
Key mendengus kesal karena masih teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu. Kejadian dimana dia di jebak dan di tuduh maling.
Namun beberapa menit kemudian, perasaan kesalnya terganti dengan senyum miring saat mengingat perlakuannya kepada Nana. Dia selalu menjahili Nana. Mulai dari mencoret-coret meja dan kursi Nana dengan spidol permanent, loker Nana juga ikut di coret-coretnya, membuat Nana terkena hukuman guru, menempelkan permen karet ke rambut Nana, membuat Nana kepedesan, menyuruh orang membully Nana tapi tidak parah kok, palingan cuma menyiram Nana, membuat Nana tersandung kakinya namun dia kembali meminta maaf atau justru malah menyalahkan Nana.
Key merasa jahat dan senang saat bersamaan. Tapi entahlah, dia hanya kesal saja melihat Nana dan Rafa yang semakin akrab saja belakangan ini. Salahkan saja api cemburu yang membakar jiwanya.
Selama ini belum ada yang mengetahui tingkah nakalnya ke Nana karena Key melakukannya dengan sangat profesional.
Key tersadar saat seseorang mendorongnya hingga dia tersungkur ke atas lantai. "Gue nggak nyangka sama lo, Key," kata Elly dengan nada penuh kekecewaan.
Key mengerutkan dahinya bingung dan berdiri. "Nggak nyangka apaan, Ly? Gue nggak ngerti deh."
"LO ITU PENGHIANAT!" bentak Elly penuh penekanan.
"Lo kenapa sih?" tanya Key yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.
"Lo selingkuh dengan pacar gue. Apa kurangnya Rafa hingga lo selingkuhin dia?" tanya Elly penuh emosi.
Key mengangkat tangannya. "Tunggu dulu! Gue selingkuh sama pacar lo? Gak salah nih?"
"Heh, diam lo cewek gatel. Ini buktinya." Aura melemparkan beberapa lembar foto ke wajah Key dengan emosi.
Dengan perasaan yang masih bingung, Key mengambil foto-foto itu. Tangan Key bergetar saat melihat foto tersebut. "Ini---"
"Dasar cewek gatel. Mending kita cabut yuk, guys." ajak Chilla.
"Kok kalian tega banget sih sama Key? Memangnya kalian dapat darimana foto itu?" kata Tasya membela Key.
"Lo diam aja deh. Mending lo sekarang jauhin dia daripada dia juga hianatin lo nantinya," kata Elly sinis.
"Gak. Key sahabat gue dan gue lebih percaya sama Key daripada sama foto gak jelas itu. Bisa aja kan ada orang yang mengedit fotonya?"
"Alah, jangan banyak omong lo." kata Chilla.
Chilla, Aura, dan Elly pergi meninggalkan Key dan Tasya.
"Gue gak habis pikir deh sama mereka. Ngakunya sahabat tapi kok gak percaya sama sahabatnya sendiri?" dumel Tasya kesal.
Key masih terdiam kaku dengan pandangan yang sangat kosong.
"Key? Kok malah ngelamun sih?" Tasya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Key.
"Gue gak pernah gitu, Sya." lirih Key dengan mata yang berkaca-kaca.
Rasanya sakit sekali saat sahabatnya lebih mempercayai foto hasil editan itu di bandingkan percaya dengannya. 1 pertanyaan yang terlintas di otaknya. Siapa dalang dari kejadian ini? Key bukan orang bodoh.
Kejadian di mall beberapa minggu yang lalu membuktikan ada seseorang yang membencinya dan berusaha menjatuhkannya. Lalu pertanyaan besarnya, siapa orang itu?
__ADS_1
****
Rafa berjalan ke arah Key dengan wajah penuh amarah. Key yang melihat Rafa marah semakin tak mengerti. "Kamu kenapa?" tanyanya, tangannya berusaha menyentuh tangan Rafa namun kalah cepat oleh Rafa yang terlebih dulu menepisnya.
"Jangan sentuh gue, *****."
Di belakang Rafa muncul sosok yang di kenali Key, yaitu Nana.
"Rafa, apa maksudnya ini?!" tanya Key marah melihat Nana yang bergelayut manja ke lengan Rafa layaknya monyet.
"Apa maksudnya?? Haha.. Tentu saja Nana sekarang pacar gue! Kita putus sekarang juga! Gue gak sudi punya pacar kek lo. Pacar yang berselingkuh dengan pacar sahabatnya sendiri."
