Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story
Dua Puluh Empat


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Ketukan pintu terdengar, "Eli, itu ada Abi di bawah." Kata orang yang mengetok pintu tadi.


Eli berjalan mendekati pintu, kemudian membukanya.


"Eh, udah rapi aja. Mau ke mana?" Tanya mamah Fana saat Eli sudah membuka pintu kamarnya. Yah, yang mengetok pintu tersebut adalah mamah Fana.


"Mau keluar sama Abi." Jawab Eli.


Yah, sesuai janji Abi pada Eli, malam ini, tepat jam tujuh, mereka akan pergi ke tokoh es krim.


"Oh, ya udah ayo. Abi udah nunggu di bawah." Ajak mamah Fana sambil tersenyum hangat.


"Ayo." Jawab Eli.


Mamah Fana dan Eli turun ke lantai dasar dengan beriringan, di iringi dengan canda tawa.


"Eh, mau ke mana?" Tanya bibi Siska saat Eli dan mamah Fana tiba di lantai dasar.


"Keluar sama Abi." Jawab Eli dengan senyum tipisnya.


"Cie, mau dinner yah?" Goda bibi Siska.


"Tujuannya bukan itu." Jawab Eli. "Aku duluan." Pamit Eli pada mamah Fana dan bibi Siska.


"Abi." Panggil Eli saat melihat Abi di ruang tamu bersama grandpa Arga.


"Sudah?" Tanya Abi.


"Ia." Jawab Eli.


"Ayo." Ajak Abi. "Grandpa, izin bawa cucunya." Izin Abi pada grandpa Arga. Kemudian mencium unggung tagan grandpa Arga, di ikuti Eli.


"Pulangnya jangan terlalu malam." Peringat grandpa Arga.


"Ia." Jawab Eli dan Abi.


"Dah grandpa." Kata Eli sambil melambaikan tangannya kemudian jalan keluar rumah.


"Pakai." Suruh Abi pada Eli sambil menyerahkan helem.


"Pakaikan." Pinta Eli.


"Manja." Kata Abi, tapi tetap memakaikan helem pada Eli.


"Manja-manja gini sayang gak?" Tanya Eli.


"Sayang lah." Jawab Abi membuat Eli mengembangkan senyumnya. "Naik." Suruh Abi yang sudah berada di atas motor ninja nya. Dengan cepat, Eli naik ke atas motor, sambil memegang bahu Abi yang tegap.


"Pegangan." Kata Abi saat Eli sudah duduk dengan nyaman di atas motornya.


"Udah ini." Jawab Eli yang masih memegang bahu Abi.


"Di sini." Kata Abi sambil mengambil tangan mungil Eli. Kemudian melingkarkan nya di perut Abi. Seketika pipi Eli menjadi panas. Dengan cepat, Eli menyandarkan kepalanya pada bahu Abi.


Abi yang melihat gelagat Eli dari kaca spion hanya bisa tersenyum tipis, kemudian menarik pedal gas motornya.


Mereka tidak sadar, bahwa ada yang memperhatikannya dari tadi.


"Tetaplah bahagia nak. Maaf." Kata orang tersebut dengan lirih, kemudian masuk kedalam rumah.


...----------------...


"Astaga! Ini udah yang ke seratus lima Puluh tiga gue blokir nomornya!" Frustasi Anggun.


Saat ini, Anggun sedang berada di taman sendiri. Tujuannya adalah menenangkan diri dengan melihat anak-anak yang sedang bermain. Walau matahari sudah terbenam, dan di gantikan oleh bulan, masih ada keluarga yang membawa anak-anaknya ke taman. Anggun sangat menyukai anak-anak kecil, dia pengen mempunyai adik, tapi sayang, Tuhan tidak berkehendak.


"Nih orang gak capek apa spam mulu." Kata Anggun sambil memegang hp nya.


+62 8xxxxxxxxxxx


Jangan dulu di blokir.


Gue cuma mau bilang. Besok temui gue di taman belakang sekolah,


istirahat pertama. Gue tunggu lo, sampai jam masuk berakhir. Lo gak datang terserah. Gue harap lo datang.

__ADS_1


...Read....


Anggun hanya membaca pesan tersebut, dan tidak juga memblokirnya. "Kasihan kalau dia nunggu selama tiga setengah jam." Kata Anggun dengan lirih. "Tapi ngapain juga dia harus suruh gue temui? Kan dia bisa bilang lewat pesan sekalian." Monolognya. "Tahu ah. Gak penting, mending besok gue sibuk di perpustakaan aja. Sekali-kali jadi anak rajin di sekolah gak papa kan?" Tanya Anggun, entah pada siapa.


...----------------...


"Ini apaan sih? Ngapain coba pakai datang segala." Kesal Ferni pada Panji.


