
"Semoga kami selalu bersama, sampai maut memisahkan."
_Keyra_
°°°°°
Elly menatap Vall dengan tatapan sinis yang sangat jarang dia lemparkan pada orang. Ia menatap Vall dari atas sampai bawah lalu kembali lagi ke atas dengan tatapan meremehkan.
"Lo itu bukan apa-apanya dibanding Key, *****."
"Tau tuh. Dari keluarga Auduston aja bangga. Kita yang berasal dari keluarga dengan derajat lebih tinggi dari dia biasa aja." imbuh Aura.
"Sebaiknya lo mundur deh sebelum sesuatu yang gak diinginkan terjadi sama lo." nasihat Tasya dengan bijaknya.
"*****! Mending lo minta maaf deh ke Key." kata Chilla datar.
"Minta maaf ke dia? Sorry, gak level!" Vall mengangkat dagunya sombong.
"Udah lah gaes. Gue juga gak perlu maaf dari manusia kayak dia." kekeh Key santai.
Vall menampar Key karena sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi mendengar ucapan Key, ucapan yang seolah mengatakan dia manusia yang paling hina di bumi.
"SHIT!" Axel berdiri dengan marahnya. Ia menonton dengan tenang tadi bukan karena tidak ingin membela adiknya tapi ia merasa adiknya bisa mengatasi anak baru yang songong itu. Ketika adiknya di tampar, tentu saja dia tidak terima.
"Tenang, bang. Gak usah ikut campur. Ini urusan Key sama dia." Key tersenyum dingin. Tamparan Vall sama sekali tidak terasa sakit baginya.
Tasya berusaha meredam kemarahan Axel dengan mengelus punggung tangannya.
"Gue akan pastiin lo keluar dari sekolah ini." Vall menatap Key dengan sombong. "Orang tua gue donatur di sini. Tapi kalau lo mau tetap sekolah di sini putusin Rafa." Key melongo.
Wtf?! Gak punya malu apa ya nih cewek? Urat malunya dah putus kali ya?! Batinnya heran.
"Heran deh gue sama cabe yang satu ini." Chilla menggeleng-gelengkan kepalanya heran.
"Jauhin Rafa!" perintahnya.
Key mendengus keras. "Heh, lo itu cuma murid baru di sini tapi lo udah kayak gini. Dasar cabe!" bentak Key.
"Lo kali yang cabe, hush, hush, sana. Gue nggak mau ketularan virus lo." usir Vall.
"Cabe teriak cabe." sindir Key. Ia maju selangkah dan menampar Vall keras sampai-sampai gadis tak tau malu itu tersungkur di lantai. Para murid tertawa bahagia melihat Vall yang terjatuh menyedihkan.
"Ini balasan buat lo yang udah nampar gue tadi." sinis Key. Ia melipat tangannya di depan dada, menatap Vall sinis, dan berdecih pelan melihat Vall yang tak berdaya. Tadi aja sok-sok an ngelabrak, lah saat Key lawan malah gak berdaya. Dasar sampah!
"Pergi sana, *****! Lo nggak punya malu hah?? Rafa itu pacarnya Key." bentak Chilla.
__ADS_1
Vall bangkit dari posisi menyedihkannya dengan wajah yang memerah.
"Hush hush. Sana pergi yang jauh! Kalau bisa jangan kembali ke sini lagi. Dan kalau bisa menghilang saja dari muka bumi ini sekalian." kata Elly dengan sadisnya.
"KALIAN---"
Key menangkap tangan yang hendak Vall layangkan kepadanya dengan mudah. Key tersenyum miring melihat wajah merah Vall. "Vacab alias Val cabe, lo gue keluarin dari sekolah ini tanpa rasa hormat sama sekali."
"Emangnya lo siapa?" tanya Vall sengit.
"Hello!!! Masa lo nggak kenal gue sih? Emang lo nggak punya tv di rumah, cabe?? Gue tuh Keyra Angelia Alexander, orang terkaya nomor 1 dan sekolah ini adalah milik gue." kata Key sarkas.
Dapat ia lihat, wajah Vall langsung pucat seketika mendengar ucapan Key karena ketakutan. Mungkin dia sudah ingat siapa perempuan yang di tamparnya.
"Ckckck.. Lo salah cari lawan, CABE." Aura menekankan kata terakhirnya.
"Oh. Bagaimana kalau gue hancurin aja perusahaan lo? Biar nantinya lo jadi gelandangan?" tanya Key sambil berpura-pura berpikir.
