Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 33


__ADS_3

Lotte World. Bukan tempat yang asing lagi di pendengaran banyak orang. Salah satu wahana taman bermain, pameran satwa laut, dan tempat bermain air dengan luas sekitar 13 hektar.


Lotte World terdiri dari taman bermain indoor dan outdoor. Taman bermain outdoor di sini sering di sebut dengan Magic Island, sebuah hotel mewah, Korea Folk Museum, mall belanja, departement store, fasilitas olahraga, dan nonton film.


Di situ lah Key dkk berada. Dia sudah lama sekali tidak mengunjungi tempat itu. Mungkin terakhir kali ia mengunjunginya dua tahun yang lalu bersama teman-teman SMP nya.


Mereka berada di dalam sekarang. Awalnya sih mereka hanya ingin bermain akan tetapi hasrat untuk shooping mereka menggelora begitu saja. Jadi lah mereka sepakat untuk shopping terlebih dulu. Key menyeret Rafa ke salah satu toko baju.


"Aku mau kita pakai hoodie couple." cetus Key sembari memilih-milih pakaian yang cocok.


"Oke. Asal jangan yang aneh aja."


Key mengangguk dan kembali sibuk memilih. "Ini bagus deh. Bagaimana menurut kamu?" Key memperlihatkan hoodie couple berwarna pink ke Rafa. Melihatnya saja sudah membuat Rafa bergidik.


"Gak bagus, sayang."


"Oh ayo lah. Ini tuh warnanya cute. Cocok banget deh sama kita berdua." rajuk Key dengan pipi yang mengembung.


"Yang lain aja ya, sayang." bujuk Rafa.


"Ehm, ya udah deh."


Key kembali sibuk memilih hoodie. "Kamu suka warna apa?" tanyanya ke Rafa.


"Abu-abu, hitam, dan putih."


"Ckck, gak suka warna ungu gitu?"


"Haha enggak, sayang." ringis Rafa.


"Nah, kita beli ini aja. Hoodie


berwarna putih." sorak Key semangat. "Pasti cocok banget sama kamu ini."


Rafa mengangguk dan memeluk pinggang Key posesif. "Aku aja yang bayar."


"No! Aku yang membayarnya."


"Ayo lah, sayang. Aku aja yang membayarnya."


"Sayangnya Key gak mau di bantah." Ia menjulurkan lidahnya ke Rafa hingga laki-laki itu mendekap Key gemas.


Tak terasa, sudah 1 jam lebih mereka shopping dengan terpisah. Mereka membuat janji ketemuan di wahana bermain saja.


"Ciee, baju couple nih." goda Tasya.


"Hehe, gimana? Bagus, kan?"


"Bagus banget."

__ADS_1


"Tapi kayak anak alay tau gak." celetuk Chilla.


"Yeee, sirik aja lo." sinis Key.


"Haha. Maklum Key, Chilla tadinya juga pengen pakai baju couple tapi pacarnya kagak mau." Aura tertawa nista.


"Kasian deh lo." ejek Key sambil meleletkan lidahnya ke Chilla.


Chilla yang menjadi sasaran bullyan cemberut. Ia bahkan menjaga jarak dengan pacarnya karena merasa kesal.


"Maaf ya, sayang. Jangan cemberut dong." bujuk Kelvin.


"Haha dasar Chilla! Sekarang kita mulai main yuk! Tapi yang pertama kita harus main roller coaster," kata Key semangat.


"Roller coaster?" Aji meneguk salivanya susah payah ketika mendengar permainan pilihan Key. Jika boleh jujur, Aji paling takut dengan ketinggian.


"Kenapa? Kamu takut?" goda Elly.


"Takut? Yang benar saja!" Aji tertawa kaku.


"Bagus deh kalau gak takut."


"Kamu gak takut, sayang?" bisik Mike ke Aura.


"Gak. Kenapa memangnya?"


Key yang merasa tak sabaran segera menarik tangan Rafa untuk membeli tiket.


Teman-temannya mengikut di belakang. Key merasa senang saat tidak banyak yang mengantri.


Saat mereka masuk, mereka di suguhkan dengan pemandangan yang membuat mereka tak sabar untuk segera bermain.


Key dan yang lainnya sudah duduk di roller coaster. Sabuk pengaman sudah terpasang dengan sangat baik.


Mereka sangat tegang ketika roller coaster tersebut mulai bergerak, kecuali Key yang sudah sangat tidak sabar menantikan benda tersebut bergerak.


