Fait Accompli

Fait Accompli
Chapter 4


__ADS_3

Nichkhun sebagai Valdo



Suasana pagi itu sangat sepi. Seminggu sudah seminggu sejak kepindahan mereka. Di meja makan hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Keheningan sudah biasa hadir diantara sepasang suami istri ini. Bahkan Angkasa sering melewatkan sarapan dan langsung ke kantor. Dia sama sekali tidak menghargai apa yang telah dilakukan Selena untuknya.


Wanita itu sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk Angkasa. Namun kenyataannya, pria itu justru tidak melihat kesungguhannya dan menyibukkan diri sampai lembur kerja.


Hari ini, Selena akan pergi ke rumah orang tua Angkasa. Sebab ia sangat kesepian di rumah sendirian, ia ingin sekali ke rumah orang tuanya sendiri, namun terlalu jauh dari kediamannya sekarang. Mama mertuanya juga meminta menantu putrinya itu untuk berkunjung ke rumah jika ia kesepian ditinggal Angkasa ke kantor.


Taksi yang dinaikinya telah sampai di depan pintu gerbang rumah orang tua Angkasa. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat ada mobil Angkasa di halaman. Ia ingin pergi dari sana, namun taksi yang tadi ia naiki sudah pergi jauh. Dan di depan rumah itu ia sangat tahu kalau tidak ada taksi yang lewat sana dan terlalu jauh untuk sampai ke gerbang kompleks.


Ia pasrah dan benar-benar masuk ke rumah tersebut. Tidak peduli jika nanti ia dituduh Angkasa telah mengikutinya kesana. Rumah itu bahkan bukan tempat yang asing baginya, ia sering sekali kesana dan sudah sejak lama menganggap Mama Angkasa sebagai ibu keduanya.

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan?”


“Itu semua karena kalian memaksa Angkasa untuk menikahinya. Mama pikir itu bisa membuatku bahagia? Angkasa tidak mencintainya !”


“Cukup Angkasa !!”


“Seharusnya pernikahan ini tak pernah terjadi.”


Suara dua orang yang berdebat itu adalah suara Angkasa dan Mamanya. Selena terpaku menyaksikan perdebatan mereka di sudut dinding.


Selena mencengkram kerah baju Angkasa. Matanya mulai berair.


“Kamu pikir selama ini aku tidak tersiksa dengan sikap dinginmu itu?! Kamu pikir aku tidak sakit? Kalau kamu tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa dulu kamu tidak menghentikannya sendiri? Bukannya menyalahkan orang lain seperti ini !”

__ADS_1


Angkasa melepaskan cengkraman Selena dengan kasar. Sekarang beralih Angkasa yang mencengkram lengan wanita itu dengan keras. “Hentikan ! Kamu pikir kamu siapa berbicara seperti itu? Sebaiknya kamu pulang !”


“Angkasa cukup !!” Mama Angkasa benar-benar tidak tahan melihat sikap kasar anaknya itu kepada Selena.


Rita, Mama Angkasa, kemudian menarik tangan Selena dan memintanya berdiri di belakangnya. Wanita parubaya itu kemudian berjalan lebih dekat ke arah anaknya. “Siapa yang mengajarkan kamu bersikap sekasar itu kepada seorang wanita? Kamu lupa, dia bukan hanya istrimu, tapi juga sahabatmu.”


Angkasa sudah terlalu muak mendengar kata-kata seperti itu. Dia sahabat Selena-lah, dia sekarang suami Selena-lah. Pria itu tersenyum sinis ke arah Selena, membuat wanita itu semakin marah dengan senyum mengejeknya itu. “Dia bukan sahabatku lagi, karena Angkasa yang kukenal sudah menghilang sejak hari pernikahan. Lalu orang ini, dia bukan siapa-siapa.”


Perasaan Angkasa tentulah sakit, sedikit atau banyak itu sama saja. Terutama kalimat yang mengatakan kalau dirinya bukan siapa-siapa wanita itu, wanita yang dikenalnya bertahun-tahun. Tapi, ia juga menyadari kalau apa yang telah ia lakukan ke Selena jauh lebih sakit.


***


Semoga suka. Salam manis, Bie.

__ADS_1


Next?


__ADS_2