
Flashback on.
"Di mana dia?" Tanya seorang gadis cantik.
"Dia sudah pergi." Jawab seorang pria paruh baya.
"Ke mana?" Tanya gadis itu lagi, setelah beberapa menit terdiam.
"Maaf, tetapi dia tidak mau memberi tahu mu." Jawab pria paruh baya itu. Gadis itu hanya diam, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Permisi." Kata gadis itu, lalu pergi dari tempat tersebut.
Flashback off.
"Aku sangat membencimu." Kata seorang gadis, yang saat ini sedang berada di rumah pohon.
...----------------...
"Eli, loh dari mana aja?" Semalam keluarga lo cariin." Kata Anggun.
Saat ini, Eli, Ferni dan Anggun sedang berada di kelas. Kelas XI IPA 3 sedang jam kosong, jadinya mereka bebas melakukan apapun. Eli yang merebahkan kepalanya di atas lipatan tangan. Ferni yang bermain game di ponselnya. Sedangkan Anggun, terus berbicara tanpa henti, mulai konsernya BTS, para cowok di sekolah tetangga, sampai para duda yang sedang berkumpul di warung.
"Lo gak capek bicara terus?" Tanya Ferni yang risih mendengar suara membahana milik Anggun.
"Capek sih, tapi gue tetap semangat." Kata Anggun dengan mengepalkan tangannya di udara.
"Eli lagi gak mood kayaknya." Kata Ferni sambil melihat Eli yang sedari tadi diam.
"Kalau ada masalah, cerita aja." Suruh Anggun sambil memegang pundak Eli. "Loh! lo demam El?" Tanya Anggun dengan kaget.
"Berisik." Kesal Eli, karena tidur nya terganggu. Eli mendudukkan dirinya dengan benar.
Ferni menempelkan punggung tangannya pada kening Eli, "lo demam." Kata Ferni.
"Ayo ke UKS." Ajak Anggun.
"Gak!" Tolak Eli dengan malas.
"Ayo!" Ajak Ferni sambil berdiri.
"Gak." Jawab Eli lagi.
"Manusia!" Umpat Eli.
"Dalam keadaan sakit gini lo masih bisa ngumpat?" Tanya Ferni gak percaya.
"Keras kepala." Sinis Anggun.
"Lagian gue udah bilang." Jawab Eli sambil melepas kan tangannya dengan kasar dari genggaman Ferni dan Anggun. "Gak. Artinya gak!" Tekan Eli ambil berdiri dari duduknya.
"Mau kemana lo?" Tanya Ferni dan Anggun bersama, tetapi tidak Ada jawaban dari Eli.
"Tuh anak keras kepala banget." Kesal Anggun.
Eli terus berjalan, tanpa mendengarkan perkataan sahabatnya. Sampai di depan pintu kelas, Eli memegang dinding, dengan tangan satunya memegang kening yang teramat pusing. penglihatan mulai buram, dan kegelapan mengambil ahli, kemudian.
Bruk.
"Eli!" Teriak kelas XI IPA 3 dengan kompak.
Eli tidak jatuh di lantai yang dingin. Namun di dekapan seseorang yang sangat dibencinya. Dia, Leonald Felix Mith.
"Leo! Cepat bawa ke UKS!" Pinta Anggun panik.
"Cepat! Gak usah tatap-tatap dia!" Kesal Ferni.
Leo yang tersadar, segera membawa Eli ke UKS dengan Cara menggendong ala bridal style.
"Le-" Perkataan Monik yang terhenti, saat melihat Leo menggendong Eli. Tangan nya tanpa sadar mengepal, sampai urat-uratnya terlihat jelas.
"Jangan mulai drama!" Peringat Ferni dengan penekanan, kemudian mengikuti langkah Leo.
"Awas aja lo!" Geram Monika.
...----------------...
"Mending lo pergi sekarang. Gue sama Anggun masih mampu jaga dia." Kata Ferni, yang menyuruh Leo untuk pergi, saat sudah meletakan Eli di brankar UKS.
"Gue di sini." Kata Leo datar.
"Cabut!" Suruh Anggun dengan mata tajamnya.
"Ini UKS!" Peringat Leo.
"Karena itu lo keluar! Adanya lo di sini, buat Eli tambah sakit!" Kata Anggun dengan sinis.
"Gak." Kata Leo, dan berjalan untuk duduk di samping brankar Eli.
"Gue panggil dokter dulu." Pamit Ferni, kemudian keluar dari UKS.
