Fait Accompli

Fait Accompli
Chapter 37


__ADS_3

"Sekarang jelaskan ke Mama, Sel. Kamu mau kemana? Ada apa dengan kamu dan Angkasa?" Mama dan Papa mertuanya mendapati Selena di depan Bandara, mereka baru saja pulang dari Malaysia. "Selena?"


Selena hanya menitikkan kembali air mata. Ia tak mampu mengatakan apapun saat ini. Terlalu sakit. Jika ia menceritakannya, kemungkinan besar Mama dan Papa mertuanya akan memanggil Angkasa ke hadapannya saat ini juga.


"Ma, biarkan Selena menenangkan diri dulu, beri dia ruang. Sel, kamu boleh menangis sampai kamu merasa lega." Ucap Papa yang juga terlihat sangat mengkhawatirkan Selena.


Setelah sedikit lebih tenang dan bisa mengusai diri, Selena menceritakan apa yang terjadi dengan pernikahannya, juga tentang kehamilannya. Mama dan Papa tak tahu harus bagaimana, sebab luka dan bahagia datang di saat yang bersamaan.


"Mama tidak akan membiarkanmu pergi ke Amerika, kamu anak Mama. Mama tidak ingin ditinggalkan kamu. Kamu boleh bersembunyi dari Angkasa saat ini, tapi jangan dari Mama. Apalagi dengan kondisimu sekarang yang sangat rentan." Mama mendekat dan memeluk Selena. Wanita muda itu hanya menenggelamkan separuh wajahnya dan mencari rasa tenang.

__ADS_1


"Tapi Selena tak ingin bertemu Angkasa. Selena sudah menjadi penghalang kebahagiaannya. Dengan kepergian Selena, Angkasa bisa bersama wanita yang benar-benar ia cintai selama ini. Karena yang terpenting untuk Selena sejak dulu adalah kebahagiaan Angkasa."


Papa menggenggam tangan Selena, berusaha meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. "Tidak, Sel. Wanita yang dicintai Angkasa bukan orang lain. Papa yakin itu."


Meski terkesan keras dalam mendidik Angkasa dan kadang juga beliau berselisih paham dengan putra tunggalnya itu, namun Papa sangat memahami Angkasa dan beliau cukup yakin dengan argumen yang baru saja ia katakan. "Dan kamu tolong berhenti menyalahkan dirimu seperti ini. Papa ingin sekali membawa Angkasa ke hadapanmu, Papa bisa buat dia berlutut atas kesalahannya. Tapi, Papa takkan melakukannya, Papa hanya akan menunjukkan sesuatu kepadamu."


Baik Selena maupun Mama kompak saling berpandangan dan menunjukkan reaksi kebingungan. "Maksud Papa apa?" Tanya Selena.


Selena menyetujuinya. Meski lelah Mama bersedia langsung mengantar Angkasa ke Jogja, sementara Papa kembali ke rumah karena ada beberapa hal mendesak yang harus diurus. Wanita parubaya itu sungguh tak ingin menantu dan calon cucunya mengalami hal buruk. Tak hanya itu, mertuanya bahkan berniat mempekerjakan perawat yang akan merawat Selena selama di sana, juga beliau sendiri yang akan datang sesering mungkin.

__ADS_1


***


Angkasa tiba di Amerika dan langsung menuju ke kediaman Om Tirta. Tak ada langkah ragu jika itu demi menemukan Selena baginya. Ia akan meyakinkan Selena, entah bagaimana pun caranya. Angkasa berdiri dengan resah menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.


Sandra kebetulan ada di rumah orang tuanya pun membuka pintu terkejut dengan siapa yang ia lihat, ia tersenyum namun beberapa detik kemudian ia tampak kebingungan. "Angkasa?"


Wanita itu menengok untuk mencari keberadaan Selena. "Selena?"


***

__ADS_1


Semoga suka. Salam manis, Bie.


Next?


__ADS_2