
"Mama!!! Papa!!! Tolongin Queen." Seorang gadis kecil berambut pirang berteriak dengan nyaringnya.
Gadis kecil tersebut adalah Queen Angelia Purnama. Anak bungsu Key dan Rafa yang baru memasuki usia 3 tahun.
Bersifat sangat manja dan tidak mau di bantah. Apa pun keinginannya harus terpenuhi. Dan yah, Key dan Rafa tentu saja tidak keberatan mengabulkan kemauan putri kecil satu-satunya mereka itu.
Queen kecil memiliki wajah yang cantik dan menggemaskan.
Pipi chubbynya membuat orang-orang tidak tahan untuk tidak menciumi dan mencubitnya.
Rambut pirang dan iris abu-abu kehijauannya membuat gadis kecil itu tampak semakin mengagumkan.
Siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa gemas. Siapa pun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta.
Meski suka berteriak seperti Key, hal itu tidak membuat mereka tidak suka dengan Queen. Kasih sayang dan cinta yang terlalu besar telah membutakan mereka.
Terutama kasih sayang dan cinta dari orangtua Key dan Rafa. Mereka selalu saja berebutan ingin mengasuh Queen seharian hingga terkadang terlibat persiteruan kecil.
"MA! PA!"
Key yang kebetulan di sana mengerutkan keningnya melihat putri kecilnya yang duduk di tanah.
"Ada apa, honey?? Kenapa teriak-teriak?" Bertanya begitu lembut dan perhatian. Ya, dia memang selalu seperti itu pada kedua anaknya.
Key masih saja terlihat cantik di usianya yang semakin bertambah.
Dia masih saja tetap cantik seperti waktu SMA kala itu.
Tubuhnya pun tetap bagus meski telah melahirkan dua orang anak.
"Lutut Queen beldalah, ma." Queen mengadu dengan suara seraknya akibat menahan tangis.
Mata Key membulat kaget mendengar penuturan si bungsu. Segera saja ia berjongkok dan memeriksa lutut Queen dengan cemas. "Lututmu kenapa terluka begini, honey??"
Rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi melihat lutut Queen mengeluarkan darah segar yang banyak. Dia menjadi tidak sanggup membayangkan rasa sakit yang dialami sang anak.
"Tadi Queen telcandung batu, ma." Queen kecil menjelaskan seraya menatap Key dengan mata yang berkaca-kaca. Bibir merahnya melengkung sempurna ke bawah lantaran menahan perih.
"Ayok kita obatin lukamu dulu, honey." Key segera menggendong tubuh kecil Queen ke dalam rumah untuk di obati.
Queen merangkul leher Key dengan tangan mungilnya dan menyembunyikan wajahnya di dada mama cantik itu. "Sakit, ma." Merengek manja ke sang mama.
"Yang sabar ya, honey." Key menenangkan Queen yang masih sedikit terisak di dalam gendongannya.
Wanita itu semakin mempercepat langkahnya sembari melirik cemas anaknya sesekali.
Rafa yang melihat anak bungsunya di gendong sang istri mengernyit heran. "Queen kenapa, sayang??" Berjalan mendekat dan meneliti keadaan anaknya. "Kenapa lutut Queen berdarah, sayang?" paniknya kala melihat luka Queen.
Luka itu memang kecil tapi bagi Rafa dan Key yang begitu memanjakan dan memperhatikan Queen tentu bukan menjadi masalah kecil.
"Katanya tadi kesandung batu."
Rafa manggut-manggut mengerti namun tatapannya tidak luput dari sang anak yang masih meringis. Di elusnya puncak kepala Queen lembut. "Tahan ya, honey. Papa akan segera mengobati lukamu agar cepat sembuh."
Queen mengangguk dengan wajah polosnya. Membuat Rafa gemas saja.
"Mama!! Papa!! Raka mau makan ice cream," kata seorang anak laki-laki dengan penuh semangat. Dan ucapan anak laki-laki itu berhasil merebut perhatian ketiganya.
Anak laki-laki itu adalah anak sulung Rafa dan Key. Namanya Raka Aksen Purnama. Memiliki wajah yang sangat tampan dan imut. Selain itu Raka juga mirip dengan Queen sehingga tak jarang orang-orang mengira keduanya anak kembar.
__ADS_1
"Beli aja sama papa, sayang," kata Key sambil mengulas senyum.
"Yuk, kita beli ice cream yang Raka inginkan." ajak Rafa ke anak tampannya sehingga Raka tersenyum girang.
"Pa!! Queen juga mau!!" Queen angkat suara dengan antusias meski suaranya masih terdengar serak.
"Oke, honey."
Rafa dan Raka pergi membeli ice cream yang berada di sebrang rumah mereka.
Sementara itu, Key mengobati luka Queen dengan hati-hati. Untungnya gadis kecil itu tidak menangis lagi ketika di obati. Tak lama setelah itu, Rafa dan Raka kembali dengan sekantong plastik yang berisikan ice cream.
"Honey!! Ini ice creamnya." Rafa berjongkok di depan anak perempuannya.
"Yeayy!! Makacih, papa." sorak Queen senang dan mencium pipi Rafa hingga pria tampan itu tersenyum gemas.
