
Saat ini, Abi sedang berada di rooftop sekolah, duduk di kursi sambil memutar-mutarkan rokok di antara jari telunjuk dan tengah.
Kegiatan yang di lakukan Abi saat ini, hanya untuk menenangkan diri. Mungkin bisa dihitung, berapa kali dia merokok, karena apa? Abi selalu mencatatnya di buku khusus pemberian seseorang. Siapa lagi kalau bukan kekasihnya, Eli, alias Elena?
Abi melihat rokok yang di apit dengan kedua jarinya, "sembilan puluh sembilan." Kata Abi lalu menghisap kembali rokoknya.
"Yang ke berapa sekarang bos?" Tanya Arya yang tiba-tiba datang.
Abi mengeluarkan asap yang tertahan di mulutnya, "sembilan puluh sembilan." Jawabnya.
"Artinya?" Tanya Arya, sambil duduk di samping Abi.
"Makan permen." Jawab Abi malas.
"Berapa banyak bos?" Tanya Arya dengan nada menggodanya.
"Sembilan puluh sembilan kali." Jawab Abi lagi.
"Sabar. Itu harus di tanggung. Salah sendiri merokok lagi." Kata Arya.
"M." Balas Abi, lalu menjatuhkan rokoknya di bawa, kemudian menginjaknya agar mati.
"Wish, ngapain nih?" Tanya Andre yang tiba-tiba muncul dari pintu rooftop.
"Ngapain?" Tanya Arya pada Andre.
"Berenang." Jawab Andre asal.
"Di sini gak ada kolam." Jawab Arya.
"Gue bercanda dodol!" Seru Andre malas.
"Lukas sama Zidan mana?" Tanya Arya.
"UKS." Jawab Andre dengan menatap Abi yang memiliki wajah kusut saat ini.
Dert... Dert... Dert...
Getaran hp milik Andre berbunyi, membuat Abi dan Arya menatap dengan bingung. Bukankah ini jam pelajaran, pasti gak akan ada yang telpon. Pikir mereka berdua, karena saat ini, jam pelajaran sedang berlangsung. Kenapa mereka berpikir seperti itu? Karena mereka tahu, Andre selalu memberikan jadwal pada seseorang yang mau menelponnya. Mau itu penting, atau tidak, jika langgar maka akan langsung di blokir, itu adalah ancaman Andre. Dan terbukti jika itu bukan hanya sebuah kata-kata. Kecuali, Inti Clouts dan anggotanya.
Abi dan Arya berpandangan saat menyadari sesuatu. Salah satu geng Clouts? Pikir mereka.
"Bos!" Panggil Andre membuat Abi dan Arya kaget.
Abi berdiri dari duduknya, diikuti Arya. Mereka menatap Andre dengan serius, menunggu apa yang akan di katakan selanjutnya.
"Serius amat." Kata Andre dengan santai, kemudian jalan mendekati Arya, lalu duduk di sampingnya.
"Kenapa? Siapa yang telpon lo?" Tanya Arya serius.
"Gak ada. Itu tadi dari tokoh permen." Jawab Andre dengan santai, membuat Abi dan Arya memasang wajah datarnya.
"Gue kira apaan!" Kata Arya sambil memukul pundak Andre dengan keras.
"Sakit njir!" Kesal Andre. "Emang lo pikir apaan?" Tanya Andre pada Arya dengan tangan yang mengelus-elus pundaknya.
"Gue kira dari geng Clouts." Jawab Arya lalu menduduki kursi dengan kesal.
Abi berjalan mendekati pembatas rooftop, tidak mau mendengar perdebatan sahabatnya itu.
"Lo marah sama gue?" Batin Abi dengan sedih.
Dert... Dert... Dert...
Getaran hp Abi yang berada di saku celana sekolah, membuatnya segera mengambil.
"Bayu?" Tanya Abi bingung.
Hello bang! Jawab orang di sebrang sana terlebih dahulu.
"Apa?" Tanya Abi.
"Warjok di serang!" Kata Bayu dengan panik.
"M." Jawab Abi datar, dan langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
"Kenapa?" Tanya Arya dan Andre bersamaan saat melihat tangan Abi yang mengepal kuat.
"Warjok di serang!" Jawab Abi dangan langkah yang tidak berhenti melangkah.
"******! Siapa yang serang?" Tanya Arya pada Andre.
