
"Peka dong jadi cowok. Gue sebagai cewek butuh kepastian."
_Keyra_
°°°°°
"Princess mana, Xel?"
"Kata princess; dia nggak ikut makan malam bareng kita, dad."
"Loh kenapa?"
"Udah makan katanya, dad."
"Kalian sadar gak? Hari ini princess sangat aneh."
"Aneh gimana, sayang?"
"Sewaktu pulang sekolah tadi dia kayak lesu gitu. Trus dia juga ngurung diri di dalam kamarnya. Princess ada masalah di sekolah, Xel?"
"Setahu Axel enggak ada, mom."
"Sudah lah. Mungkin dia hanya capek. Ayo mulai makan malam."
Mereka mulai makan malam dengan tenang. Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Mommy, daddy, Bang Axel! Key pergi keluar dulu ya." teriak Key, mengagetkan ketiga orang yang sedang bersantai di ruang keluarga tersebut.
"Nggak usah teriak-teriak, sayang. Memangnya kamu pikir ini hutan?" omel Ara. Entah sudah berapa kali Ara mengatakan hal itu hingga Key sangat hafal dengan perkataan mommynya yang satu itu.
Sementara Alex dan Alex mengulum senyum. Gadis yang mereka sayangi telah kembali seperti sedia kala. Mungkin gadis kesayangan mereka memang hanya lelah tadi.
"Bisa gak sih mommy jangan mengulang kata-kata itu berulang kali?" Dengus Key.
"Bisa gak sih kamu nggak teriak-teriak terus?" tanya Ara meniru gaya ucapan Key. Membuat Alex dan Axel tertawa sedangkan Key merenggut.
"Kalian ini sama saja," celetuk Alex. "Ngomong-ngomong, princess mau kemana?" lanjutnya.
"Ke suatu tempat, dad. Boleh ya? Ya? Ya?" pinta Key dengan puppy eyesnya.
"Boleh, asal princess jangan pulang larut malam." sahut Alex.
"Yeay. Kalau gitu Key pergi dulu yah semua, jangan kangen ya!!" kata Key dengan percaya dirinya.
****
Keyra POV.
Gue berjalan menyusuri jalanan yang sepi seorang diri. Padahal ini baru jam 9 malam tapi sudah sepi saja.
Hanya beberapa orang saja yang terlihat. Dan yeah, orang yang sedang berpacaran tentu saja. Tidak tahu kah mereka jika berduaan di tempat yang sepi, maka setan akan menjadi yang ketiganya.
Mendengus saat tak sengaja melihat sepasang kekasih itu berciuman. Tuh kan, baru aja gue bilang kalau yang ketiganya setan. Dan sekarang mereka benar-benar melakukannya.
"UHUK! UHUK!" batuk gue cukup keras hingga mereka saling melepaskan pagutan mereka dengan salah tingkah.
__ADS_1
Gue duduk di sebuah kursi panjang yang terdapat di taman. Gue hanya ingin menenangkan diri di sini. Sendiri itu lebih baik hehe.
Tapi kenapa di saat sepi seperti ini Rafa melintas di otak gue. Ok. Gue akui Rafa itu sangat tampan. Wajah tampannya selau terbayang-bayang oleh gue setiap kali mau tidur.
Namun, sayangnya dia kurang peka. Ah tidak, dia tidak peka sama sekali. Contohnya saja dia tidak peka dengan perasaan gue. Padahal gue sudah memberinya kode-kode tapi tetap saja dia tidak mengerti. Huft. Untung sabar.
Entah kenapa hawa-hawa tidak enak mulai terasa oleh gue. Setelah gue mendengar deheman seseorang baru lah gue mengerti dengan hawa aneh yang tiba-tiba saja terasa itu.
"Hei, cantik!!! Boleh kenalan nggak?" tanya seorang laki-laki yang berwajah lumayan tampan namun sangar. Dia duduk di samping gue sambil tersenyum menggoda.
Baru aja gue ingin menenangkan diri tapi sekarang acara menenangkan diri gue malah terganggu oleh kedatangan pria ini. "Cih, dasar penganggu!" desis gue sinis.
Dan dia hanya tersenyum menggoda. "Jangan galak-galak, cantik. Nanti cantiknya hilang loh."
Gue tau dia punya niat gak baik ke gue. Tapi masa bodo lah. Dia itu hanya seekor semut bagi gue. Sekali injak, langsung musnah. Sepertinya bermain-main sebentar tak masalah lah. "Meskipun galak, gue tetap akan cantik kok. Udah dari sananya gue cuantikk." kekeh gue.
"Ayo ikut aku sekarang, cantik. Kita akan bermain sampai puas."Senyum menggoda masih tampak di bibirnya.
