Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story
Dua Puluh Tiga


__ADS_3

"Sayang, maaf yah." Mohon Abi.


Kini, mereka berdelapan berada di kantin. Jam istirahat sudah berbunyi dari sepuluh menit yang lalu.


Soal Abi, dia masih meminta maaf pada sang ke kasih. Soal Ferni dan Anggun, mereka lagi makan dengan santai. Soal Arya dan Andre, mereka lagi duduk tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Soal Zidan dan Lukas, mereka lagi serius dengan hp masing-masing, tidak perduli dengan drama di depan mereka.


"Sayang, aku minta maaf yah." Mohon Abi lagi. Saat ini, Eli sedang makan baksonya dengan lahap, tanpa memperdulikan Abi yang memohon maaf sedari tadi.


"Sa-" Perkataan Abi harus terpotong dengan ucapan Lukas.


"Abi, lo di tantang balapan malam nanti." Kata Lukas dengan serius.


"Sama?" Tanya Abi datar.


"Rio." Jawab Lukas sambil menatap Eli, yang sedang diam.


Abi ikut menatap Eli yang berada di sampingnya. Begitupun dengan Anggun, Ferni, Andre, Arya, Zidan dan Lukas.


"Kenapa?" Tanya Eli sambil menaikan satu alisnya.


"Lo yang kenapa?" Tanya Ferni.


"Tiba-tiba diam." Lanjut Anggun.


Eli hanya diam kemudian melanjutkan makannya tanpa niat menjawab.


"Gue gak mungkin terima untuk saat ini." Batin Abi yang masih bisa di dengar oleh Eli.


"Uh, pacar siapa sih?" Batin Eli dengan gemas.


"Terima gak?" Tanya Zidan.


"Lo anak motor?" Tanya Anggun.


"Yah." Jawab Arya singkat.


"Siapa yang nanya lu kecebong?" Tanya Anggun sambil menjitak kepala Arya.


"Emang salah?" Tanya Arya sambil mengusap dahinya yang habis di jitak.


"Ia lah. Gue kan nanya sama Abi. Bukan lo!" Sambar Anggun.


"Dih, dia kan sahabat gue. Lagian nih yah, gue pasti juga anak motor." Jawab Arya dengan menepuk-nepuk dadanya.


"Ia. Secara, muka lo kayak kenalpot!" Kata Anggun sambil tertawa terbahak-bahak.


"Cantik pisan." Batin Arya sambil tersenyum tipis.


Eli yang mendengar batin Arya hanya bisa memberikan rasa kasihan. "Cinta segi tiga." Batin Eli.


"Lo anak motor Abi?" Tanya Anggun lagi pada Abi, dan hanya di jawab Anggukan kepala.


"Ada anggota?" Tanya Ferni penasaran.


"Ia lah Ferni! Ini kan manusia. Pasti mereka anggotanya." Kata Anggun sambil menunjuk Lukas, Zidan, Arya dan Andre.


"ANGGOTA INTI." Seru Lukas dkk bersamaan. (Lukas, Zidan, Andre, Arya.)


"Masa sih?" Tanya Anggun yang tidak percaya.


"Lo gak ingat, waktu si kecebong live?" Tanya Fani pada Anggun.


"Tunggu!" Kata Arya sambil merentangkan tangannya ke arah Ferni, yang duduk di sampingnya. "Kecebong yang lo maksud siapa?" Lanjutnya bertanya.


"Yah lo lah!" Jawab Ferni cepat.


"Kenapa lo panggil gue kecebong?" Tanya Arya yang berusaha sabar.


"Suka aja." Jawab Ferni enteng.


"Lo suka gue yah?" Goda Arya pada Ferni.


"Dih! Mana ada!" Seru Ferni.


"Awas loh Fer, kemakan omongan sendiri." Peringat Anggun dengan senyuman.


"Dih. Lo apa-apaan dah?" Tanya Ferni yang malas dengan Anggun.


"Gak." Jawab Anggun dan kembali melanjutkan makannya.


"Nama geng motor kalian apa?" Tanya Ferni.


"Lo mau tahu?" Tanya Arya.


"Kalau gak. Gue gak bakalan tanya." Kata Ferni yang berusaha sabar.

__ADS_1


"Pengen tahu banget?" Tanya Arya lagi yang tidak di jawab. Ferni malah melanjutkan makannya.


"Emang apa?" Tanya Anggun sambil berbisik.


"Kasih tahu gak?" Tanya Arya pada para sahabatnya.


"Kasih tahu aja." Jawab Andre.


"Bagaimana bos?" Tanya Arya pada Abi.


"Mereka sahabat pacar gue." Jawab Abi yang membuat Arya bingung.


"Mereka kan sahabat bu bos. Jadilah boleh!" Kata Andre yang menerjemahkan bahasa Abi.


"Cepat atau lambat, pasti semua akan tahu." Kata Zidan.


"M." Dehem Lukas yang menyetujui perkataan Zidan.


"Clouts." Kata Arya sambil berbisik.


BRAK.


Anggun menggebrak meja sambil berdiri, membuat mereka saat ini menjadi pusat perhatiaan. Ferni dengan cepat menarik Anggun untuk kembali duduk.


"Serius?" Tanya Ferni dan Anggun bersama.


"Yah." Jawab Arya.