"Gak tahu." Jawab Andre.
"Eh! Gue Kasih tahu Lukas sama Zidan dulu di UKS!" Kata Arya dan berlari menuju pintu rooftop, kenapa gak nyampe-nyampe? Pikir Arya bingung.
"Anjrot!" Ternyata lo tarik kera gue?!" Kesal Arya saat tahu Andre menarik kera seragamnya.
"Lo bisa telpon!" Tajam Andre lalu keluar dari rooftop sambil berlari kecil.
__ADS_1
"Ogeb gue!" Kata Arya pada dirinya sendiri. Arya mengambil hp nya, mengotak-atik lalu menempelkan pada telinga.
M. Jawab di sebrang sana.
"Warjok di serang! Gue mau nyusul Abi sama Andre." Kata Arya lalu mematikan telponnya.
Dengan berlari cepat, Arya menuju parkiran. Saat sampai di parkiran, sudah tidak ada kedua sahabatnya. Arya menaiki motornya, memakai helem lalu keluar dari pekarangan sekolah dengan kecepatan tinggi. Gue tahu, ini pasti kerjaannya Arnol, sampai gerbang nya gak ada begini, alias JEBOL. Pikir Arya yang tidak nyangka pada adik kelas nya itu.
"Mau kemana dia?" Tanya seseorang yang berada di pos satpam sekolah.
...----------------...
"Abang mau ke Warjok." Jawab Zidan.
"Kenapa?" Tanya Eli bingung.
"Ada penyerangan mendadak." Jawab Zidan.
"Ayo." Ajak Lukas dan berjalan menuju Eli.
Cup.
Kecupan dari Lukas mendarat di kening Eli.
"Hati-hati." Kata Eli.
"Siap." Jawab Lukas dan Zidan bersama, lalu keluar dari ruang UKS.
...----------------...
"Weh! Apa-apaan ini?" Tanya Andre dengan nada tinggi nya.
Saat ini, Abi dan Andre sudah tiba di Warjok. Warjok adalah singkatan dari warung pojok, karena tempatnya yang paling pojok, serta memiliki halaman yang luas. Warjok merupakan tempat kedua setelah markas, untuk geng Clouts nongkrong bersama. Saat bolos, istirahat, sekedar lewat, atau sepakat untuk berkumpul di satu tempat.
"Wah, datang juga mereka." Kata seorang pria yang memiliki tubuh cukup besar. Sebut saja dia, Ucup.
Abi melihat, warjok yang sudah hancur, dan teman-temanya yang babak belur, membuatnya geram di tempat.
"Apa maksud lo nyerang tempat gue?" Tanya Abi dengan penuh penekanan, urat-uratnya sangat terlihat jelas di tangan Abi.
"Tempat lo? Ini tempat gue! Sekarang gue yang akan menempati tempat ini! Lo hanya anak ingusan, gak usah sok-sokan mau jadi geng motor! Belajar aja yang bener, kerjakan tugas cepat, supaya tidak menumpuk!" Kata Ucup sambil menghayati.
"Lebih baik, itu di katakan pada anak Anda." Kata Arya yang tiba-tiba datang.
"Maaf, anak gue masih kecil." Jawab orang tadi.
"Bacot!" Kata temannya, sebut saja, Udin.
"Dih! Lo kok sewot?!" Tanya Arya yang juga ikut sewot!
"SERANG!" perintah Ucup, membuat anak bukannya menyerang Abi, Andre, dan Arya secara mendadak.
Banyak penyerangan yang dilakukan geng baru itu, jumlahnya lebih banyak dari geng Clouts.
"CK! Mainnya pakai senjata! Banci!" Kata Arya yang terus membabi-buta lawannya.
"Lo kok cari gara-gara sih!" Kata Andre dengan menyerang lawannya.
"Gue, teman-teman, dan si bos mau cari tongkrongan saja." Jawab lawannya Andre.
"Tapi gak di sini juga! Lo kan tahu, tempat ini udah di kuasai orang lain." Kata Andre dengan sewot.
"Tempat ini sangat bagus. Jadi kita mau merebutnya." Jawab lawannya Andre.
"Banyak bacot! Rasain nih!" Kata Andre lalu menghajar lawannya bertubi-tubi.
"Lo salah cari lawan." Kata Ucup pada Abi.
