Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 27


__ADS_3

"Jangan sombong jadi orang karena di atas langit masih ada langit."


_Keyra_


°°°°°


"Gue yang nantangin lo, queen." potong sebuah suara dari arah belakang Key.


Gadis cantik itu memutar tubuhnya 90° mendengar suara yang familiar di pendengarannya itu. Dan yah, orang itu adalah Davino. Orang yang pernah di jodohkan dengannya. Tangannya terlipat di depan dada. Dagunya terangkat angkuh. Bibirnya tersenyum sinis.


"Besar juga nyali lo nantangin gue." remeh Key. Mungkin karena pernah di jjodohkan dengan Vino, dia menjadi tidak suka dengan laki-laki itu.


"Siap-siap aja untuk menghadapi kekalahan lo malam ini, queen. Karena malam ini gue akan menjadi satu-satunya orang yang bisa ngalahin queen racing." ucap Vino dengan sombongnya.


"Nggak salah tuh? Seharusnya lo yang siap-siap menghadapi kekalahan lo. Jangan nangis ya kalau lo kalah telak nantinya." ejek Key dengan sinisnya.


Vino menggeram tak terima. "Kalau gitu kita buktiin aja siapa yang akan kalah nantinya."


"Oke. Siapa takut." Key mengibaskan rambut panjangnya yang di kuncir hingga mengenai wajah Vino.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil masing-masing dan mulai bersiap-siap di garis start. Lewat jendela mobil yang terbuka, Key mengacungkan jari tengahnya yang di balas pula oleh Vino.


Dalam hitungan ketiga mobil mereka sudah melesat dari garis start. Orang-orang menyoraki jagoan mereka masing-masing. Vino mempercepat laju mobilnya hingga ia memimpin. Key yang melihat Vino berada jauh di depannya hanya tak acuh dan menyanyi ria, mengikuti lirik lagu yang di putarnya.


Vino tersenyum bangga di saat melihat lawannya tertinggal jauh di belakang. "Jadi cuma segini kemampuan perempuan yang selalu di sebut-sebut itu." remehnya sembari geleng-geleng kepala.


Para penonton yang melihat Key tertinggal jauh terlihat keheranan. Tidak biasanya Key tertinggal jauh di belakang lawannya. Biasanya baru beberapa menit dia langsung sampai ke garis finish.


Key memang sengaja tidak menyusul Vino karena dia ingin bermain-main dengan Vino terlebih dulu. Ia ingin membuat Vino merasa di atas awang-awang, lalu setelah itu Key akan menghempaskannya ke bawah. Ouch, membayangkannya saja sudah membuat Key senang. Salahkan saja Vino yang terlalu sombong menjadi orang.


"Oke. Go!" Key tersenyum devil.


Wusshhhhh~~~~


Dalam sekejap Key bisa menyusul Vino. Ia melewati garis finish hingga penonton bersorak kagum. Tikungan yang tajam Key lalui dengan kecepatan yang penuh. Sungguh mengagumkan. Padahal kalau ia tidak fokus bisa saja dia akan celaka.


Semua orang yang berada di area balapan bersorak karena queen mereka lagi-lagi menang dalam balapan. Orang-orang memang sangat mengakui bahwa queen racing mereka tidak bisa terkalahkan. Queen mereka yang hebat dan misterius.


Vino keluar dari dalam mobilnya dengan wajah yang sangat kesal. Sedangkan Key tidak keluar dari dalam mobilnya sama sekali. Ia hanya menatap Vino sinis dari dalam mobilnya. "Gue yang menang, kan?? Makanya jangan sombong jadi orang karena di atas langit masih ada langit."


"Oke. Gue akui kalau lo itu hebat." aku Vino setengah hati.


****


"KEYRA!! BANGUN!!"


Key yang sedang tidur pun terlonjak kaget akibat mendengar teriakan Bu Vira yang dapat merusak gendang telinga siapa pun yang mendengarnya.


Key menatap Bu Vira dengan tatapan protesnya. Bibirnya manyun beberapa senti meter hingga membuat siapa pun gemas. "Ya ampun, bu!! Ibu mau buat Key kena serangan jantung dadakan?"