Anggun berjalan ke arah brankar yang berada di samping Eli, kemudian merebahkan dirinya. "Gue rasa untuk pura-pura sakit pas pelajaran Matematika bisa deh." Batin Anggun.
Leo menggenggam tangan Eli yang terasa panas, sambil mengelus keningnya dengan sayang.
"Cepat sembuh." Kata Leo dengan pelan. "Kenapa gue khawatir sama lo?" Lanjutnya sambil tersenyum miris.
"Apa gue suka sama lo?" Tanya Leo lagi dengan pelan. "Di saat lo nya udah menjauh?" Tanyanya lagi, kemudian menundukan kepalanya.
"Cih! Mangkanya, jangan sok-sokan!" Kata Anggun yang mendengar perkataan Leo.
"Permisi." Kata seorang dokter dengan paras yang anggun.
"Silahkan." Kata Leo, sambil menjauh dari brankar Eli.
"Lo ngapain tidur di sini?" Tanya Eli pada Anggun yang sedang merebahkan dirinya.
"Capek gue." Kata Anggun dengan dramatis.
"Eleh. Sok capek! Emang lo habis ngapain?" Tanya Ferni.
__ADS_1
"Abis ma- Eh." Kata Anggun yang terputus karena kaget.
"Apa?" Tanya Ferni.
"Nanti sore kita ke kebun bintang yok!" Ajak Anggun dengan suara yang besar. Membuat seluruh orang yang berada di ruangan tersebut kaget.
"Suaranya." Tegur Ferni.
"UKS." Kata Leo datar dan singkat.
"Jangan berisik. Eli harus banyak istirahat." Kata dokter tersebut.
"Ais. Maaf." Kata Anggun dengan meringis.
"Dia harus banyak istirahat. Jangan biarkan dia saat ini untuk banyak berpikir. Sepertinya Eli sangat banyak pikiran, hal itu yang membuatnya tertekan sampai sakit sekarang." Kata bu dokter.
"Oke bu." Jawab dua siswi, dan satu siswa.
"Baik. Saya permisi." Kata dokter tersebut dan keluar dari UKS.
Leo melangkahkan kakinya kembali untuk mendekati brankar Eli.
"Lo sebaiknya balik." Kata Anggun. "Gue capek suruh lo balik dari tadi, tapi gak di hiraukan." Lanjut Anggun dengan kesal.
"Jawaban gue tetap sama." Kata Leo sambil mendudukkan dirinya pada kursi yang tepat di samping brankar Eli.
"Lo punya pacar." Kata Ferni. "Temui pacar lo!" Lanjutnya.
"Entar ngamuk lagi." Kata Anggun.
"Terus fitnah sahabat gue." Lanjut Ferni.
Leo diam di tempatnya, tidak mau ambil pusing dengan perkataan dua gadis yang berada di belakangnya. Leo mengambil pergelangan tangan Eli untuk di genggamnya.
"Tadi gue lihat dia marah, pas lo gendong Eli untuk bawa ke UKS." Kata Ferni pada Leo.
Leo melepaskan pergelangan tangan Eli, lalu bangkit berdiri kemudian menghadap dua gadis yang sedang bermain hp.
"Titip Eli." Kata Leo dan langsung berbalik untuk melangkah meninggalkan ruang UKS.
"Tanpa di minta." Jawab Ferni dan Anggun bersama.
Saat Leo sudah keluar dari UKS, Ferni dan Anggun saling pandang dengan muka datar mereka.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
"Bwahahaha!" Tawa Ferni dan Anggun bersama.
"Emang dia siapa?" Tanya Anggun yang masih tertawa sambil memegang perutnya.
"Nyesel gak?" Tanya Ferni dengan sisa tawanya.
"NYESELAH! MASA GAK!" Kata Ferni dan Anggun kompak.
"Kapan lo sadar?" Tanya Anggun.
"Dari lo nyuruh Leo keluar." Jawab Eli dengan mata yang masih tertutup.
"Lo mau makan?" Tanya Ferni.
"Gak." Jawab Eli.
"Terus?" Tanya Anggun.
"Keluar." Jawab Eli.
"Lo baru sadar, main keluar aj-" Perkataan Anggun yang terpotong.
"Kalian." Jawab Eli malas.
"Ngusir?" Tanya Ferni.
"Gak." Jawab Eli.
"Lalu?" Tanya Ferni dan Anggun.
"Gue mau sendiri." Kata Eli dan menatap kedua sahabatnya dengan memohon.