Mata Key memanas. "Aku gak pernah selingkuh, Rafa. Please, percaya kepadaku."
"Percaya?? Gak akan! Karena ada buktinya. Gue liat foto lo sama Aji. Semuanya. Kegiatan kalian di belakang gue."
Rafa tersenyum sinis. "Gue nggak nyangka, Key. Lo bisa serendah itu jadi perempuan."
Key mendorong Nana. Lalu ia memegang kedua lengan Rafa kuat.
"Percaya sama aku, Raf. Foto itu cuma hasil editan. Kamu percaya kan sama aku?" melas Key dengan beruraian air mata.
"Jangan percaya sama omong kosongnya, Raf. Dia berbohong. Aku saksi di sana, aku melihat Key dan Aji yang berpelukan di taman." ucap Nana memanas-manasi. "Dan lagi, dia juga bully aku belakangan ini, Raf. Dia selalu membullyku." Nana menangis.
Rafa yang melihat itu segera memeluk Nana. "Stt... Jangan nangis lagi."
"Kenapa? Kami kan pacaran. Dan gue harap lo jangan nampakin diri lo lagi di hadapan gue. Ternyata lo gak sebaik yang terlihat ya. Lo itu tak hanya sekedar malaikat yang berhati iblis," kata Rafa tajam dan menusuk.
"Ayo kita pergi, Na."
Rafa dan Nana berjalan beriringan, meninggalkan Key yang menatap kepergian mereka dengan tatapan hancur. "Sabar, Key. Jangan sedih, gue akan selalu ada di sisi lo kok." hibur Tasya. Dia memeluk tubuh Key yang bergetar akibat menangis.
****
"Aji!"
"Ya, Key?"
"Kenapa lo diam aja tentang hal yang dikatakan teman kita itu?" tanya Key berusaha tenang.
"Sorry, Key. Gue di ancam sama seseorang."
"Siapa yg ngancem lo?"
"Lo gak perlu tahu, Key."
"Kasih tahu gue, please."
__ADS_1
"Maaf Key tapi gue benar-benar gak bisa.."
"Arghh!!"
Key meninju perut Aji saking kesalnya hingga Aji terduduk menyedihkan di atas lantai. "Rasain lo!"
"Kalau gue tau orangnya nanti, gue akan siksa tuh orang" kata Key sambil menyeringai kejam. Lalu ia pulang ke rumah.
****
"Dasar adik murahan." Key mematung di tempat mendengar ucapan Axel. Baru saja selangkah dia melangkah ke dalam mansion, dia sudah di sambut dengan kata tak mengenakkan itu.
"Bang. Aku gak gitu. Masa abang lebih percaya sama gambar sih daripada sama adik abang sendiri?"
"Gue lebih percaya dengan bukti yang ada Keyra."
Key melempar tasnya dengan emosi. "Terserah. Mau kalian percaya atau enggak gue udah gak peduli lagi. Gue muak. MUAK!" Berlari menaiki tangga menuju kamarnya lalu ia menangis sepuasnya.
"Cuma Tasya yang percaya sama gue. Kenapa kalian gak percaya sama gue sih?"
"Kenapa gue jadi lebay gini? Kenapa air mata gue terus keluar?"
"Ahhhhh... Berhenti keluar air mata sialan!!"
"Huhu... Kalian jahat."
"Gue gak salah!!!"
"Gue benci kaliannnnnnn!!!!"
"NANA BERMUKA DUA! PASTI INI SEMUA KARENA DIA!!"
"AAAA!!! GUE BENCI KALIAN POKOKNYA."
"Hikss.. Hikss.. Kenapa kalian gak percaya sama gue?" tutur Key sendu.
Karena kelamaan nangis, mata Key menjadi bengkak, hidungnya memerah. Hatinya masih sedih namun air matanya sudah kering.
Beranjak ke dalam kamar mandi. Dia berendam di bathub selama 2 jam dengan air dingin. Setelah selesai ia keluar dengan kulit yang mengeriput.
Memakai pakaian sebuah dress sederhana. Lalu ia tidur tanpa menyisir atau pun mengeringkan rambutnya. "Dia sudah tidur. Cepat bawa dia ketempat yang di suruh orang itu."
"Siap."
2 orang masuk dengan mengendap-ngendap kedalam kamar Key. Lalu salah satu orang itu menutup mulut Key dengan sapu tangan yang sudah di beri bius.
"MISI SUKSES."
__ADS_1
-Tbc-