Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 35


__ADS_3

"Gue nggak akan biarin lo deketin milik gue, apalagi merebut milik gue. BECAUSE RAFA'S MINE."


_Keyra_


°°°°°


"Katanya ada anak baru loh..."


"Oh ya, cewek atau cowok?"


"Cewek dan dia cantik banget."


"Kalau begitu, gue akan jadiin dia target gue selanjutnya."


"Huuu!! Dasar playboy!"


"Kapan dia akan mulai bersekolah?"


"Katanya besok sih."


"Aaaa.. Nggak sabar gue ketemu dia, gue akan jadiin dia teman gue."


Key dkk dan Rafa dkk yang mendengar gosip ada anak baru itu melirik sinis ke arah siswa tukang gosip tersebut.


"Mereka ribut banget sih." kesal Key.


"Huft, kesal gue." dengus Chilla.


"Biarin aja kali, guys." celetuk Elly.


"Semoga aja anak barunya nggak cabe-cabean," kata Aura.


"Tenang! Kalau dia cabe-cabean tinggal di tendang aja dari sekolah ini," kata Key lalu terkekeh.


"Betul juga yah." sahut Mike lalu mereka terkekeh pelan.


"Sepulang sekolah kita ke cafe dulu ya, sayang." ucap Rafa tiba-tiba.


"Oke."


****


Sesuai janji, sepulang sekolah mereka pergi ke cafe terlebih dahulu.


"Sayang, kamu mau pesan apa?" Rafa mengelus kepala Key lembut.

__ADS_1


"Samain aja deh."


Setelah pesanan datang mereka pun menikmatinya, sesekali mereka bercanda, mengusir suasana sunyi di antara mereka.


"Semoga kita tetap seperti ini."


Key yang mendengar lirihan Rafa menatap laki-laki itu dengan dahi yang mengerut. "Maksud mu?"


Rafa mengenggam tangan Key dan menatap pacarnya dalam dan lembut. "Semoga kita tetap bersama. Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu seumur hidupku. Mempunyai anak-anak yang imut. Sampai menjadi sepasang kakek dan nenek."


"Pikiran kamu kejauhan deh. Kita tuh masih anak SMA. Masih labil." Key terkekeh geli.


"Walau pun aku masih anak SMA tapi aku sudah punya rencana untuk kedepannya tentang hubungan kita."


Key terdiam melihat mata Rafa menatapnya intens dan sungguh-sungguh.


"Apa pun masalah yang menimpa hubungan kita nanti. Aku harap kita bisa mempertahankan hubungan kita sampai akhir."


"Tergantung masalah itu sendiri." Key menatap pacarnya serius.


Key bukan lah tipe perempuan yang di sakiti berulang kali tetap bertahan. Dia paling anti dengan hal tersebut.


Baginya jika laki-laki yang di cintainya hanya menyakitinya, untuk apa bertahan dengan hal tersebut.


Lebih baik melepaskan laki-laki yang dicintainya pergi. Cinta itu bukan hanya tentang mencintai tapi juga perjuangan. Jika hanya satu orang yang berjuang, untuk apa mempertahankan. Lebih baik melepaskan.


****


Vallycia Caramela Auduston nama anak baru itu. Key sama sekali tidak menyukainya, lantaran anak baru tersebut selalu menatap pacarnya dengan tatapan lapar.


Ia masih bisa bersabar saat Vall hanya menatap Rafanya dengan tatapan lapar dan memuja karena ia sudah biasa mendapati siswi di sini seperti Vall. Akan tetapi, kesabarannya mulai menipis sewaktu Vall mendekati Rafanya dan tersenyum menggoda. "Hai. Aku Vall. Nama kamu siapa?"


Gue nggak akan biarin lo deketin milik gue, apalagi merebut milik gue. BECAUSE RAFA'S MINE. batin Key sinis.


Key tersenyum puas ketika Rafa tidak melirik Vall sama sekali. Seolah tak menyerah, Vall kembali mengajak Rafa berbicara. "Kamu bisa nemenin aku keliling sekolah gak? Aku pengen mengenal sekolah ini lebih dalam hehe."


Ok! Habis sudah kesabaran Key. "Murid di kelas ini banyak. So, ajak aja mereka." Key menggandeng tangan Rafa supaya Vall tau bahwa Rafa cuma miliknya seorang. Ia tidak akan memberikan peluang sedikit pun kepada Vall untuk mendekati pacarnya. Tidak akan!


