Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 9


__ADS_3

"Orang yang terlihat nakal sekali pun pasti memiliki hati lembut yang tersembunyi."


°°°°°


Sean merasa sangat khawatir mendengar suara bergetar Key. "Hei, lo nangis?" paniknya. Baru kali ini seorang gadis berhasil membuatnya merasa panik.


Key menjauh darinya, memungut sapunya yang tergeletak di atas tanah, dan mulai menyapu. Kepala gadis fake nerd tersebut menunduk dalam-dalam, menyembunyikan tangisannya. Bukan tangisan kesedihan tetapi tangis kekesalan. Saking kesalnya, dia sampai menangis.


Sean yang mendengar isakan Key menghembuskan nafas, merasa bersalah. Ia berdiri di hadapan gadis itu dan memegang dagu Key, memaksa gadis itu menatapnya. "Hei, maafin gue ya. Gue cuma bercanda kok." Dengan lembut ia menghapus air mata Key.


Key membuang pandangannya ke arah lain dengan bibir yang cemberut. Sean dibuat semakin gemas dengan tingkah gadis tersebut.


"Tenang aja. Gue akan tanggung jawab kok. Sekarang lo duduk manis di pinggir lapangan dan tonton gue membersihkan lapangan ini."


Hello! Apa yang terjadi dengan dirinya? Kenapa dia mau-mau saja menyapu lapangan? Bahkan ketika dirinya dihukum, dia malah kabur.


Mendengar ucapan Sean, Key kembali menatap Sean dengan tatapan berbinar. "Yang benar, ya. Awas kalau lo boong. Nih sapunya. Babay." Key menyodorkan sapu lidinya dengan paksa dan berbalik sambil meloncat-loncat kecil. Ia sudah tidak sabar untuk duduk.


"Kekanakan." gumam Sean dan mulai menyapu dengan kaku. Seumur hidup, baru kali ini dia memegang sapu. Alasannya hanya karena seorang gadis nerd yang berhasil menarik perhatiannya semenjak memasuki lapangan.


Dari pinggir lapangan, Key terkikik geli melihat gerakan kaku Sean. Sejujurnya dia merasa senang karena Sean berbeda dengan yang lainnya. Pria tampan itu tak membullynya, padahal ia sudah menebak akan di bully tadi. Merasa kasihan dengan Sean, Key pergi ke gudang dan mengambil sapu baru. "Kita kerja bareng-bareng, biar cepat selesai."


Sean terkekeh senang mendengar ucapan Key. Kedua sejoli itu akhirnya menyapu lapangan sambil bersenda gurau. Mereka tidak sadar, kedekatan mereka membuat para murid bertanya-tanya dan terheran-heran.


Pasalnya Sean adalah bad boy yang sangat anti dengan perempuan.


Rafa yang melihat kedekatan Key dengan Sean mengepalkan tangannya erat. Ia tidak tahu kenapa, tetapi hatinya terasa panas. Ia tidak suka melihat kedekatan mereka.


Pekerjaan mereka selesai setelah beberapa menit bel istirahat berbunyi. "Ke kantin bareng?"


Key mengangguk lesu. Saat mereka menuju perjalanan ke kantin, mereka tidak luput dari tatapan para murid.


"Mereka tuh buat gue risih tau gak." kesal Key.

__ADS_1


"Biarin aja sih. Bersikap bodo amat aja." sahut Sean sambil merangkul Key yang lebih pendek darinya. Namun Key segera menyingkirkan tangan Sean dari bahunya karena berat.


"Key, kok lo nyapu halaman sama dia sih? Kemana si Angel?" tanya Tasya yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping Key.


"Gue duluan deh, Key. Bye." Sean tidak suka dengan keberadaan Tasya dan teman-teman Key yang lain hingga ia pamit untuk pergi.


"Oke."


"Lo kok bisa dekat sama Kak Sean sih, Key? Kak Sean itu terkenal sangat dingin dan kejam ke cewek. Dia gak segan-segan buat dorong cewek yang berani menganggunya loh." Tasya bergidik sendiri saat teringat dengan kejadian beberapa bulan sebelum Key masuk.