"Dih, terserah gue dong!" Seru Panji.


"Loh, ada Panji. Ayo masuk." Ajak mamah Tika. Mamahnya Ferni.


"Ia tan." Jawab Panji, dan masuk ke dalam rumah Ferni dengan santai.


"Mamah kamu gak datang?" Tanya mamah Tika.


"Gak. Ini, mamah titipin ke bolu, kesukaan Ferni." Kata Panji sambil menyodorkan paper bag.


"Ke bolu?" Tanya Ferni girang.


"Ia." Jawab Panji, kemudian dengan cepat, Ferni mengambilnya.


"Bilang tante makasih." Kata Ferni yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Panji.


"Bilang mamah kamu untuk datang kapan-kapan yah." Pinta mamah Tika.


"Ia tan, di usahakan. Soalnya mamah lagi sibuk akhir-akhir ini. Banyak pesanan kue, jadi mamah sering lembur." Kata Panji.


"Ferni sekali-kali bisa dong, bantu tante untuk buat kue." Kata mamah Tika pada Ferni, yang asik memakan kuenya.


"Em, bisa aja. Besok sore deh." Jawab Ferni.


"Oke. Besok gue jemput lo." Kata Panji


yang di jawab deheman oleh Ferni.


"Panji mau minum apa nak? Biar tante ambilkan." Kata mamah Tika.


"Gak usah tante, Panji mau langsung balik sekarang." Kata Panji.


"Ia, Panji mau ke arena balapan nanti." Jawab Panji.


"Oh. Ya udah. Hati-hati yah nak." Pesan mamah Tika.


"Siap." Jawab Panji. "Pamit dulu tante." Lanjutnya, kemudian mencium punggung tangan mamah Tika, dan berlalu keluar.


"Gue gak di anggap?" Batin Ferni.


...----------------...


"Pelan-pelan kalau makannya." Kata Abi sambil membersihkan pipi chubby Eli yang di hias dengan krim.


Eli tidak menghiraukan Abi, dan terus makan es krim nya dengan lahap. Sedangkan Abi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ting.


Suara notifikasi dari hp Abi terdengar, membuat sang empu membuka pesan, yang ternyata dari grup nya dengan para sahabat.


FIVE HANDSOME BOYS


@Arya_Ar


Pak bos gak ke markas?


@Andre_Ndre


Ke markas yok pak!


@Arya_Ar


Main lagi kayak kemarin.


@Andre_Ndre


Dih, ogah!


@Arya_Ar

__ADS_1


Sirik ae lu!


@Andre_Ndre


Gue akan balas lo nanti.


...Read....


Abi kembali ke berenda WhatsApp nya. Sangat tidak penting menurutnya membaca pesan yang di ramaikan oleh Arya dan Andre. Saat akan mau kembalikan pada layar utama, mata Abi tidak sengaja melihat pesan yang membuatnya penasaran.


+62 8xxxxxxxxxxx


Gue tantang lo balapan kenapa gak di terima?


Takut lo?


Gue kasih saran nih yah. Mending lo terima, soalnya jika di tolak. Lo akan kehilangan seseorang. Orang yang setiap saat mengisi hari-hari indah lo itu.


Siapa yah kira-kira?


Sih Eli-Eli yang sekarang dekat sama lo itu? Atau, dia?


Gue tunggu lo! Malam ini, jam sembilan, di arena!


...Read....


Abi menggenggam ponselnya dengan erat, "bangs*t!" Batin Abi. Abi tahu, siapa yang di maksud dengan 'dia'.


"Kenapa?" Tanya Eli pada Abi, saat mendengar batinnya.


"Gak papa." Kamu mau ke mana habis ini?" Tanya Abi sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Em, makan bakso di samping taman boleh?" Tanya Eli.


Abi tersenyum dan mengangguk, "Ayo." Ajak Abi.


"Ayo!" Jawab Eli semangat, sambil menggandeng tangan Abi dengan erat.


...----------------...


"Dengan cara itu. Dia bisa di lemahkan." Kata seorang pria lalu menghisap rokoknya.


"Ia. Lo benar. Ternyata cara menaklukan dia tidak segampang yang gue pikirkan." Kata temannya sambil bermain game.


"Dan gue akan manfaatkan dia." Kata cowok tadi, sambil mengeluarkan asap rokok yang tertahan di mulutnya.


...


**Hello, mau bilang apa nih sama mereka di part ini?



Eli.


Abi.


Anggun.


Ferni.


Panji.


Dll**.




***Jangan lupa tinggalkan jejak. 🙂***


***Dan, makasih banyak yang udah mampir***.



***Salam Hangat***,


***Fea***.

__ADS_1


__ADS_2