"Gue minta maaf Key, gue nggak tahu. Gue khilaf." mohonnya sambil menangis. Bahkan ia langsung berlutut di depan Key.
"Maafin gue, Key. Jangan libatkan keluarga gue dalam masalah kita, gue mohon. Hal ini murni kesalahan gue. Jadi jangan bawa-bawa keluarga gue." pintanya dengan menangis tersedu-sedu.
Key ingin tertawa puas melihat Vall menangis seperti itu. Asal kalian tahu, ia tidak serius dengan ucapannya yang melibatkan orangtua Vall.
Lagipula ini masalahnya dengan Vall. Bukan masalah dengan orang tua Vall. Key tidak setega itu menghancurkan ortu Vall karena Key masih punya hati nurani.
"Simpan tuh tangisan buaya lo!! Sekarang lo angkat kaki dari sekolah ini atau gue berubah fikiran dan menghancurkan perusahaan orangtua lo." ancam Key.
"Baiklah. Makasih, Key. Karena lo nggak ngelibatin keluarga gue dalam masalah ini."
Vall berjalan pergi hingga punggungnya tidak terlihat lagi.
"Wahh.. Mantap tuh, masa di hari pertama sekolah udah di keluarin aja."
"Hahaha. Dia salah cari lawan."
"Huhhh!!! *****."
"Anak baru aja belagu."
"Sok sok an banget sih anak murid baru itu."
"Key sadis banget ya."
"Iya, La. Kayaknya akan jadi trending topik deh kalau gue unggah kejadian tadi ke internet."
__ADS_1
Key menghampiri Siska, siswi penggosip kelasnya yang baru saja mengatakan hal itu. "Lo mau unggah kejadian tadi di internet?" Key tersenyum sinis. Siska terdiam ketakutan. "Silahkan! Tapi kalau lo udah siap tinggal di kolong jembatan." kata Key santai sambil tersenyum manis.
Tubuh Siska bergetar takut.
"Siapa lagi yang pengen post kejadian tadi? Silahkan! Gue pastikan kalian akan tinggal di kolong jembatan," ancam Key tak main-main. "Tapi kalau kalian nggak mau tinggal di kolong jembatan, hapus sekarang juga video tadi." seru Key lagi. Serentak, mereka yang memvideokan mengeluarkan handhone mereka.
****
"ASTAGA!!! SETAN!!!!!!!" teriak Key keras saat melihat Rafa yang sedang menatapnya dengan intens, belum lagi wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Key.
"Ya ampun sayang, mana ada sih setan seganteng aku?" gerutu Rafa tak terima.
Key duduk sambil mengelus dada. "Sudah berapa lama kamu di sini?"
"Sudah 2 jam, mungkin." jawab Rafa sambil berpikir.
"Astaga!! Kok kamu nggak bangunin aku sih?" Setelah kejadian tak mengenakkan di kantin tadi, Key memutuskan untuk tidur di ruangan pribadinya.
"Soalnya tadi kamu nyenyak banget tidurnya jadi aku nggak tega deh bangunin kamu."
"Hmm, pulang aja yuk."
Rafa mengangguk dan berdiri. Rafa beranjak dari duduknya. Namun, setibanya di depan pintu ruangan, Rafa menoleh ke arah Key. "Kok kamu masih di sana?" Dahinya mengerut
.
"Hehe. Gendong dong, sayang," kata Key manja. Gapapa lah ya. Kan sama pacar sendiri. Haha.
"Manja sekali pacarku ini." kekehnya lalu menghampiri Key. Ia berjongkok, dengan senang hati Key naik ke atas punggung Rafa.
"Kamu jangan pernah ninggalin aku, sayang." lirih Rafa tiba-tiba di tengah keheningan mereka.
"Iya, kamu juga jangan ninggalin aku. Kita saling percaya ya biar nggak ada celah bagi mereka yang ingin merusak hubungan kita." Key menyembunyikan wajahnya di leher Rafa.
"Saranghae~" kata Rafa tiba-tiba.
"Nado saranghae." balas Key dan mencium pipi Rafa dari samping.
"Emang kamu bisa bahasa korea ya?" tanya Key geli.
"Hehe.. Saranghae aja sih yang aku tau." kekeh Rafa.
Sore yang sangat indah bagi Key karena di temani oleh seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Tidak, tidak. Setiap harinya indah bagi Key. Laki-laki tampan itu selalu berusaha membahagiakannya dan menjaga perasaannya.
"Ya allah, semoga aku dan dia bisa tetap bersama sampai maut memisahkan kami." Doa Key dalam hati.
__ADS_1
Semoga~
-Tbc-