"Punya aku mana, sayang?" tanya Key sedih karena hanya dia yang tidak mendapatkan ice cream. Meski sudah menjadi emak-emak gini, Key masih saja suka dengan ice cream.
"Tenang, sayang. Kita makan ice cream berdua aja biar romantis kayak di drama Korea yang sering kamu tonton."
Key terkekeh geli mendengar ucapan Rafa. "Terserah kamu saja lah."
Rafa tersenyum lebar dan mencium pipi Key sekilas. Kemudian duduk di samping Queen.
"Selesai makan ice cream, Raka tidur siang ya!" Rafa mengelus kepala anaknya yang sibuk melahap ice cream.
"Oke, pa."
"Queen juga ya?"
"Iya, ma." sahut Queen lalu mencium pipi Rafa dan Key.
Mereka pamit ke Key dan Rafa untuk kembali ke kamar.
Saat Raka hendak membantu Queen ke kamar, Queen menolaknya mentah-mentah dengan alasan bisa melakukannya sendiri.
"Queen bisa jalan sendili." dengus Queen kecil tidak suka ketika Raka memaksa. Bibirnya bahkan cemberut beberapa senti ke depan.
"Tapi kaki kamu masih sakit, honey. Abang gak mau kamu kenapa-napa." bantah Raka.
Queen bersidekap dada dan menatap sang kakak dengan pipi yang mengembung kesal. "Queen gak akan kenapa-napa." Berjalan meninggalkan Raka sambil menggerutu.
Key dan Rafa terkekeh melihat interaksi kedua anak kesayangan mereka.
Setelah keduanya tidak terlihat, Rafa mencium bibir Key sekilas. Wanita cantik itu menepuk pelan dada Rafa dengan ekspresi kesal.
Rafa yang melihat hal tersebut terkekeh geli.
"Katanya teman-teman kita akan berkunjung ke sini loh, sayang." Rafa tiba-tiba memeluk Key dengan manja.
"Iya tapi aku nggak tau kapan mereka datang ke sini." Key mengelus tangan Rafa yang melingkar posesif di perutnya.
"Lagian ngapain juga ya mereka ke sini saat libur begini. Menganggu waktuku bersamamu saja."
"Heh, kamu bertingkah seolah kita tidak sering menghabiskan waktu bersama. Padahal kan kita selalu menghabiskan waktu bersama."
"Tetap saja rasanya tidak puas."
Key terkekeh geli mendengar nada merajuk Rafa.
__ADS_1
"Btw, aku nggak nyangka sayang, kita sudah punya 2 malaikat kecil di rumah kita."
"Aku juga, senang banget rasanya ada malaikat kecil yang mewarnai hari-hari kita." Key tersenyum bahagia mengingat keduanya.
"Aku sangat mencintaimu, Key."
Rafa melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Key menghadapnya.
"Aku juga mencintaimu." sahut Key lalu mencium pipi Rafa sekilas.
Rafa balas menciumi Key. Mulai dari pipi, mata, hidung, dan bibir. Saat ciuman bertubi-tubi itu berhenti Key tersenyum lebar ke arah suami tampannya tersebut.
Tiba-tiba~
"HELLO!!! KAMI SUDAH DATANG!!! KALIAN DIMANA??" teriak Chilla,Tasya, Elly, dan Aura kompak.
"DI RUANG TAMU." sahut Key berteriak pula.
"I miss you, Key," kata Chilla, Aura, Tasya, dan Elly kompak lalu mereka menyerbu Key untuk di peluk.
"Haha.. Padahal baru kemarin kita bertemu tapi kalian udah kangen aja sama gue. Ehh kan gue orangnya ngangenin. Pantesan kalian udah kangen aja sama gue." Key berkata dengan penuh percaya dirinya.
"Ewh... Percaya diri banget sih lo, nggak jadi deh kangennya." kesal Chilla dan melepaskan pelukannya.
Key hanya tersenyum miring, tidak peduli.
"Raka dimana, ma?" tanya anak Tasya pada Key.
Yah, mereka sepakat anak-anak mereka akan memanggil mereka semua dengan sebutan mama, baik anak Chilla, Key, Aura, Tasya, atau pun Elly.
"Di kamar, sayang. Bangunin aja kalau dia sudah tidur." sahut Key.
"Ok ma, kami ke atas dulu ya." sahut anak Tasya dan di ikuti oleh anak Chilla, Aura, dan Elly.
Anak laki-laki pergi ke kamar Raka sedangkan anak perempuan pergi ke kamar Queen. Para bapak-bapak memilih mengobrol di tempat lain.
"Guyss!!" seru Key.
"Apa?"
"Gue gak nyangka deh."
"Gak nyangka apa?" celetuk Chilla.
"Ya, gak nyangka aja." kekeh Key tanpa beban.
Aura menoyor kepala Key gemas. "Gak jelas lo!"
"Gue punya ide!" cetus Elly tiba-tiba.
"Apaan?"
"Menjodohkan anak kita kalau mereka sudah besar."
"Boleh juga tuh." sahut Key setuju.
Key, Key. Gak ingat sama kisah masa lalu ya?
#2
__ADS_1