Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 19


__ADS_3

"Keinginanku sederhana. Dia peka saja sudah cukup bagiku."


°°°°°


Tasya dan Key berhenti di depan cafe. Setahunya, cafe tersebut cafe milik Rafa. "Jadi di sini akan diadain acara ultahnya?"


"Yap."


Tasya dan Key memasuki cafe. Tapi baru selangkah mereka masuk ke dalam, lampu cafe langsung mati.


"ARGHHH!!" jerit Key kaget. "Tasyaa!!! Lo dimanaa?!" Key meraba-raba di dalam kegelapan dengan perasaan yang kalut. Ia tidak suka dengan kegelapan sama sekali. "Tasyaa!! Lo dimana sih? Jangan tinggalin gue!!"


Hening.


Tak ada jawaban dari orang yang dipanggilnya. Key mulai memeluk dirinya sendiri karena terlalu takut. Ia terus melangkah di dalam kegelapan dengan pelan-pelan.


"Hihihihi..."


"HUAAAA!! MOMMY!! DADDY!!! ADA SETANNNNNN!!" teriak Key dengan suara cetar membahananya. Ia berjongkok karena saking takutnya. Air mata mulai keluar dari mata indahnya.


"Hiksss... Key takutt! Key butuh pelukan mommy." isaknya.


Lampu kembali hidup sewaktu Key membuka mata. Baru saja Key bernafas lega, ia kembali dibuat histeris melihat sesosok makhluk berpakaian putih yang berdiri di hadapannya.


"KYAAAAA!!!" Ia sampai terjengkang ke belakang saking takutnya. "Hantu yang jelek bin nakutinn. Hilang ya. Jangan ganggu Key. Key kan gak ganggu." mohon Key tanpa membuka matanya. Ia takut jika saja wajah hantu tersebut sangat menakutkan, seperti wajah hantu di film yang pernah ditontonnya.


Suara gelak tawa yang sangat dikenalinya membuat Key membuka matanya dan mendongak ke atas.


Alangkah syoknya Key melihat siapa sosok yang dikiranya hantu tadi. Orang itu tak lain adalah Chilla.


"Sumpah, Key. Lo lucu banget hahaha." Chilla mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya.


Key seketika berdiri dan menuding Chilla dengan jari telunjuknya. "Lo?! Nakutin gue banget sumpah." Ia menggoncang bahu Chilla dengan kuat hingga gadis yang digoncangnya merasa pusing.


"Gue minta maaf, jangan goncang tubuh gue lagi. Gue pusying," kata Chilla lebay.


"Huh!" Key melipat tangannya di depan dada. Bibirnya mencebik kesal.


"Apa mak---"


"Happy birthday Keyra, Happy birthday Keyra, Happy birthday, happy birthdy, happy birthday Keyra."


Rafa tiba-tiba saja muncul dibelakang


Tasya dengan membawa kue ulangtahun yang di atasnya terdapat lilin yang berangka 17. Nyanyian semakin nyaring. Axel dan yang lainnya yang duduk di ujung ruangan mendekati Key sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun diiringi dengan lagu yang mengalun dengan pelan di dalam cafe.


"Kalian..."


Key tak dapat menahan rasa harunya. Ia merasa terharu karena sahabatnya tidak melupakan hari ulangtahunnya sama sekali.


"Tiup kuenya, Key." kata Rafa lembut saat sudah berdiri di hadapan Key. "Make a wish jangan lupa." imbuhnya.

__ADS_1


"Tiup! Tiup! Tiup!" sorak mereka kompak. Lagu selamat ulang tahun yang disetel sudah berganti dengan lagu 'perfect.


Key menatap Rafa lama. Melihat Rafa tersenyum lebar, ia juga ikut tersenyum lebar. Matanya terpejam dan mengucapkan keinginannya di dalam hati. "Ya allah. Semoga Rafa peka. Aamiin." doanya dalam hati.


Simple sekali bukan permintaannya. Key membuka mata, menunduk setelah memegangi rambutnya, dan meniup lilin.


Tasya memberikan sebilah pisau ke Key. "Sekarang potong kuenya. Potongan pertama untuk siapa ya kira-kira." goda Tasya yang tau pasti dengan perasaan sahabatnya tersebut.


Key tersenyum dan mulai memotong kue yang sudah di letakkan di atas meja. Setelah selesai ia menusukkan garpu ke potongan tersebut.


"Pasti untuk Axel nih."


"Atau gak untuk Rafa."


Begitulah komentara para sahabatnya.


"Potongan pertama tentu saja untuk..." Key tersenyum misterius. Ia hampir terbahak melihat raut wajah penasaran para sahabatnya. "Untuk gue dong!" kekehnya dan melahap kue tersebut dengan cepat.


Para sahabatnya mendesah kecewa. "Ya elah, padahal gue tadi udah menebak kuenya untuk Axel atau Rafa."


Key terkekeh geli. Dan kembali memotong kuenya sampai terbagi-bagi menjadi bagian kecil.


"Potongan kedua untuk..."