Bu Vira menatap Key tajam. "Kenapa kamu tidur di jam pelajaran saya, Keyra?"


"Karena Key ngantuk, bu." jawab Key santai.


"Keluar kamu dari kelas saya!" usir Bu Vira.


"Kenapa, bu?"


"Masih nanya kamu?! Saya mengeluarkan kamu dari kelas saya karena kamu tidur di saat saya sedang menerangkan pelajaran." kesal Bu Vira.


"Padahal kelas ini punya gue. Kan sekolah ini milik ortu gue." gumam Key.


"Ya udah deh, bu. Makasih loh Bu Vira yang cantik karena menyuruh Key keluar dari kelas yang membosankan ini." Key melenggang keluar kelas dengan santainya.

__ADS_1


Para murid yang berada di dalam kelas hanya melihat kepergian Key dengan cengo.


"Astaga!! Anak itu!" geram Bu Vira.


"Baiklah sekarang kita lanjutkan pelajaran kita."


Dilain tempat. "Akhirnya gue bisa keluar dari dalam kelas tanpa repot-repot cari alasan untuk cabut." gumam Key sambil terus berjalan menuju kantin.


"Bu, Key pesan susu coklat sama roti bakar rasa coklat ya."


"Baiklah. Tunggu sebentar ya, nak."


"Oke, bu."


Ting~


Key mengambil handphonenya dari dalam saku rok.


From: Chika sepupu tersayang.


"Kapan lo akan ngasih tau dunia tentang jati diri lo? Banyak orang yang sangat penasaran dengan pemimpin Angelia's Group. Lebih baik, lo nunjukin identitas lo ke publik secepatnya deh."


To: Chika sepupu tersayang.


"Ok. Gue akan membuka jati diri gue. Minggu depan."


Send.


Baiklah, mungkin ini saatnya untuk menunjukkan jati diri gue yang sebenarnya ke publik. Batin Key.


"Ini pesanannya, nak."


"Makasih, bu."


"Ini banyak banget, nak." ucap bu kantin kaget dan sungkan.


"Gapapa, bu. Ambil aja, bu."


Key duduk di bangku paling pojok. Sembari menunggu jam istirahat yang sebentar lagi berbunyi, Key memainkan handphonenya sambil stalking doi. Mulai dari Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Suho, DO Kyungsoo, dan anggota boyband EXO lainnya.


Siapa yang tidak mengenal boyband EXO. Semua member boyband yang satu itu memiliki wajah yang sangat tampan.


Kantin yang awalnya sepi mulai heboh karena murid sudah mulai berdatangan ke sana. Namun, kehebohan yang terjadi tidak mengusik Key sama sekali. Gadis cantik satu itu terlihat sedang senyum-senyum sendiri sembari mempelototi layar hp nya dengan ekspresi mendamba. Tanpa Key sadari, senyum manisnya membuat para cowok yang melihatnya terpesona. Jika mereka sedang di dalam film, mungkin ada cahaya yang menyinari Key atau ada angin yang menerbangkan rambut Key yang tergerai.


Para sahabatnya sudah duduk manis di dekatnya akan tetapi gadis cantik yang satu itu belum juga menyadarinya. Sapaan mereka, dianggap angin lalu saja.


"Please deh. Jangan senyum-senyum kayak orgil." sindir Tasya.


"Sibuk banget kayaknya, Key." Elly ikut-ikutan menyindir Key yang sibuk dengan dunianya sendiri.


Jujur, Key tidak mendengarnya sama sekali karena fokusnya tertuju pada biasnya. Kesal di cueki Key, Chilla mengebrak meja dengan kuat. Semua murid yang berada di dalam kantin terdiam untuk sejenak, sebelum akhirnya kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Brakkk~


Prank~


Handphone Key terjatuh ke lantai karena kaget. "Astaga!!! Handphone gue... Aaaaaa, My Baekhyun... Tidakkk!!" jerit Key meratapi nasib malang hp nya. "Kok lo ngagetin gue sih?!!" kesalnya.


