
"Ketika bersama dengan orang yang kamu cintai, dunia akan terasa milik berdua."
°°°°°
Bel yang berbunyi semenit yang lalu membuat bu guru yang sedang menulis terpaksa menghentikan kegiatannya. Ia memperbaiki kacamatanya yang sedikit melorot.
Barang-barangnya ia masukkan ke dalam tas jinjingnya. Ia menatap anak muridnya sekilas. "Sampai di sini dulu pelajaran kita hari ini. Ibu keluar dulu. Assalamualaikum." Bu guru keluar dari dalam kelas sembari menenteng tasnya. Dalam sekejap, kelas menjelma menjadi pasar yang hebohnya minta ampun.
"Kyaaaaa!!! Rafa ganteng banget." histeris para cewek, menambah kehebohan yang terjadi.
Rafa mendatangi kelas Key dengan gaya coolnya yang semakin membuat para cewek jatuh hati. Walaupun mereka tahu Rafa sudah berpacaran dengan Key, mereka tetap saja selalu berteriak histeris setiap kali melihat Rafa. Yah, begitu lah pesona Rafa sebagai cogan.
"Diam kalian!" perintah Key dan mendelik kesal ke arah teman sekelas perempuannya itu. Yang di tegur langsung diam dan berpura-pura ngobrol dengan teman bangku mereka.
"Ciee, ada yang cemburu nih." goda Tasya sembari menusuk pipi Key.
"Diam lo!" ketus Key. Tasya hanya menyengir tidak jelas mendengar ucapan Key yang ketus.
Key tersenyum ketika Rafa sudah berdiri di hadapannya. "Jadi kan jalan-jalannya, Key?"
Key tersenyum hingga lesung pipinya terlihat. "Jadi dong," kata Key bersemangat. Ia pun berdiri dari kursinya dan mengenggam tangan Rafa.
"Gue duluan yah, guys." pamit Key kepada teman-temannya lalu pergi begitu saja tanpa menunggu respon teman-temannya.
****
"Kamu pesan apa, sayang?" tanya Rafa kepada Key setibanya mereka di cafe.
"Aku mau chocholate ice sama chocolate cake aja."
"Oh, oke."
Key merogoh handphone yang berada di saku roknya. Ia langsung membuka chat yang baru masuk ke aplikasi WA nya.
Anni: Ada yang nantangin lo balapan, Key. Jam 8 malam.
Key hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. Bibirnya membentuk sebuah senyuman. Ia senang karena pada akhirnya ia akan ikut balapan lagi.
"Permisi mas, mbak. Ini pesanannya." kata seorang pelayan perempuan dengan ramahnya.
"Thanks." sahut Key singkat. Rafa hanya diam tak membalas.
"Foto yuk, Raf!" ajak Key pada Rafa tiba-tiba. Tentu saja Rafa mengiyakan ajakan Key dengan senang hati.
__ADS_1
Selfie pertama, mereka sama-sama tersenyum ke arah kamera. Selfie kedua, Rafa merangkul Key, sementara itu Key mencubit pipi Rafa tanpa melihat ke arah kamera. Selfie ketiga, Rafa mencium pipi Key, sedangkan Key melotot ke arah Rafa.
Key menatap Rafa dengan tatapan protesnya. "Ihh, kamu tuh mengambil kesempatan dalam kesempitan aja."
"Sama pacar juga. Gapapa lah, sayang." goda Rafa sambil mencolek dagu Key.
"Apaan sih colek-colek aku? Emang kamu pikir aku sabun colek?" ketus Key sambil bersidekap dada.
"Kenapa kamu imut banget sih, sayang?" bukannya menjawab. Rafa malah semakin menggoda Key dan mencubiti pipi Key dengan gemas hingga Key menjauhkan tangan Rafa dari pipinya.
"Gak usah pegang-pegang. Belum muhrim, nanti dosa." ketus Key.
Rafa tersenyum manis ke arah Key. "Yaudah. Kalau gitu kita ke KUA aja yuk, biar kita jadi muhrim dan gak berdosa melakukan apa pun. Termasuk melakukan yang iya-iya." lanjutnya dengan nada menggoda.
Wajah Key memanas akibat mendengar godaan Rafa. Kayaknya gue salah ngomong deh, batinnya.
