Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
part 7


__ADS_3

"Bermainlah dulu sesuka hati kalian sebelum gue bertindak."


_Keyra_


****


Key bercermin sekali lagi untuk melihat penampilannya. Setelah merasa penampilannya perfect, ia langsung pergi ke tempat rapat.


Setibanya di depan ruangan rapat, ia langsung masuk ke dalam serta memberi salam kepada orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Semua orang yang berada di dalam ruangan menatap Key dengan tatapan kagum karena Key memiliki wajah yang sangat cantik dan imut. Tapi Key hanya mengabaikan tatapan kagum orang-orang itu dan berjalan menuju tempat Alex duduk.


"Hai, daddy!" sapa Key dengan nada manjanya tanpa memperhatikan kondisi di dalam ruangan.


"Hai juga, princess. Kamu kelihatan sangat dewasa dengan baju formal itu." kekeh Alex sambil mengelus rambut pirang Key.


Key mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan. Ia dapat melihat sahabat-sahabatnya dan sahabat-sahabat Axel yang juga berada di dalam ruangan rapat. Selain itu matanya juga dapat menangkap kehadiran seorang cowok yang sangat menyebalkan.


Ia adalah Devino Richard, cowok yang tak sengaja menabraknya tadi siang. Key menatap Devino dengan sinis. Ternyata Devino anak orang kaya, pantas saja kelakuannya sangat menyebalkan, pikir Key.


"Ekhm. Baiklah. Langsung saja saya perkenalkan putri bungsu saya karena mulai sekarang anak saya lah yang akan menjadi CEO baru di AHS." ucap Alex. "Kenalin diri kamu, princess." ucap Alex kepada Key.


Key berdiri dan mulai berbicara. "Perkenalkan nama saya Keyra Angelia Alexander, mulai sekarang saya akan menggantikan kedudukan daddy saya sebagai CEO di AHS. Apakah ada yang mau bertanya?" tanya Key dengan bahasa formalnya sambil menatap semua orang yang berada di dalam ruangan.


Key dapat melihat tatatapan takjub dari orang-orang yang ada di dalam ruangan. Mungkin mereka takjub karena di usianya yang masih belasan tahun akan menduduki posisi CEO di AHS. Walaupun Key baru berusia belasan tahun, ia sudah berhasil mendirikan perusahaan terkaya nomor 1 di dunia. Meskipun orang-orang tidak ada yang mengetahui identitasnya karena identitasnya di rahasiakan.


Pandangan Key terfokus kepada seorang pria tua yang sedang mengajukan tangannya untuk bertanya. Tentu saja Key menyilahkan orang itu untuk bertanya.


"Anda kelas berapa? Apa anda bisa untuk di percaya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada nantinya?" tanya pria itu yang berhasil membuat Key agak tersinggung karena di ragukan.


"Apakah anda meragukan Alexander's Group?" tanya Key balik dengan nada yang sangat dingin dan tatapan datarnya yang sedatar tembok.


Key mengedarkan pandangannya ke arah semua anggota rapat. Key dapat merasakan suasana di dalam ruangan tiba-tiba mencekam. Mungkin karena nada dingin dan ekspresinya. Tapi ia tidak peduli.


Key dapat melihat pria tua itu terdiam dengan wajah yang sedikit pucat. Dalam hati Key mendecih karena pria tua itu sangat mudah untuk di gertak. Ini baru kata-katanya, bagaimana kalau ia bertindak secara fisik? Mungkin saja pria tua itu langsung pingsan di tempat.


Pria tua itu menjawab dengan perasaan yang tak karuan. Ia tidak menyangka gadis semanis Key bisa membuatnya mati kutu. "Maaf. Bukan maksud saya untuk meragukan Alexander's Group. Saya cuma ingin memastikan agar di kemudian hari pemimpin yang baru bisa mengatasi semua masalah yang ada." sahut pria tua itu.


"Hm, baiklah. Tapi perlu anda tahu, selama saya memimpin AHS saya tidak akan membiarkan masalah menghampiri AHS. Bahkan masalah kecil pun akan cepat saya tangani, misalnya perlakuan tidak mengenakkan kepada murid yang kurang mampu. Atau masalah besar seperti korupsi, saya tidak akan segan-segan untuk menghancurkan orang yang berani berkhianat kepada saya sampai pada akar-akarnya." kata Key serius hingga membuat orang-orang yang ada disana menelan salivanya dengan kasar.


"Maka dari itu. Dari awal pengangkatan saya. Saya peringatkan kepada kalian jangan pernah berpikir untuk berkhianat. Kalau kalian berkhianat tantangannya adalah keluarga kalian, atau bisa juga nyawa kalian." terang Key lagi dan berkata dengan pelan pada akhirnya.


Alex menatap putrinya dengan tatapan bahagia. Ternyata putrinya itu sangat bisa di andalkan. Dia merasa sangat bangga.


"Baiklah. Apa masih ada yang ingin bertanya?" tanya Key lagi tapi ruangan masih saja hening dan terasa sangat mencekam. Mungkin karena mereka mendengarkan ucapan Key yang sangat serius tersebut.

__ADS_1


Karena semua orang hanya diam. Key menyimpulkan kalau tidak ada lagi yang ingin bertanya. "Baiklah. Saya anggap diam kalian sebagai jawaban tidak. Terimakasih atas perhatian kalian semua." kata Key lalu kembali duduk di kursinya.


Alex kembali berdiri dan menutup pertemuan. "Karena anak saya sudah selesai memperkenalkan diri. Maka dari itu meeting kita selesai sampai disini. Semuanya boleh bubar." ucap Alex.