Ada seorang cewek yang mengejar-ngejar Sean, lalu dengan nekat cewek tersebut memeluk Sean karena tidak suka diabaikan. Alhasil, Sean mendorongnya dengan kuat hingga sang cewek berguling-guling di tangga. Si cewek langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan pria itu hanya anteng-anteng saja.


"Masa sih?" tanya Key mulai tertarik.


"Iya. Pokoknya Kak Sean itu gak pandang bulu buat menghancurkan orang yang dianggapnya musuh. Trus dia orangnya cuek banget."


"Ah, padahal dia tadi perhatian ke gue."


"Ceritain dong gimana caranya kalian bisa kenal."


"Tunggu, tunggu. Lo bilang Angel ke UKS? Sakit kepala?"


"Hooh. Kenapa sih?"


"Tadi dia ke kelas tuh pas bel istirahat berbunyi."


"Mungkin dia udah merasa lebih baikan kali." komentar Key.


"Eh, lupain aja deh. Lanjutin cerita tadi!"


Key mendengus. "Kemudian ada bola yang menggelinding di dekat sepatu gue. Sean minta tolong buat ambilin sama gue tapi gue cuekin karena dia mintanya gak baik-baik. Mungkin karena dia kesal sama gue, dia acak-acak semua yang udah gue sapu."


Tasya tertawa keras membayangkan sahabatnya yang sudah susah payah menyapu malah diberantakin.

__ADS_1


"Aish, jahat lo!"


"Oke, oke. Lanjut."


"Gue nangis karena kelewat kesal. Bayangin aja, gue udah susah payah nyapunya dan dia dengan seenak jidatnya saja merusak semua usaha gue." kata Key menggebu-gebu. "Karena dia merasa bersalah, dia minta maaf sama gue dan bertanggungjawab. Akhirnyaa- ya gitu deh."


"Kejadian langkah banget Kak Sean mau susah payah buat orang lain. Jangan-jangan dia---"


"Suka ke lo!" sambung Chilla, Aura, dan Elly kompak.


"Astaga! Kalian kayak jelangkung aja deh. Perasaan tadi kalian gak ada dibelakang kami." gerutu Tasya sambil mengusap-ngusap dadanya yang berdisko ria.


"Gaes, cepatan deh. Gue udah haus banget." melas Key.


****


Hari-hari Key lalui dengan pujian dari para guru. Dikarenakan nilainya yang selalu sempurna seperti di bidang mata pelajaran: Matematika 100. Fisika 100. Kimia 100. Biologi 100. Ekonomi 100. Pkn 100. Seni 100. Dan bidang mata pelajaran lainnya.


Setiap anak murid yang nilainya rendah pasti akan dibanding-bandingkan dengan Key. Biasa lah ya, guru emang suka gitu. Sampai-sampai anak murid kelas merasa jengah dengan para guru yang selalu memuji Key. Yah, biasanya guru mereka memang suka begitu. Dulu suka membandingkan Angel dengan mereka, sekarang Key yang dibandingkan dengan mereka semua.


Dari hari ke hari Key semakin dekat dengan Angel. Mereka sering pergi ke kantin bersama maupun pulang bersama. Akan tetapi, sampai sekarang dia tidak menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya ke Angel. Bukannya karena tidak percaya kepada Angel, hanya saja dia nyaman dengan identitasnya yang sekarang ini meski dia sering di bully oleh Zea dkk maupun fans-fans Rafa dan Axel.


Key memang semakin dekat dengan Rafa, makanya para fans pria itu tak terima. Selain itu, Key sering kecyduk berangkat bareng Axel. Parahnya lagi, kecemburuan siswi kepada Key meningkat karena Sean yang terkenal dingin dan bad boy selalu berada di dekat Key.


"Pak, saya izin ke kelas dulu ya." izin Key ke guru olahraga mereka.


"Ngapain, Key?"


"Minum, pak. Key haus banget."


"Baiklah tapi cepat kembali."


"Siap, pak."

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh siapa pun, ada seseorang yang mengikuti Key.


-Tbc-


__ADS_2