Seringkali Key melihat orang-orang naik di roller coaster. Mereka menjerit, histeris, dan terlihat bahagia dalam waktu bersamaan.


Maka dari itu, ia juga ingin merasakan sensasi naik roller coaster secara langsung.


Aji mulai berkeringat dingin. Hanya Key yang menyadarinya karena gadis cantik itu melihat semua ekspresi sahabat-sahabatnya. Berbagai eskpresi dari sahabatnya membuat Key terkikik geli. Ada yang mengigit bibir, raut wajah tegang, menahan napas, memejamkan mata erat-erat, dllnya.


Roller coaster mulai bergerak. Dari yang lambat sampai yang kencang.


"AAAAA!!!" semuanya menjerit termasuk para cowok. Mereka semua menjerit histeris tiap kali permainan tersebut bergerak cepat.


Setelah selesai, mereka turun dengan jalan yang sempoyongan. Aji bahkan langsung mengeluarkan isi perutnya hingga Key terbahak. Bukannya merasa kasihan, ia malah merasa terhibur. Dasar Key!


"Gue gak sanggup buat main yang kayak gitu lagi." ujarnya menyerah.

__ADS_1


"Yah, padahal gue pengen main Gyro Drop."


Para sahabatnya menatap Key dengan tatapan horor. Gyro Drop adalah permainan yang menguji nyali. Kalian akan bisa merasakan terlempar dari ketinggian 70 meter.


"Gue gak ikut deh." tolak Aji mentah-mentah.


"Ya udah deh. Siapa yang mau ikut?" Key menatap sahabatnya satu persatu.


"Gue!"


Hanya Tasya yang menjawab dengan penuh semangat. Sementara yang lainnya hanya menggeleng.


Key dan Tasya pamit untuk mencoba permainan tersebut. Sementara Rafa dkk memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian Key dan Tasya bergabung bersama mereka dengan pembicaraan mereka tentang permainan tadi.


"Sekarang kita ke rumah hantu." Axel menyeringai melihat wajah pucat adiknya. I sangat tahu adik satu-satunya itu sangat takut dengan hantu.


"Jangan deh! Di Indonesia kan juga banyak rumah hantu. Kita main yang lain aja." protes Key.


"Kami sudah sepakat loh, princess." kekeh Axel. Dengan sangat terpaksa Key mengangguk cemberut.


Mereka membeli tiket untuk masuk ke dalam rumah hantu. Key terlihat sangat ragu untuk masuk ke dalamnya tapi ia juga tidak enak hati menolak untuk masuk. Sahabatnya sudah banyak mengalah untuknya. Dia tidak ingin menolak untuk satu kali ini saja.


"Kalau kamu takut, kamu gak usah masuk aja, sayang." cemas Rafa yang dapat melihat wajah tegang Key.


"Haha. Apaan sih? Siapa yang takut coba?" elak Key.


"Trus kenapa wajah kamu tegang gitu?" goda Rafa.


"Tegang gimana? Padahal b aja deh." jawab Key dengan wajah datar. Sebisa mungkin dia menyembunyikan ketakutannya.


"Oh ayolah, Keyra! Yang di dalam hanya hantu palsu, bukan hantu asli! Jadi gak usah takut!" batinnya berteriak.


"Serah kamu aja deh. Ayo masuk." Rafa menarik tangan Key lembut.


Suasana remang-remang di dalam ghost house membuat bulu kuduk Key merinding. Tanpa ia sadari tangannya mencengkram baju Rafa dengan erat.


Laki-laki yang peka dengan ketakutan Key segera merangkulnya dan mencium puncak kepala Key.


"Ampun deh! Padahal hantunya belum keliatan tapi gue udah takut duluan." Key menggerutu di dalam hatinya.


"Ingat Key! Kalau ada hantu yang muncul dan nakutin lo, tonjok aja!" Ia terkekeh dalam diam sendiri dengan kata yang hanya ia ucapkan di dalam hati.


Sesosok perempuan berambut panjang muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka. Key berteriak histeris melihat sosok kuntilanak palsu tersebut hingga ia pingsan.


"Key! Key!!!" Rafa berusaha membangunkan Key dengan menepuk-nepuk pipinya pelan. "Sialan! Harusnya gue gak usah bawa dia ke tempat ini!" kesal Rafa pada dirinya sendiri.


-Tbc-

__ADS_1


__ADS_2