Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story
Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Wish, itu geng Clouts bukan sih?


Mereka sekolah di sini?


OMG, mereka kembali lagi doooong!


Wish, sekolah kita pasti akan banyak yang natap.


Eh, itu ada perempuan loh.


Pacarnya ketua Clouts kayaknya.


Sempurna.


Dll.


Eli, Abi dan anggota Clouts memarkirkan motornya, lalu membuka helm masing-masing. Saat mereka membuka helm, suara warga AR terdengar begitu jelas di pendengaran mereka.


Mereka bukannya anak baru itu?


Aduh, tambah ganteng deh.


Jadi Eli beneran pacaran sama anak baru itu?


Potek hati gue.


Aku mundur, kalau Eli yang menjadi saingan gue.


Dll.


"Jadi lo berlima anggota Clouts?" Tanya Panji tiba-tiba yang datang bersama Ferni.


"Lah, lo anggota Clouts?" Tanya Anggun pada Arnol yang berdiri di samping Bayu.


Arnol menatap Anggun dengan cengiran, lalu mengangguk, "Ia. Gue juga anggota Clouts." Jawab Arnol lalu menggaruk tengkuk lehernya yang tiba-tiba saja gatal.


"Wah, keren, kenapa gak ngajak?" Tanya Anggun dengan histeris.


"Lo mau masuk geng Clouts?" Tanya Arya pada Anggun.


"Jelaslah!" Jawab Anggun dengan semangat.


Arya tersenyum remeh, membuat Anggun ingin mencakar nya. "Emang lo bisa apa?" Tanya Arya.


Wah, ngajak gelut nih orang! Pikir Anggun dengan kesal.


Anggun melangkahkan kakinya untuk mendekati Arya yang sedang tersenyum remeh.


Aish. Pikir Arnol dengan ringisan.


Bugh.


Anggun menonjok perut Arya, membuat sang empu meringis.


"Jangan anggap remeh seseorang." Kata Anggun lalu menepuk kan tangannya. Seperti orang yang membersihkan telapak tangannya karena ada kotoran.


"Bang! Anggun itu kakak gue! Anak dari pak polisi." Kata Arnol dengan meringis, lalu membantu Arya untuk Sandar di motornya.


"Kenapa lo ga bilang?" Tanya Arya dengan menahan nada nya. Sedangkan yang di Tanya hanya bisa melihat kan gigi putihnya. "Lo pikir tinjauannya ga sakit?" Tanya Arya lagi dengan nada pelannya, membuat bulu kuduk Arnol berdiri.


"Maaf bang." Kata Arnol dan segera menjauhi Arya.


"Jadi lo kakak adik?" Tanya Andre.


"Ia." Jawab Anggun dan Arnol kompak.


"Lo beneran mau masuk Clouts?" Tanya Zidan pada Anggun, membuat matanya seketika berbinar.


"Ia." Jawab Anggun dengan semangat nya.


"Silahkan." Kata Abi saat melihat tatapan Zidan yang meminta persetujuan.


"Eh bentar, lo siapa nya gang Clouts?" Tanya Panji yang masih belum mendapatkan jawaban.


"Ketua Clouts." Kata Abi lalu berlalu dari parkiran, untuk menyusul sang kekasihnya yang sudah pergi dari tadi.


Panji yang mendapatkan jawaban hanya bisa diam, dia jadi terkejut. "Lo tahu?" Tanya Panji pada Ferni.


"Tahu." Jawab Ferni.


"Ayo, kita minta tolong Eli agar mau bantu." Ajak Anggun pada Ferni dengan semangat.


"Minta tolong apa?" Tanya Ferni dengan bingung.


"Supaya kita bisa masuk dalam anggotanya Abi mulai besok." Jawab Anggun.


Ferni diam di tempat, masih mempertimbangkan apa yang nanti akan di minta.


"CK! Lo lama." Kesal Anggun, dan tidak di hiraukan oleh Ferni.


"Ayo." Ajak Ferni lalu menarik tangannya menuju kelas.

__ADS_1


"Gue yang ngajak. Lo nya yang tarik." Kesal Anggun. Sepanjang perjalanan, Anggun terus mencibir, seolah mulutnya itu mesin.


"Awas rusak tuh mulut." Peringat Ferni saat sudah berada di depan kelas. Jujur saja, Ferni yang sedari tadi mendengarkan risih, apa lagi siswa siswi yang di bentak Anggun saat sepanjang jalan.


"Habis nya lo ngeselin." Kata Anggun dan masuk kedalam kelas terlebih dahulu.


Ferni masih di luar kelas, dengan memandang malas pada Anggun yang sudah duduk di tempatnya.


"Eh, Eli mana?" Tanya Anggun pada satu kelas dengan teriakan.


Ini adalah alasan Ferni, mengapa ia tidak mengikuti Anggun untuk masuk kelas. Ferni di luar kelas saja masih menutup telinganya, lalu apa kabar yang di dalam?


Siswa siswi yang yang berada di dalam kelas semuanya menutup telinga. Ada yang masuk ke kolong meja, jongkok, menghadap dinding dan mengeluarkan wajah nya melalui jendela.


"Suara lo Anggun!" Teriak Dino.


"Diam lo! Lo juga teriak kok." Kata Anggun.


"Kalau gak teriak, telinga lo tetap tersumbat!" Teriak Dino.


"Lo pikir telinga gue untuk nampung kotoran?" Tanya Anggun lagi dengan berteriak.


