Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story
Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Cakra


Eli yang kunciin.


^^^Lah, lo percaya?^^^


Masalahnya bukti udah di depan mata.


^^^Tapi kan belum tentu dia.^^^


Terus, siapa yang buat Monik kayak gitu, kalau bukan Eli?


^^^Yah, mungkin orang lain.^^^


Lo kok dukungan dia?


^^^Suka-suka gue! Gue akan dukung kebenaran.^^^


Pret! Lo aja gak tahu apa-apa.


^^^Eh! Bentar, gue cari bukti dulu.^^^


Lo ada bukti?


^^^Ia. Entah itu Eli yang salah, atau Monik. Gue akan buktikan. Bentar.^^^


Gue tunggu. Awas lo!


...Read....


Panji menutup ponselnya, lalu menatap Ferni yang sedang duduk di sofa dengan membaca majalah.


"Fer!" Panggil Panji.


"M." Jawab Ferni dengan mata yang tidak terputus dari majalah.


"Lo tahu, kalau Eli tadi pulang sebelum bel?" Tanya Panji.


Ferni menatap Panji dengan bingung, lalu menggeleng. "Emang Eli pulang sebelum bel?" Tanya Ferni.


"Ia. Tadi mamah Fana yang chat gue." Jawab Panji.


"Lah, ngapain mamah Fana chat lo?" Tanya Ferni dengan dahi yang mengkerut.


"Gue tanya, 'Eli pulang jam berapa?' Mamah Fana jawab, 'Setengah satu.' Nah, kita pulang jam tiga." Jelas Panji.


"Setengah satu?" Tanya Ferni bingung. "Bukannya Eli sakit?" Tanya Ferni.


"Lah, ia, Eli kan sakit." Jawab Panji. "Tapi dia pulang dengan siapa?" Lanjutnya bingung.


"Tunggu deh!" Kata Ferni yang mulai mencerna sesuatu. "Lo tahu, gerbang sekolah kita hilang?" Tanya Ferni.


"Ia! Gue sempat dengar anak-anak cerita itu, tapi pas pulang, gerbang nya udah ada, walau beda." Jawab Panji.


"Nah, pas gerbangnya hilang, gue ada di pos, lihat kamera CCTV." Jelas Ferni.


"Terus? Lo tahu siapa yang kasih hilang?" Tanya Panji dengan penasaran.


"Gak." Jawab Ferni lesu. "Tuh orang kayaknya pintar meretas deh." Lanjut Ferni.


"Tujuannya ambil gerbang apa? Mau di jual?" Tanya Panji dengan kekehan di akhir kalimatnya.


"Lanjut topik." Kata Ferni, "Pas mau balik, gue lihat Abi lari ke motornya, diikuti Andre. Mereka keluar area sekolah dengan ngebut. Kayaknya ada masalah." Jelas Ferni.


"Apa mereka ada sangkut pautnya dengan gerbang hilang?" Tanya Panji dengan serius.


Apa mereka ada masalah, sampai hilangkan gerbang? Pikir Ferni yang tidak habis pikir dengan geng Clouts.


"Gue punya jawabannya." Jawab Ferni cepat. Kemudian mengotak-atik hp nya, membuat Panji menjadi penasaran.


Halo.


^^^M. Arya!^^^


Siapa?


^^^Lah?^^^


^^^"Lo ga save nomor gue? Gila emang!" Batin Ferni.^^^


^^^Ini Ferni.^^^


^^^Lanjutnya.^^^


Oh, ada apa?


^^^Eli tadi pulang sama siapa?^^^


Abi.


^^^Tapi kok tadi gue lihat, Abi pergi keluar sekolah duluan?^^^


Zidan sama Lukas yang antar Eli ke Abi.


^^^Benarkan?^^^


Ia. Kalau lo gak percaya, lihat cctv Prayaga.


^^^Oh, oke. Thanks.^^^


Ia.


Tut... Tut... Tut...


Panggilan terputus, dengan Ferni yang mengakhirinya.


"Eli tadi pulang sama Abi." Kata Ferni pada Panji.


"Tapi tadi lo bilang Ab-" Perkataan Panji yang terpotong.