"Makanya jangan kacangin kami." sahut Chilla enteng.


Key mengambil handphonenya yang sudah hancur.


"HUWAAA!!! HANDPHONE GUE!!" teriak Key kesal.

__ADS_1


Seluruh murid yang berada di dalam kantin menatap ke arah meja mereka dengan tatapan penasaran.


"Lebay banget sih lo!! Lagian lo kan kaya. Bisa beli lagi lah handphonenya." dengus Aura.


Key tidak mengubrisnya karena ia sedang mengamati layar handphonenya yang sudah pecah dengan tatapan nanarnya.


"Hp gue... Hiks... Nggak... Hiks... Bisa... Hiks nonton... Hikss... Deh... Hiks..." Key mengoceh tidak jelas sambil menangis.


Chilla dan yang lainnya menatap Key dengan tatapan cengonya.


"Lah?? Kok lo nangis sih??" tanya Aura heran.


Key tidak membalas ucapan Aura karena dia masih merasa sedih. Rafa memeluk Key untuk menenangkan kekasihnya yang tiba-tiba lebay itu.


"Jangan nangis dong, nanti aku beliin ice cream yang banyak deh. Sekalian aku beliin tokonya buat kamu." bisik Rafa sambil mengelus rambut pirang Key.


"Aaaa... Yang benar?" tanya Key kembali bersemangat.


"Iya, sayang." kekeh Rafa.


Key langsung berhenti menangis dengan ajaibnya. Saat Key mengangkat kepalanya, semua pasang mata sedang menatapnya. Dalam hati Key mengabsen nama hewan di kebun binatang karena merasa sangat malu.


"NGAPAIN KALIAN NGELIATIN GUE?" bentak Key kepada orang yang masih menatapnya hingga orang yang tadinya melihat dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena takut kena masalah.


"Kok lo lebay banget sih?" dengus Chilla.


"Lagian lo pakai acara ngagetin gue sampai hp gue hancur. Semua drakor, foto oppa-oppa ganteng gue, foto gue yang cantik dan imut, dan semua yang ada di hp gue hancur gara-gara lo. Gue nggak mau tahu pokoknya lo harus ganti hp sama isinya sekalian!!" omel Key.


"Halah! Kan cuma layar hp lo yang rusak. Bisa di ganti layarnya, goblok. Isinya gak akan ke hapus." cibir Chilla.


"Udah salah. Masih aja ngelawan." sinis Key.


"Iya deh, gue salah dan gue minta maaf."


Mereka hanya terkekeh pelan melihat perdebatan Key dan Chilla.


"Oh ya, guys! Minggu depan katanya pemimpin Angelia's Group akan menunjukkan dirinya ke publik." kata Tasya tiba-tiba.


Secepat itu kah beritanya beredar? Ehh, tentunya dong wkwk. Batin Key.


"Oh ya? Sumpah, gue penasaran banget sama pemimpin tuh perusahaan." sahut Elly.


"Gue juga penasaran banget sama dia karena dia itu hebat banget. Bisa membangun perusahaan terkaya di dunia." imbuh Aura sambil menyesap teh esnya.


Dia lagi bersama kalian. Batin Key.


"Apalagi gue. Kenapa harus nutupin identitasnya segala ya?? Apa mungkin dia buruk rupa? Makanya dia malu menunjukkan dirinya ke publik." celetuk Mike.


Perkataan Mike mampu membuat Key tersedak susu coklatnya.


'uhuk uhuk uhuk uhuk'


"Minumnya pelan-pelan dong, sayang." nasihat Rafa lembut.


"Hehe..." balas Key menampilkan cengiran lucunya.


Enak aja dia ngatain gue jelek, padahal wajah gue cantik bak dewi yunani, batin Key kesal.


"Gue juga penasaran deh." tambah Kelvin.


"Apalagi gue. Gue sangat penasaran dengan orang yang berhasil ngalahin Alexander's Group." kata Axel.


"Gue bang yang ngalahin perusahaan Alexander's Group." jawab Key dalam hati.

__ADS_1


-Tbc-


__ADS_2