"Axell!!" sorak para cowok.


"Rafaa!!" sorak para cewek.


Key menggeleng dramatis. "Salah! Potongan kedua untuk Tasya dong!"


"Aaaa!! Lo emang my bf ter love love gue deh." sorak Tasya.


Key terkekeh melihat wajah cemberut abangnya. "Tenang saja. Potongan yang ketiga untuk abang dong. Aaaa!!"


Axel tersenyum dan melahap kue yang disuapi Key untuknya.


"Sekarang untuk Rafa."


"Cieeeee!!" sorak para cewek heboh hingga Key merenggut kesal.


"Apa-apaan sih kalian?! Telinga gue sakit tau." protesnya.


"Ekhem! Ekhem!" Mereka terdiam mendengar deheman Rafa sambil tersenyum penuh arti.


"Keyra Angelia Alexander."


Key menatap Rafa dengan tatapan bertanya. Lalu tatapannya turun ke tangannya yang digenggam oleh laki-laki tersebut sekilas. "Aku memang bukan laki-laki yang romantis. Tapi, maukah kamu menjadi pacarku?"


Key melongo mendengarnya. Rafanya benar-benar tidak romantis sama sekali. Pria lain kalau menambak cewek yang disukainya pasti dikasih kata-kata pengantar dulu. Lah dia?! Langsung ke inti saja cuy! Yang lainnya tertawa geli melihat wajah melongo Key.


"Jadi, bagaimana?" ulang Rafa.

__ADS_1


"Gak!"


Bahu Rafa langsung meluruh ke bawah. Padahal tadi dia sudah sangat optimis Key menerimanya karena bisikan para sahabatnya yang mengatakan Key punya perasaan yang sama dengannya.


"Aku memang tidak pantas bersanding dengan gadis cantik seperti dirimu." lirih Rafa tanpa berani menatap Key.


"Kenapa lo menembak gue?" tanya Key tenang.


"Karena aku menyukaimu. Ah, tidak. Aku mencintaimu."


"Sejak kapan?"


"Aku tidak tahu pasti. Tapi yang aku tau, setiap kali melihatmu jantungku selalu berdebar. Setiap kali melihatmu bersama laki-laki lain, aku merasa cemburu. Aku tidak pernah berani menyatakan perasaanku karena aku takut ujungnya seperti ini. Aku takut kamu menolakku dan sekarang ketakutanku terjadi. Tidak apa-apa. Meskipun kamu menolakku, aku harap kita bisa tetap berteman baik."


"RAFAAAA!!" teriak Key gemas hingga Rafa terlonjak kaget. Sedangkan yang lainnya lagi-lagi tertawa geli.


"LO ITU GAK ROMANTIS BANGET SIH JADI COWOK! SUMPAH! LO COWOK PALING GAK ROMANTIS DAN GAK PEKA YANG PERNAH GUE KENAL!" Key mencak-mencak di tempat karena terlalu gemas dengan laki-laki itu.


"Gak peka? Gak romantis? Padahal aku udah peka dan romantis loh," kata Rafa dengan polosnya.


"ARGHHH! UNTUNG SAYANG!" Key menarik rambutnya sendiri karena terlalu gemas.


"Kamu suka aku?" tanya Rafa dengan mata yang berbinar.


"Menurut lo aja deh." kesal Key.


Rafa mengecup punggung tangan Key senang. "Aku anggap kamu menerimaku jadi pacarmu. Terimakasih."


Lagi-lagi Key melongo. "Ya allah. Untung gue sabar." lirihnya dramatis.


Rafa melepaskan genggamannya dari tangan Key. "Tutup mata kamu dulu. Aku mau kasih sesuatu." pintanya ke Key.


"Ya elah. Gak usah sok romantis deh. Lo gak ada romantis-romantisnya sama sekali." celetuk Key.


"Please."


"Ish, ya udah." Key memejamkan matanya dengan kesal.


Rafa tersenyum lebar. Ia merogoh sesuatu dari saku celananya. Mengambil barang yang berada di dalam kotak kecil tersebut dan memandanginya dengan senyuman. Dengan sangat hati-hati ia memakaikannya ke leher Key.


"Udah belom? Gelap nih." protes Key.


"Udah. Sekarang matamu boleh dibuka."


"Lah? Ada apaan sih? Gak ada yang berubah elah." celetuknya. Semuanya masih sama seperti saat matanya belum terpejam. Kalau di drakor yang pernah di tontonnya sih pasti akan ada bunga yang cantik atau pun kejutan manis lainnya. Memang ya, realita tak seindah ekspetasi.


"Liat leher kamu."


Seketika Key melihat lehernya. Ia tersenyum lebar melihat barang yang mengalung indah di lehernya. "Makasih. Ini sangat cantik." Ujarnya berbinar.


Rafa ikut tersenyum bahagia melihat Key menyukai hadiah sederhananya.

__ADS_1


"Ya elah! Kami masih di sini woi!" teriak Mike menghancurkan suasana.


-Tbc-


__ADS_2