Tak lama kemudian ruangan menjadi sepi karena anggota-anggota rapat sudah pergi.


"Anjirrrr. Lo serem amat tadi." celetuk Chilla.


"Betul tuh, sampai-sampai semua orang yang ada di dalam ruangan membeku." sambung Elly.


"Lo keren banget tadi Key karena lo berbicara dengan sangat serius dan tegas, gue aja sampai lupa bernafas." kekeh Tasya.


"B aja sih." kata Key acuh.


****


Setelah meninggalkan sekolah, Key pun pergi ke Angelia's Group untuk mengecek keadaan perusahaan yang di bangunnya.


Setibanya di perusahaan, para pekerja banyak yang menyapanya. Key hanya membalasnya dengan senyuman tipis.


Setibanya di dalam ruangannya, ia langsung di sambut oleh sekretarisnya yang bernama Chika. Selain sekretaris, Chika adalah sepupunya.


"Apa perusahaan berjalan lancar?" tanya Key setelah mendudukkan dirinya di atas sofa.


"Lancar kok. Oh ya! Ada perusahaan yang meminta perusahaan kita untuk bekerja sama dengan perusahaannya."


"Perusahaan milik keluarga kamu sendiri dan perusahaan Purnama's Group."


"Oh. Baiklah."


Setelah selesai memantau perusahaannya, Key langsung pulang ke rumahnya dengan membawa berkas-berkas yang harus dia tanda tangani.


Setibanya di rumah. Key langsung berteriak seperti biasanya.


"ASSALAMUALAIKUM.. RED KARPETNYA MANA?? KEY YANG CANTIK DAN IMUT SUDAH PULANG DENGAN SELAMAT SENTOSA D..." teriakan Key terpotong oleh ucapan Axel.


"Ya ampun, princess! Kamu kok teriak-teriak sih?? Ini bukan hutan, princess."


"Hehe.. Maap, maap Bang Axel yang paling ganteng seantro sekolah." cengir Key.


"Key ke atas dulu yah, Key capek banget, bang." keluh Key dengan nada menyedihkannya.


"Oke, princess."


****

__ADS_1


"Princess bangun!!! Sekarang kita makan malam bersama dulu." ucap Ara membangunkan Key yang tertidur lelap sejak sore tadi. Sekarang matahari sudah tenggelam di ufuk barat.


"Oke, mom." sahut Key sambil mendudukkan dirinya lalu ia meregangkan tubuhnya.


"Mommy ke bawah dulu yah. Kamu jangan lama-lama menyusulnya." ucap Ara dan di balas anggukan oleh Key.


Key beranjak dari tempat tidurnya ke arah kamar mandi. Lalu ia mencuci wajah dan menggosok giginya. Setelah itu ia merapikan rambutnya dan turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarganya.


****


"Kapan kamu akan membuka jati diri kamu yang sebenarnya, princess?" tanya Alex.


Sekarang mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Biasanya setelah mereka selesai makan malam, mereka akan berkumpul di ruang keluarga dan membicarakan banyak hal. Misalnya kejadian-kejadiaan yang di alami seharian itu ataupun hal lainnya. Sungguh keluarga yang sangat harmonis.


"Nanti, dad. Kalau sekarang buka jati dirinya, nggak asik lah, dad." jawabnya santai. Alex hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak gadisnya yang luar biasa itu.


"Kamu nggak dibully kan, princess?" tanya Ara khawatir. Ia takut anak kesayangannya di bully habis-habisan di sekolah.


Gue harus gimana? Apa gue harus jujur atau gue bohong saja? Pikir Key.


"Enggak, mom." pada akhirnya dia memilih untuk berbohong karena dia tidak ingin membuat Ara khawatir.


"Iya, mom. Princess di bully di sekolah." jawab Axel yang langsung mendapat tatapan tajam dari Key. Dalam hati ia merutuk Axel.


"Mommy nggak mau tahu, pokoknya kamu harus buka jati diri kamu secepatnya!" ucap Ara tak terbantahkan.


"Bullynya gak seberapa kok, mom. Lagian aku kan jago bela diri, jadi mommy nggak usah khawatir."


"Terserah kamu lah princess, yang terpenting kamu jangan sampai terluka."


"Oke, mommyku tersayang."


****


Tak terasa sebulan telah berlalu sejak pengangkatan Key sebagai CEO. Selama sebulan itulah banyak hal yang terjadi, mulai dari murid-murid yang sering membullynya, ia semakin dekat dengan Rafa, Kelvin yang sudah semakin dekat dengan Chilla, Aji yang sudah jadian dengan Elly, Mike dan Aura yang sudah dekat dan lengket seperti lem dan perangko, dan masih banyak kejadian lainnya.


Sekarang ini Key dkk dan Rafa dkk sedang berada di kantin.


Zea dan Ikha menghampiri meja Key dkk tanpa adanya rasa malu sedikit pun. Dayang-dayang Zea yang lainnya tidak terlihat sama sekali, mungkin mereka sudah bosan menjadi dayang Zea.


"Nerd, beliin kami bakso sana!" perintah Zea kepada Key.


"Oke.. Untung hari ini mood gue lagi bagus, gue akan beliin bakso spesial buat lo."


"Yaudah, cepat pesan sana! Gue udah lapar." ketus Zea lalu ia pun duduk di kursi yang berada di samping meja yang di tempati Rafa dkk.

__ADS_1


Key berdiri, pergi memesan makanan untuk Zea dan Ikha. Sementara itu, teman-temannya malah menatap kepergian Key dengan tatapan tidak percayanya.


-Tbc-


__ADS_2