"Oke. Ada apa-apa, langsung telpon." Peringat Ferni.
"M." Jawab Eli.
"Kita keluar dulu." Kata Anggun lalu mendorong bahu Ferni untuk jalan terlebih dahulu.
Saat Ferni dan Anggun keluar, Eli kembali menutup matanya, rasanya sangat hampa. Sangat-sangat hampa hidup Eli. Air keluar begitu saja dari mata Eli yang tertutup.
"Rindu." Kata Eli dengan lirih.
...----------------...
"Loh, bu bos mana?" Tanya Arya.
Saat ini, mereka sedang berada di kantin. Bel istirahat sudah berbunyi dari sepuluh menit yang lalu.
"UKS." Jawab Anggun sambil memakan baksonya.
"Bu bos sakit?" Tanya Andre dan Arya bersama.
"Yah." Jawab Anggun.
Tanpa berkata lagi, Abi, Lukas, Zidan, Andre, dan Arya pergi ke UKS.
"Gak ada kata 'terimakasih?'." Kata Anggun dengan muka yang cengo, saat melihat inti Clouts yang pergi begitu saja.
"Makan." Suruh Ferni.
__ADS_1
Ferni dan Anggun kembali makan dengan tenang, hingga.
"Kita boleh gabung?" Tanya suara halus seorang gadis.
Ferni dan Anggun mengangkat wajah mereka, agar bisa melihat siapa yang bertanya.
"Boleh gak?" Tanya Cakra. Yah, mereka abang twins dan sahabatnya, beserta Monika.
Ferni dan Anggun saling pandang, kemudian meminum minuman mereka.
"Diam artinya ia." Kata Panji.
"Silahkan." Jawab Ferni dan Anggun bersama.
Abang twins dan sahabatnya beserta Monika duduk di hadapan Ferni dan Anggun.
Ferni dan Anggun berdiri saat mereka duduk.
"Mau kemana?" Tanya Cakra.
"Pergi." Jawab Ferni dan Anggun lalu segera melangkahkan kaki mereka.
"Gimana Eli?" Tanya Leo saat Ferni dan Anggun akan melangkahkan kaki mereka.
Semua yang berada di meja itu menatap Leo dengan bingung. Ferni dan Anggun menatap Leo, "sangat baik, saat lo keluar." Jawab Ferni.
"Emang Eli kenapa?" Tanya Panji.
"Sakit." Jawab Anggun, lalu menjauhi mereka di ikuti Ferni.
"Sakit apa?" Tanya bang Davin pada Leo.
"Demam." Jawab Leo.
"Itu yang tadi kamu gendong kak Eli?" Tanya Monika.
Bang Devin menatap Monika dengan bingung, "gendong?" Tanyanya.
"Ia." Jawab Monika dengan nada sedih.
"Dia kakakmu kan?" Tanya Panji.
"Ia." Jawab Monika.
"Pacar lo hanya nolong." Kata Panji lalu pergi ke stand makanan.
"Benar?" Tanya bang Devin pada Leo.
"M." Jawab Leo dengan cuek.
"Tapi, aku cemburu." Kata Monika dengan menunduk.
"Terserah." Jawab Leo, dan pergi keluar dari kantin.
"Leo marah bang?" Tanya Monika pada bang Devin.
"Udah, biarin aja. Moodnya lagi gak bagus kayaknya." Kata bang Devin menenangkan.
"Cemburu sama seseorang yang sudah di anggap kakak?" Tanya bang Davin, lalu menyusul Panji ke stand makanan.
...----------------...
"Sayang, kamu sa-" Perkataan Abi yang terpotong.
Saat ini, Abi dan sahabatnya berada di UKS untuk melihat keadaan Eli.
"Pergi." Usir Eli dengan mata yang terpejam.
"Sa-" Perkataan Abi yang kembali terpotong.
"Pergi." Usir Eli lagi dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu ke-" Perkataan Abi yang terpotong lagi.
"Aku bilang, pergi." Kata Eli dengan penekanan.
"Lo mending keluar dulu." Usul Zidan.
Abi hanya diam, memandang Eli dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. Abi mengangguk, kemudian keluar dari UKS.
...
**Hello, apa nih yang mau di bilang sama mereka pada part ini?
Eli.
Leo.
Monika.
Panji.
Bang Devin.
Bang Davin.
Abi.
Dll**.
***Makasih yang udah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak***.
__ADS_1
***Salam hangat***,
***Fea***.