"Lo yang salah." Kata Abi.
"Lo akan mati di tangan gue." Kata Ucup, kemudian mengambil pisau lipatan yang di sembunyikannya. Ucup menggores lengan Abi dengan sedikit dalam.
Abi membalasnya dengan menghajar wajah Ucup. Begitupun selanjutnya, saling membalas.
"Ramai!" Kata Zidan yang sudah tiba bersama Lukas.
"Anak-anak yang lain mana?" Tanya Lukas.
"Sepertinya belum datang." Jawab Zidan.
"M. Ayo cepat!" Kata Lukas dan berlari untuk menghajar lawan.
Peperangan terus berakhir, hingga.
Bugh.
Ucup jatuh di tanah, pisau lipatanya sudah terlempar, entah berada dimana.
"Lo kalah." Kata Abi, sambil menaikan kakinya di atas dada Ucup.
__ADS_1
"Lo salah cari lawan." Kata Abi dengan penuh penekanan.
"Ampun-ampun. Gue akan pergi." Kata Ucup dengan memohon.
"Lo akan cari, yang belum di tempati." Kata Abi.
"Hahaha, siapa lo? Intinya, gue akan pergi dari tempat lo kan?" Tanya Ucup yang berusaha untuk berbicara. Tekanan yang berada di dada Ucup membuatnya menjadi sesak.
"Gue?" Tanya Abi.
"Yah! Lo siapa? Beraninya menyuruh gue untuk tidak ambil tempat orang lain. Intinya kan gue gak ambil tempat lo." Kata Ucup.
"Kalau gue bilang penguasa jalanan?" Tanya Abi dengan smirknya.
"Gue gak percaya! Anak ingusan kayak lo penguasa jalanan?" Tanya Ucup dengan tawa remeh nya. "Mimpi!" Lanjut Ucup yang membuat Abi meninju wajah Ucup sampai berdarah.
Abi jalan ke tengah-tengah pertarungan dengan menyeret Ucup yang sudah tidak berdaya.
"GUE KETUA CLOUTS!" kata Abi dengan lantang, membuat pertarungan berhenti, dan menjadi hening.
Ucup yang mendengar perkataan Abi menjadi tegang, dia menatap Abi dengan tidak percaya Anak ingusan ini? Pikir Ucup.
"CLOUTS KEMBALI!" Lantang Abi.
"CLOUTS!" Serempak geng Clouts, membuat para lawan menjadi tegang.
"Pergi, dan sebarkan, Clouts telah kembali." Perintah Abi pada Ucup.
"Ayo!" Komando Ucup, dan berlalu dari sana.
"Bawa ke RS luka yang parah." Perintah Abi pada anggotanya.
"Siap." Jawab Anggota Clouts.
Abi dan sahabatnya berjalan ke arah dalam warung.
"Akang! Akang gak papa?" Tanya Arya pada Akang Majid, pemilik warung itu, umurnya sekitar tiga puluh empat tahun.
"Gak papa den. Akang tadi di lindungi sama Bayu." Jawab Akang Majid.
"Syukurlah." Jawab Andre den Arya bersama.
"Bereskan." Suruh Abi pada anggotanya yang baru tiba.
Tiga puluh menit berlalu, tempat yang tadi untuk berperang, kini sudah seperti baru di buka.
"Maaf bang, kita telat. Tadi kita di cegah sama guru." Kata Budi yang tidak satu sekolah dengan Abi beserta para sahabat.
"M." Jawab Abi. "Mulai besok, pakai jaket kebanggaan Clouts." Lanjut Abi.
"Kehadiran Clouts besok, akan menggemparkan kota." Kata Zidan dengan smirknya.
"Supaya kalau dalam kondisi tadi, Clouts akan di biarkan. Clouts tidak akan pernah tunduk, selama itu adalah hal yang salah." Kata Lukas tegas.
"Clouts pembela kebenaran!" Kata Andre dengan mengepalkan tangannya di udara.
"CLOUTS, BERJAYA!" Teriak Arya.
"Jaya." Serempak anggota Clouts.
...
**Hello, mau bilang apa nih sama mereka pada part ini?
Eli.
Abi.
Lukas.
Arya.
Andre.
Dll**.
***Thanks buat kalian yang udah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak***.
***Salam hangat***,
***Fea***.
__ADS_1