
"Ngapain?" Tanya Abi dengan datar. Saat ini, inti Clouts, bang Uzi, Davin, sedang berdiri di hadapan Lukas dan Riyan.
"Kerja sama dengan pencuri?" Tanya Andre dengan datar.
Arya memegang bahu Andre, "Kontrol diri lo." Ucap Arya dengan pelan.
Andre menarik nafasnya dengan rakus, lalu menghembuskan nya dengan pelan, "Sorry." Ucap Andre pada Lukas dan Riyan.
"Di maklumi. Jiwa psikopat Andre kambuh tadi." Kata Arya.
Jiwa psikopat? Yah, Andre memiliki jiwa psikopat dari umur delapan tahun, itu semua terjadi karena melihat adik sepupu laki-laki yang di bunuh dengan sadis oleh orang tua sahabatnya.
"Berapa?" Tanya Lukas.
"Tiga. Karena yang lainnya Abi, bang Uzi, dan Davin yang urus.
Lukas mengangguk, "Dia Riyan." Ucap Lukas dengan memperkenalkan Riyan.
"Oh. Halo bro!" Sapa Arya.
"Halo." Jawab Riyan dengan tersenyum, membuat lesung pipinya terlihat jelas.
__ADS_1
"Jadi?" Tanya Abi.
"Jelaskan." Suruh Lukas pada Riyan.
Riyan memutar bola matanya dengan malas, "Pemalas berbicara seperti ini. Miskin langsung karena bayar kalau berbicara." Pikir Riyan.
"Gue jadi anak buah supaya bisa tolong Jihan dan yang lainnya. Karena bos dan anggota yang lainnya akan ke desa Dirgayu.
"Kenapa?" Tanya Abi.
"Apanya?" Tanya Riyan yang tidak mengerti.
"Kenapa lo mau tolong." Jelas Arya membuat kening Riyan berkerut.
"Salah konsep!" Ucap Andre dengan menoyor kepala Arya yang sok tahu itu.
"Lalu?" Tanya Arya.
"Kapan bos lo ke desa Dirgayu?" Tanya Zidan menggunakan kalimat poin dari Abi.
"Nanti" Jawab Riyan.
"Ngapain?" Tanya Zidan.
"Nyerang geng lo." Jawab Riyan dengan menatap Abi serius.
"Kenapa?" Tanya Abi.
"Kalau itu gue gak tahu." Jawab Riyan.
"Siapa ketua lo?" Tanya Abi.
"Anes." Jawab Riyan.
Zidan dan Abi saling pandang, "Adiknya Hanes?" Tanya Abi dan Zidan bersama.
"Yah." Jawab Riyan.
"Serang!" Teriak orang satu.
Inti Clouts, bang Uzi, Davin, dan Riyan saling pandang, kemudian mengambil tempat masing-masing.
"Kebanyakan ngomong tadi! Sekarang kita berhadapan dengan tangan kanannya." Ucap Riyan dengan kesal.
"Anjay! Belum jalan maju, udah ada aja makhluk nya." Ucap Arya dengan tidak habis pikir.
"Kayaknya kita akan kalah." Ucap Zidan.
"JANGAN BANYAK BICARA! AYO LAWAN!" Teriak orang satu.
"Gak ada cara lain!" Ucap Abi dan langsung berlari untuk memusnahkan musuh nya.
"Ayo!" Ajak Lukas, dan ikut bertempur dengan para musuh.
Dan peperangan besar di tengah hutan pun telah terjadi.
__ADS_1
Bersambung....