"Zidan sama Lukas yang antar Eli ke Abi. Coba suruh keluarga nya cek cctv." Kata Ferni, kemudian bangkit dari duduknya, menuju dapur.


"Gue tahu, lo ada masalah. Sorry, gue gak ada di saat lo butuh." Batin Ferni dengan sedih.


"Kok gue ogeb?" Kata Panji pada dirinya sendiri. Panji kembali memainkan ponselnya, lalu.

__ADS_1


Cakra


^^^Eli pulang sama Abi.^^^


"Bang*e nih anak! Lama betul balasnya." Kesal Panji, kemudian meletakan hp nya di meja, kemudian pergi ke dapur.


...----------------...


"Siapa?" Tanya Andre.


"Ferni." Jawab Arya.


"Oh." Balas Andre.


Saat ini, inti Clouts sedang berada di rumah Arya. Arya dan Andre bermain PS. Zidan dan Lukas bermain hp dengan santai. Abi? Duduk di pembatas balkon kamar Arya.


"Seh! Pakai kalah segala gue!" Kesal Arya dengan membanting PS nya ke kasur.


"Yes. Gue menang. Sesuai janji, besok lo harus traktir gue! sama anak-anak Clouts lainnya." Kata Andre dengan senyum manisnya.


"Ia yah!" Kesal Arya. "Ini terakhir gue kalah." Kata Arya dengan penekanan.


"Terserah." Jawab Andre dengan cuek.


Hening. Mereka memainkan hp dengan tenang, hingga.


"Eh, gue baru ingat." Kata Arya tiba-tiba, membuat semua memperhatikan Arya, kecuali Abi.


"Abi, lo waktu itu buat kesepakatan apa? Kita belum tahu." Kata Arya pada Abi yang sedang menutup matanya.


"Oh ia. Waktu itu lo buat kesepakatan apa? Apa lagi lo kalah." Kata Andre yang penasaran.


Lukas dan Zidan hanya diam menyimak, jujur, mereka pun ikut penasaran.


Abi diam di tempatnya, Apa gue harus cerita? Pikir Abi. Abi membuka matanya secara perlahan, kemudian turun dari pembatas balkon.


Abi duduk di kasur Arya, lalu menatap sahabatnya yang sedang kepo itu. Abi menarik nafasnya panjang, lalu menceritakan semuanya dengan detail.


"Gue harus gi-"


BUGH.


"Anjing lo! Berani banget lo!" Kata Lukas dengan penuh amarah.


Abi menunduk, dia emang pantas di pukul, bahkan lebih. Karena dia merusak hati seseorang.


"Bos, lo gak salah bilang kan?" Tanya Andre yang berharap perkataan Abi tadi adalah candaan.


"Gue gak bohong." Jawab Abi datar.


"Lo kok bisa sampai segitunya?" Tanya Arya.


"Gue juga bingung! Apa yah harus gue lakukan?!" Kata Abi frustasi.


"Pikiran lo untuk selamatkan nya benar. Namun cara lo selamatkan dia yang salah!" Kata Zidan penuh penekanan.


"Gue tahu. Dan gue juga bingung." Kata Abi dengan lirihan.


"Jauhi dia!" Kata Zidan dan berlalu dari rumah Arya.


"Gue balik." Pamit Zidan pada Arya.


"Mulut lo!" Peringat Andre.


"Lo gak pulang?" Tanya Arya.


"Gak. Gue mau selesaikan misi." Kata Andre dan masuki kamar mandi milik Arya.


"Misi apa?" Tanya Arya bingung.


...----------------...


Ia Nona. Kami belum tahu, siapa dia.


^^^Biar saja. Dia orang hebat.^^^


Anda benar Nona.


^^^Besok saya akan ke sana.^^^


Baik.


Tut... Tut... Tut...


Panggilan terputus secara pihak, dengan Eli yang mematikan nya.


Eli meletakan ponselnya di atas meja belajar, lalu mengambil laptopnya dan membawa ke kasur.


"Ceroboh." Kata Eli saat melihat video yang terputar di laptopnya.