Ferni dan Anggun menatap Lukas, Zidan dan Andre. Seolah bertanya lewat tatapan, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh mereka.


"Astaga. Dan jangan bilang Abi ketuanya." Kata Anggun yang masih kaget.


"Abi emang ketuanya." Jawab Andre santai.


Brak.


Kini giliran Ferni yang menggebrak meja, tetapi tidak berdiri seperti Anggun. Namun tetap, warga AR yang berada di kantin menatap mereka.


"Jadi, alasan kecebong sering panggil Eli dengan sebutan bu bos ini?" Tanya Eli memastikan, sambil menatap kelima pria yang satu meja dengannya saat ini.


Arya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Muka ganteng gini di panggil kecebong? Matanya burik keknya. Pikir Arya.


"Ia." Jawab Andre.


"Jadi, geng yang di sembunyikan intinya, berada di sini? Sama kita? Sekarang?" Tanya Anggun yang masih belum percaya.


Oh ayolah, geng Clouts itu sangat terkenal, dan pernah menghilang. Sudah di jelaskan bukan?


Abi dan Eli sama sekali tidak menghiraukan mereka yang masih membicarakan soal geng Clouts.


"Sayang, aku minta maaf yah." Mohon Abi. "Kamu mau apa? Supaya bisa maaf kan aku?" Tanya Abi.


Eli sempat mempertimbangkan perkataan Abi barusan. Mungkin bisa gue abisin uangnya. Pikir Eli yang berusaha menahan senyumnya.


"Sayang. Jawab dong, jangan diam aja." Pinta Abi.


"Aku mau es krim. Malam, jam tujuh, jemput di rumah." Jawab Eli.


"Siap ibu negara." Jawab Abi semangat.


"Ini masih satu permintaan." Kata Eli.


"Berapa pun permintaan kamu, akan Aku turuti, selagi bisa. Kamu dunia aku, sesudah bunda." Jawab Abi dengan senyuman manisnya.


"OMG! Abi ganteng banget!" Batin Anggun.


"Ingat, pacar sahabat lo!" Batin Ferni.


"Fix! Idaman!" Seru Ferni dan Anggun bersama.


...----------------...


"Gue gak akan biarkan dia bahagia gitu aja." Kata cewek 1.


"Gue juga gak suka sama dia." Kata cewek 2.


"Terlalu menebar pesona!" Kata cewek 3.


"Besok, kita akan melakukan permainan." Kata cewek 1.


"Lo diam aja. Kenapa?" Tanya cewek 3.


"Gak." Jawab cewek 4, dan berlalu dari sana.


"Aneh." Kata cewek 2.

__ADS_1


...----------------...


Aduh, Leo ganteng banget.


Davin juga ganteng loh!


Cakra keren!


Panji aduh. Aku pada mu!


Devin cool.


Leo, ganteng pisan uy!


Devin jangan dingin-dingin amat!


Cakra jangan jadi buaya darat! Soalnya muka lo kayak kera!


"Bwahahaha! Kayak Kera njir!" Seru Panji sambil memegang perut nya yang terasa keram.


"Diam lo!" Kata Cakra dan berjalan menuju orang yang mengatai dirinya adalah kera.


"Maksud lo apa?" Tanya Cakra pada seorang gadis yang sedang duduk sambil makan mie ayam dengan santai. Dia, Karista Anastasya, panggilan nya Rita. Rita adalah gadis yang cantik, tinggi, dan sedikit berisi. Kelas XII IPS 1, Queen karate. Rita adalah gadis yang membawa nama sekolah, dengan prestasi karate miliknya.


"Gak papa." Jawab Rita cuek.


"Bilang aja lo cemburu." Kata Cakra sambil menoel pipi chubby milik Rita. Dengan cepat, Rita melintir kan jari telunjuk Cakra.


"Sakit Rita!" Seru Cakra.


"Jari lo, gak pantas nyentuh pipi gue." Kata Rita dengan penekanan.


"Yah sorry. Lepasin sakit ini." Kata Cakra yang memohon.


Rita mendekat kan bibirnya pada telinga Cakra. Membuat Cakra seketika merinding, "inti Clouts kok lemah." Bisik Rita, kemudian melepaskan jari Cakra dengan kasar, lalu lanjut makan mie ayam dengan santai.


"Mantan mah pasti cemburu." Kata Cakra dan dengan cepat berlalu dari hadapan Rita.


Sedangkan Rita? Hanya bisa tersenyum kecut. Mantan? Yah, Rita adalah mantan pertama Cakra, sang buaya darat. "Kesalahan gue itu! Pernah punya hubungan sama lo. Karena itu sebenarnya gak boleh." Batin Rita dengan sedih.


...


Hello. Mau bilang apa nih sama mereka?


**1. Eli.



Abi.


Ferni.


Anggun.


Lukas.


Arya.


Cakra**.



1. Siapa Lukas?


2. Siapa cewek 1 sampai 4 itu?


3. Rio itu siapa?


4. Apa maksud dari Rita?


**5. Apa Cakra akan tetap memperjuangkan Anggun?



Apa Arya akan mengukir nama Anggun di hatinya?


Apa Ferni menyukai salah satu dari kelima murid baru itu? (**Abi, Lukas, Zidan, Andre, dan Arya.)


Dll.




***Thanks buat yang usah mampir***.

__ADS_1


__ADS_2