"Ada yang blushing nih." goda Rafa dan mencium pipi merah Key dengan secepat kilat.
"Aku haus banget deh." Key mengalihkan topik pembicaraan dan menyesap chocholate icenya dengan cepat.
Rafa terkekeh mendengar Key mengalihkan topik pembicaraan. Ia juga mulai memakan pesanannya sambil menatap pujaan hatinya, Key. Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke arah Key. Key yang sedang memakan cakenya menatap Rafa dengan bingung.
Semakin lama, wajah mereka semakin dekat. Key dibuatnya semakin deg-degan sambil bertanya-tanya di dalam hati. Lalu, dengan lembut ibu jari Rafa mengusap bibir bagian bawah Key.
Key menunduk malu. Wajahnya pasti memerah. Rafa itu memang paling pintar membuatnya blushing. Dengan gugup, Key menyeruput minumannya dan sok sibuk dengan handphonenya.
Hal itu tak luput dari pengamatan Rafa. Laki-laki itu tersenyum geli sebelum akhirnya ia mengusap puncak kepala Key.
Semua pengunjung di cafe menatap Key dan Rafa dengan tatapan iri. Semenjak mereka berdua memasuki cafe, mereka memang sudah menjadi pusat perhatian. Tapi sayangnya mereka tidak sadar karena mereka merasa dunia seolah milik berdua.
****
"Aku pulang dulu yah, sayang."
"Kamu nggak mau masuk dulu?" tawar Key.
"Nggak, sayang. Soalnya ini udah sore banget."
"Yaudah. Hati-hati yah."
"Iya, bye sayangku."
"Bye."
__ADS_1
Seperginya Rafa, Key pun masuk ke dalam rumah dan melakukan aktivitas wajibnya. Berteriak.
"ASSALAMUALAIKUM. PRINCESS UDAH KEMBALI KE RUMAH LAGI. APA ADA YANG KANGEN? DAN RED KARPETNYA MANA?? KOK GAK TERBENTANG SIH." teriak Key membahana di dalam ruangan.
"Lah?? Kok sepi sih?" herannya karena tak mendapat sahutan sedikit pun. Biasanya sang mommy akan mendatanginya dan mengomelinya.
"Dimana kalian mommy, daddy, bang Axel?"
"Au ah. Mending bocan dulu."
Akhirnya Key pun pergi ke kamarnya dan bocan.
****
Key merasa tubuhnya di guncang-guncang oleh seorang. Dengan sangat malas dia pun membuka matanya.
"Bangun, princess!!" Axel mengelus puncak kepala Key dengan lembut. Dan ternyata, orang yang membangunkannya adalah abangnya tercinta.
"Ih, Key masih ngantuk. Jam berapa sih sekarang?" tanyanya malas.
"Jam tujuh malam."
"WHAT????" teriak Key membahana di dalam kamar.
"Nggak usah teriak gitu juga kali, princess." Axel mengomeli Key.
"Hehe.. Yaudah, Bang Axel pergi sana deh!! Key mandi dulu dan harus pergi ke suatu tempat."
"Memangnya princess mau kemana?"
Mampus! Mau jawab apa nih gue? Masa gue menjawab mau ikut balapan sih. Bisa-bisa gue di kurung di dalam kamar agar gak bisa ikut balapan. Pikir Key.
"Eh. Cuma cari udara segar, bang." hanya itu lah alasan yang terlintas di otak cantik Key.
"Jangan pulang ke maleman yah, princess. Abang gak mau kamu kenapa-napa." nasihat Axel.
Key hanya mengangguk patuh. Setelah Axel keluar dari dalam kamarnya, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap-siap.
Setelah semuanya siap, ia langsung keluar dari dalam mansionnya setelah berpamitan dengan Axel terlebih dahulu. Di perjalanan menuju area balapan, Key memakai penyamarannya. Setibanya di tempat balapan, ternyata sudah banyak orang yang berkumpul. Key keluar dari mobilnya dengan gaya acuhnya. Tidak memedulikan para cowok yang menatapnya dengan tatapan penasaran dan kagum.
"Siapa orang yang nantangin gue malam ini?" tanyanya ke Anni.
"Di---"
__ADS_1
-Tbc-