Fait Accompli

Fait Accompli
Chapter 25


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh malam, Angkasa keluar dari kamar karena merasa haus. Setelah memperoleh segelas air putih, ia tak langsung memasuki kamarnya, melainkan berdiri di depan pintu kamar Selena. Tangannya sempat ragu untuk memutar gagang pintu, namun ia akhirnya memberanikan diri membuka pintu yang tak terkunci itu.


"Ada apa?" Tanya seseorang di dalam ketika sosok Angkasa tampak di matanya.


"Ah, aku pikir kamu sudah tidur." Jawab Angkasa sambil mengelus lehernya canggung.


Selena terkekeh. "Lalu kenapa kalau aku sudah tidur?"


Semakin canggunglah Angkasa mendapat pertanyaan seperti itu. Ia hanya mengkhawatirkan Selena. Ia masih saja takut kalau saja Selena berusaha pergi dari rumah ini atau ia kembali melamun semalaman di balkon seperti tempo hari.


"Tidak apa-apa. Kenapa belum tidur?"


"Masuk dulu, tidak enak sekali kamu bicaranya sambil berdiri di depan pintu begitu." Ucap Selena.


"Yakin boleh masuk?" Kini rasanya sedikit canggung untuk pria itu memasuki kamar Selena, padahal kemarin-kemarin ia dengan mudahnya keluar masuk ke kamar ini. Angkasa menaruh gelas di nakas.


"Kamu sedang apa?" Tanya pria itu yang sudah bertengger di sofa.

__ADS_1


"Ini lagi baca buku. Aku belum mengantuk."


"Tapi akan tidur 'kan?" Selena terkekeh. Ia menaruh novel yang sedang ia baca itu di samping.


"Iya, aku tidak akan merepotkanmu lagi, tenang saja."


Angkasa tersenyum lebar. Manis sekali, sudah lama senyuman itu tak dilihat Selena. Betapa rindunya ia. "Kamu juga kenapa belum tidur?"


Pria itu menunjuk ke arah gelas berisi air putih yang tadi diletakkannya di nakas. "Aku tadi haus, ambil minum. Terus aku penasaran saja apa kamu sudah tidur atau belum, takutnya ya kalau kamu tidak akan tidur semalaman lagi."


"Maaf ya, Sa." Ucap Selena dengan tulus. "Kemarin aku benar-benar menyusahkan kamu. Kalau diingat-ingat, aku sudah sangat keterlaluan."


Raut wajah Selena berubah manyun. "Nakal?"


Angkasa benar-benar gemas melihat ekspresi yang diberikan istrinya saat ini. "Habisnya jam segini masih belum tidur."


"Kan aku bilang belum mengantuk." Selena membela diri.

__ADS_1


"Iya, iya." Angkasa pasrah. Ia tahu kalau berdebat dengan makhluk bernama perempuan takkan membuatnya meraih kemenangan. "Sekarang masih belum mengantuk?"


Kepala wanita itu menggeleng. "Belum. Kamu tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan?"


Angkasa juga telah menyelesaikan pekerjaannya. "Nggak ada." Tangan pria itu kemudian menekan tombol di remote TV dan mengajak Selena menonton film bersama. Selena pun bersedia dan ikut duduk di samping suaminya itu. Berharap ia dapat segera mengantuk, lalu tidur.


"Kamu ada film apa?" Tanya Angkasa memerhatikan Selena yang mencari DVD. Dan dengan sumringah Selena menunjukkannya kepada sang suami. Angkasa tercengang.


"Kartun?"


"Tidak mau, ya sudah."


Angkasa menghela napas. "Iya, aku mau."


Baru sekitar lima belas menit menonton, Selena yang tadinya tertawa menjadi sedikit tenang. Wanita itu sudah mulai mengantuk, kepalanya pun bersandar di sofa. Angkasa tersenyum melihat Selena yang matanya mulai mengantuk. Gemas, itulah di pikiran Angkasa. Ingin sekali pria itu mencubit pipi wanita itu saat itu juga, tapi ia urungkan takutnya Selena tidak jadi tidur.


***

__ADS_1


Semoga suka. Salam manis, Bie.


Next?


__ADS_2