Gue mengangkat alis sebelah. "Kalau gue gak mau?"
"Terpaksa aku membawamu secara paksa."
Tertawa sinis. Dia gak tau aja dengan siapa dia berhadapan sekarang.
"Jangan memberontak, kalau kamu memberontak kamu akan merasakan akibatnya." ancamnya. Tangannya mencengkram tanganku kuat.
Hm, menarik. Boleh juga nih dia di jadikan sebagai pelampiasan kekesalan gue.
Menyeringai, menyentuh tangannya. Dengan bodohnya ia tersenyum penuh kemenangan sampai akhirnya ia berteriak kesakitan saat gue mematahkan pergelangan tangannya.
"Jangan pernah sentuh gue dengan tangan kotor lo!"
"ARGHH!!"
Dia mengeram kesakitan. Wajah yang awalnya tersenyum menggoda tadi langsung meringis kesakitan.
Gue meninju perutnya berkali-kali dan menendang perutnya. Tak hanya itu, gue juga menendang tulang keringnya dengan kuat hingga dia semakin meringis kesakitan.
Setelah babak belur, baru lah dia memohon pengampunan ke gue. "Ampuni saya, nona." pintanya dengan nada menyedihkannya.
"Makanya jangan berani-beraninya lo sama gue. Yaudah pergi sana, selagi gue berbaik hati." ketus gue.
Dia langsung lari terbirit-birit karena takut. Cih, badan saja yang besar tapi kekuatannya lemah banget. Ckckck! Dia salah pilih lawan. Kasihan!
Haha.. Tapi gapapa sih. Karena dia gue merasa sedikit lega sebab sudah berhasil melampiaskan kekesalan yang gue rasain sejak tadi muehehe.
****
"Key selalu keliatan cantik ya."
Emang!
"Pagi, cantik."
Pagi juga, jelek.
__ADS_1
"Nyesel gue menghina dia dulu."
****** lo! Makanya jangan menghina orang sembarangan. Harusnya lo berkaca ke diri sendiri dulu.
"Gue mau deh jadi temannya, tapi sayangnya dia cuek banget."
Ya iyalah, mana mau gue berteman sama orang yang fake friend seperti lo. Yang ada lo hanya akan manfaatin gue dan menusuk gue dari belakang.
"Gue mau jadi pacarnya."
Mimpi aja lo! Hati gue selalu untuk Rafa.
"Bodynya goals banget njirr."
Mesum! Gak sopan mandangin tubuh cewek.
Berbagai bisikan terdengar di telinga gue, mulai dari ke luar mobil sampai ke kelas. Gue menjawab dalam hati saja. Setibanya di kelas tercinta, gue langsung duduk. Setelah itu? Jangan ditanya. Gue mah main hp sambil liat video bias sebentar. Jika kalian ingin tahu, gue sedang nonton MV Twice. Salah satu girlband korea yang terkenal. Bias gue Sana, Jihyo, dan Tzuyu.
"Pagi, Key!!"
Gue hanya mengangguk karena malas membalas sapaan Tasya.
"Hai, Key!! Hai, Tasya!!" sapa Chilla.
"Pagi!!!" sapa Elly.
"Juga."
"Sore!!" ucap Aura.
"Lah?? Kok sore sih, Ra?" tanya Tasya. Gue kembali menyimpan hp karena sudah gak mood.
"Hehe.. Habisnya udah di pakai semua kosa katanya." cengir Aura.
Kami semua hanya bisa tertawa mendengar ucapan Aura.
"Lo kenapa sih kemarin?" tanya Chilla tiba-tiba.
"Maksud lo?" tanya gue pura-pura bingung.
"Kemarin lo acuh banget ke kita."
"Hooh."
"Gapapa kok."
Oke. Itu bohong. Nyatanya kemarin gue bad mood gara-gara melihat mereka mesra-mesraan di depan gue. Bukannya iri hanya saja gue merasa kesal karena Rafa tidak pernah peka.
"Jawab aja, lo kenapa? Emang ada masalah apa?" tanya Elly penasaran.
Masalah perasaan. Rafa penyebabnya.
"Nggak ada masalah kok. Gue cuma kelelahan aja kemarin."
"Ohh, kita pikir lo ada masalah." kata Tasya.
__ADS_1
Guru yang mengajar di jam pertama kemudian masuk. Pelajaran Sejarah Indonesia. Ketika jam pelajaran sedang berlangsung, kelas sangat hening sampai-sampai mata gue mengantuk. Dengan susah payah gue menahan rasa kantuk itu. Oh my god! Ini cobaan yang paling besar.
-Tbc-