Rafa menusuk pipi Key dengan jari telunjuknya. "Kamu cemburu, sayang?" godanya.


"Gak!"


"Halah! Bilang aja cemburu, sayang."


Key tak menyahut ucapan Rafa. Dengan cepat ia berjalan ke kantin dan duduk di dekat para sahabatnya yang sudah sampai terlebih dahulu.

__ADS_1


Rafa ikut menyusul Key dan memesan makanan untuk dirinya dan juga Key setelah menanyakannya terlebih dahulu ke sang pacar yang sedang merajuk.


Key menarik baksonya dan menambahkan lima sendok cabe rawit. Beuh, Rafa dan yang lainnya sampai ngeri melihat kuah bakso yang berubah hijau.


"Sayang, kamu marah sama aku?" tanya Rafa hati-hati.


Key menatap Rafa dalam. "Aku gak suka sama Vall! Dia natap kamu terus dari tadi, udah itu dia juga mendekati kamu. Pokoknya aku gak mau ya kamu meladeninya."


"Aku kan gak meladeni dia, sayang." bela Rafa.


"Pokoknya kamu jangan dekat-dekat sama anak baru itu, kalau kamu dekat-dekat dia, aku akan cincang-cincang kamu, setelah itu aku goreng dan berikan ke harimau yang berada di kebun binatang." ancam Key dan menusuk baksonya dengan kasar.


"Sadis amat sih sayangku ini, kamu tenang aja. Aku nggak akan berpaling dari kamu kok, sayang." Rafa mencium pipi Key dengan gemas.


"Nonton adegan live lagi nih kita." celetuk Kelvin.


"Kalian suka banget sih umbar kemesraan di tempat umum. Hargain kita yang jomblo dong." Aura mendramatis keadaan.


"Lah?? Lo kan punya pacar, bego." Key menjitak kepala Aura dengan gemas.


Aura mengerucutkan bibirnya kesal. "Aduh. Nanti kepala gue eror, Key. Lo mau tanggung jawab hah?"


"Memang udah eror, kan?" tanya Key santai sambil tertawa kecil.


"Udah, udah! Lebih baik kita makan. Ntar jam istirahat habis." nasihat Tasya.


Key mengarahkan bakso yang sudah ditusuknya ke mulutnya tanpa memedulikan yang lain lagi. Para sahabatnya hanya bisa menggeleng sambil berdecak. Saat Key hendak menyuapkan bakso yang ke tiga, ia memejamkan matanya ketika merasakan air yang menyiram punggungnya. "OH MY GOD! SIAPA YANG MENYIRAM GUE?!" Suara bentakan Key membuat semua pasang mata menatap ke arahnya. Key mengebrak mejanya dan menatap si pelaku. Manik birunya melotot melihat pelaku. Vall.


"Upss sorry, gue nggak sengaja." Vall meminta maaf dengan tampang sok bersalahnya. Tapi maaf saja, ia tidak akan tertipu dengan tampang sok polos yang Vall pakai.


Key tertawa sinis. "Maaf lo bilang?" Key mengangguk dan menyiram Vall dengan jus jambu milik Elly. "Satu sama."


Semua orang bersorak ria melihat perlakuan Key. Bukannya prihatin melihat keadaan Vall, mereka malah bersorak menyemangati Key.


"Sialan! Beraninya lo menyiram gue! Lo gak tau siapa gue hah?!" jerit Vall marah.


Key tersenyum sinis. "Tau. Lo perempuan yang berusaha menarik perhatian pacar gue. Right?"


Wajah Vall memerah sempurna. "Gue akan membuat lo hidup di jalanan karena sudah mempermalukan gue." Nada suara Vall yang tinggi membuat semua yang berada di kantin terbahak. Wajah Vall semakin memerah karena kesal tidak ada satu pun yang berpihak padanya.


"Membuat Key hidup di jalanan? Yang ada, lo yang hidup di jalanan, *****." teriak salah satu cewek.


"Dengan kurun waktu lima menit saja, Key bisa membuat lo miskin!"


"Memangnya dia siapa sampai bisa membuat gue yang keturunan Auduston miskin, hah?" jerit Vall tidak terima.

__ADS_1


"Lo gak tau? Haha! Kudet banget lo." ejek Chilla sinis.


-Tbc-


__ADS_2