Yang berada di dalam kelas hanya menatap mereka berdua dengan kesal. Saat ini, kelas XI IPA 3 sedang mengadakan kerja kelompok. Karena mereka tidak ada yang mengerjakan tugas sama sekali.


"Ia kali. Soalnya kan kerjaan lo teriak mulu." Cibir Dino.


"Heh! Gue masih punya pekerjaan yang lain." Kata Anggun.


Kali ini, mereka berdua sudah menormalkan suara masing-masing, membuat yang lainnya segera mengerjakan tugas.


"Alasan lo!" Kata Dino, lalu jalan ke tempat meja guru.


"Dih. Itu mah lo, bukan gue." Balas Anggun.


Dino tidak menjawab, dia sibuk dengan tugasnya itu. Bisa gawat kalau di hukum karena tidak kerja tugas yang di beri waktu dua minggu itu.


Anggun memainkan hp nya dengan santai, tidak lama Ferni datang, kemudian membuka buku untuk di tulis. Anggun mengedarkan pandangannya pada satu kelas. Pada ngapain sih? Pikir Anggun dengan bingung.


"Lo ngapain?" Tanya Anggun pada Dino yang berdiri di hadapan Anggun.


"Kerja tugas." Jawab Dino pada Anggun. "Fer, nomor 29 apa?" Tanya Dino pada Ferni.


"Bersifat sementara." Jawab Ferni dengan tangan yang terus menari-nari di atas kertas.


"Siapa punya sifat yang hanya sementara?" Tanya Anggun dengan kepo.


"Lo." Jawab Ferni dan Dino kompak.


Ferni dan Dino menatap Anggun dengan malas, lalu kembali pada aktivitasnya, yaitu kerja tugas.


"Lo pada ngapain sih?" Tanya Anggun dengan jengah.


"Kerja tugas ogeb." Balas Dino dengan malas.


"Tugas apa?" Tanya Anggun yang mulai was-was. Oh ayolah, Anggun tidak melihat jadwal sama sekali.


"Kimia." Jawab Dino.


"Kenapa lo gak bilang dari tadi DINOSAURS!!!!" Teriak Anggun membuat satu kelas kaget dan menutup telinga masing-masing.


...----------------...


"Kamu gak ke kelas?" Tanya Abi pada Eli.


Saat ini, kedua manusia itu berada di rooftop sekolah, melihat pemandangan dari atas.


"Tidak." Jawab Eli.


"Mau bolos?" Tanya Abi.


"Tidak." Jawab Eli.


"Lalu?" Tanya Abi dengan bingung.


"Terlambat." Jawab Eli, lalu duduk di kursi dekat dengan pembatas.


Abi hanya mengangguk saja mendengar jawaban Eli. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga.


"Eh, ada ibu bos." Kata Arya saat memasuki rooftop, di ikuti Lukas, Zidan dan Andre.


"Ngapain?" Tanya Lukas dengan nada tidak santai nya pada Abi. Pertanyaan Lukas membuat Eli curiga, Apa yang terjadi? Pikir nya.


"Tidak." Jawab Abi.


Zidan menepuk bahu Lukas, lalu mendudukkan nya dekat dengan Eli.


"Kenapa?" Tanya Eli pada Lukas. Sedangkan yang di tanya hanya diam saja.


"Eh, lusa nanti kita berangkat kan?" Tanya Andre.


"Ke?" Tanya Eli.

__ADS_1


"Biasa, kewajiban geng Clouts." Jawab Arya.


Eli mengangguk-angguk kepalanya, saat mendengar jawaban Arya.


"Mau ikut?" Tanya Abi pada Eli.


"Gak. Eli di rumah." Kata Lukas.


Membuat Eli semakin bingung dengan perlakuan Lukas.


"Tap-"


"Eh, ada kalian." Kata Cakra saat memasuki rooftop.


Pandangan mereka semua bertemu, ternyata bukan hanya ada Cakra, tetapi para sahabatnya dan Monika.


"Ngapain?" Tanya Leo datar.


"Tidak." Jawab Zidan dengan muka datarnya.


"Ini tempat kami." Kata Leo.


"Ini sekolah umum." Tekan Arya.


"Pergi." Suruh Leo.


"Jangan ajak ribut." Peringat Andre.


"Gak akan. Kalau kalian pergi." Kata Leo dengan penekanan.


"Lo kalau mau masuk, melangkah aja." Suruh Arya.


"Jangan ajak ribut deh." Kata Cakra.


"Lo yang ngajak!" Kata Andre dengan nada tidak sabarnya.


"Keluar." Usir Leo lagi.


Tidak ada jawaban dari para sahabat Abi, semuanya diam.


"Keluar." Suruh Cakra.


"Anjing!" Bentak Andre lalu melempar kertas yang di remasnya tadi pada Cakra.


"Maksud lo apa?" Tanya Cakra dan melangkah mendekati Andre.


"Eh, jauh-jauh dari sahabat gue." Usir Arya yang berdiri tepat di depan Andre.


Bisa gawat kalau Andre kelepasan. Pikir Arya dengan was-was.


"Minggir." Suruh Cakra, tapi tidak di hiraukan oleh Arya.


"Minggir." Kata Cakra lagi, tetapi tidak di hiraukan.


"Terakhir kakinya, gue bilang, minggir." Tekan Cakra.


"Tidak." Jawab Arya dengan lantang.


"Anjing!"


Bugh.


...


**Mau bilang apa sama mereka pada part ini?



Eli.


Abi.


Leo.


Andre.


Arya.


Dll**.




***Makasih yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak***.



***Salam hangat***,


******Fea******.

__ADS_1


__ADS_2