Eli turun dari kasur nya, kemudian mengambil hp yang berada di atas meja belajar tadi. Eli mengotak-atik hp nya, dengan kaki yang melangkah ke arah balkon kamar.


Halo.


^^^M.^^^


Siapa?


^^^Eli.^^^


Yang mana yah?


^^^Pacar bos lo!^^^


Oh, ibu bos. Maaf bu bos. Ada apa yah?


^^^Kemana gerbang nya?^^^


Gerbang mana?


^^^Gak usah bohong. Gue tahu.^^^


Eh, i-ia bos. Anuh, itu, gerbang nya udah saya kasih ke tukang besi.


^^^Kenapa di sana?^^^

__ADS_1


Saya bingung, mau letakan di mana.


^^^Lain kali teliti.^^^


Teliti gimana bu bos?


^^^Geng Clouts, jangan pernah meninggal kan jejak saat bertindak.^^^


Jejak? Apa saya meninggal kan jejak?


^^^Jelas.^^^


Jejak apa?


^^^CCTV.^^^


Tut... Tut... Tut...


Sambungan telpon terputus, dengan Eli yang memastikan secara pihak. "CK! Terlalu anggap remeh." Kata Eli, dan masuk kembali ke kamarnya.


Eli merebahkan dirinya di atas kasur, kemudian menutup matanya. "Gue harus mulai mari mana?" Tanya Eli pada diri sendiri, tetap dengan posisi awal nya.


Eli bangun dari rebahan nya, "Aish. siapa dia yang di maksud?" Tanya Eli dengan malas.


...----------------...


"Kita mulai besok." Kata orang satu.


"Bagian tugas." Kata orang dua.


"Saya bagian lingkungan." Kata orang tiga.


"Oke. Intinya kita harus kerja sama." Kata orang satu tadi.


"Saya akan tetap melakukan misi yang dari awal." Kata orang empat.


"Kami ikut." Seseorang yang sedari tadi mendengarkan perkataan mereka.


"Bagus, semakin banyak, kemenangan di depan mata." Kata orang ke satu tadi.


...----------------...


"Hai!" Sapa seorang pria yang bertubuh tegap.


"Oh! Hai bang! Apa kabar?" Sapa balik orang yang memiliki wajah tanpa ekspresi itu.


"Baik. Lo gimana?" Tanya pria tadi.


"Baik juga bang." Jawab orang tadi.


"Gimana keadaan keluarga lo?" Tanya pria tadi.


"Masih sama saja." Jawab orang tadi.


"M, abang lo gimana?" Tanya pria tadi lagi.


"Baik bang." Jawab orang tadi.


"Bagus deh." Jawab pria tadi. "Dia, gimana?" Lanjutnya bertanya.


"Dia..."


...----------------...


"Makasih udah bantu tante yah nak." Kata mamah Tika.


"Ia tan." Jawab Ferni dengan senyumnya.


"Kamu tidur di sini kan?" Tanya mamah Tika.


"Ia. Tadi udah bawa perlengkapan sekolah." Jawab Ferni lagi.


"Bagus deh. Kalau begitu istirahat, ini udah malam loh. Besok ke sekolah sama Panji." Kata mamah Tika.


"Oke tante." Jawab Ferni dengan semangat, lalu melangkah ke arah kamarnya.


"Panji, jaga dia." Kata mamah Tika.


"Ia mah." Jawab Panji.


"Kalau gitu sana, istirahat." Suruh mamah Tika.


"M, Panji ke atas dulu mah. Mamah juga istirahat, jangan kecapekan terus." Kata Panji pada mamah nya itu.


"Ia." Jawab mamah Tika. Panji yang sudah mendapatkan jawaban tersebut, langsung melangkah ke kamarnya.


...----------------...


"Ini bukan apa-apa. Tunggu permainan yang selanjutnya." Kata seseorang dengan senyum licik nya.


"Kami bangga dengan mu nak." Kata dua orang paruh baya.


...


**Hello, mau bilang apa nih sama mereka pada part ini?



Eli.


Ferni.


Panji.


Abi.


Dll**.




***Thanks yang udah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak***.


__ADS_1


***Salam Hangat***,


***Fea***.


__ADS_2