
"Semua berakhir indah pada waktunya."
◽◽◽◽◽
Mata Rafa tak berkedip, seolah takut melewatkan pemandangan yang tersuguhkan tak jauh darinya walau hanya satu detik.
Di sana, di tangga, seorang perempuan berpakaian pengantin putih yang elegan berjalan menuruni tangga dengan anggun. Di belakangnya terdapat 3 orang wanita yang memegangi belakang gaun sang pengantin.
Perempuan yang terbalut pakaian pengantin itu tersenyum kecil ke arah Rafa yang terpesona. Perempuan itu tak lain adalah Keyra Angelia Alexander.
Setelah penantian mereka selama 3 tahun lebih. Mereka akhirnya menikah. Key dan Rafa memang wisuda lebih awal karena mereka memiliki otak yang jenius dan tentu saja kekuasan sedikit bermain di dalamnya.
Resepsi pernikahan di adakan di rumah Key yang megah layaknya istana. Orangtua Key lah yang memaksa resepsi di adakan di rumah mereka bukan di rumah Rafa.
Pria itu masih terpesona sewaktu Key sudah duduk di sampingnya.
"Hei, bro! Biasa aja kali ngeliatin istri lo. Gue takut, iler lo jatuh ke lantai." celetuk Kevin. Mengundang tawa beberapa tamu.
Rafa mengubah raut wajahnya menjadi datar seketika. Dia sama sekali tak menoleh pada Kevin. Dia malah berbisik ke istrinya. "Kamu cantik sekali, sayang."
"Wuihh, kayaknya pengantin pria sudah tidak sabar." Kali ini, Aura yang bersorak.
"Kalau saja tidak ada orang di sini, mungkin pengantin pria sudah menarik pengantinnya ke dalam kamar." imbuh Tasya dengan nada menggodanya.
"Gas, bro! Gas sampai pagi!"
Rafa memutar bola mata malas mendengar ucapan Aji. Sementara, Key hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-teman seperjuangannya.
"Sudah-sudah! Jangan menggoda mereka lagi. Kasian tuh pipi Key sudah bersemu merah," kata Chilla dengan senyuman miringnya.
Refleks, Key menangkup pipinya sendiri. "Halah! Ini tuh gegara makai blush on!" bela Key.
"Ngeles aja lo kayak bajai!"
"Ish!"
Rafa terkekeh dan menarik dagu Key. "Sini, coba ku lihat." Rafa tersenyum nakal. "Wah, pipi istriku ini ternyata memang merah sekali."
Key menepis tangan Rafa. "Apa-apaan sih?! Harusnya kamu tuh bela aku, bukan ikut-ikutan kayak mereka." cemberutnya.
"Uluh-uluh, sini kupeluk." Rafa memeluk Key gemas dan menciumi kepala perempuan itu.
"Ekhem! Pengantin baru harap bersabar!" dehem Ara, mommy Key.
Rafa melepaskan pelukannya dengan perasaan tidak rela.
"Mommy..." Manja Key. Ara yang gemas dengan anaknya langsung memeluknya.
"Anak mommy udah besar, ya." Ara tersenyum penuh haru. "Mommy harap kamu bisa menjadi istri yang baik, kurangi sifat manjamu, dan kalau kamu mempunyai masalah dengan suamimu selesaikan dengan baik-baik." Nasihat Ara.
"Iya, mommy. Key akan selalu ingat nasihat mommy."
"Sekali lagi selamat, princess."
__ADS_1
Walaupun Key sudah berumur 20 tahun lebih, Ara tetap memanggil anaknya dengan sebutan princess dan Key sama sekali tidak masalah dengan hal itu.
Ara melepaskan pelukannya dan menatap Rafa. "Mommy harap kamu bisa menjaga princess mommy dengan baik. Jangan pernah membuatnya bersedih!"
"Tentu, mommy. Aku akan selalu menjaga anak mommy dan tidak akan membuatnya bersedih," kata Rafa mantap.
"Ugh, daddy. Key tidak akan tinggal di sini lagi. Key pasti akan merindukan daddy." Suara manja Key membuat perhatian Rafa dan Ara teralihkan. Mereka dapat melihat Key yang sudah memeluk manja sang daddy.
Alex -daddy Key- menepuk-nepuk kepala anaknya dengan lembut. "Kalau kamu merindukan daddy, kamu kan bisa main ke sini. Pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu, princess."
Key melepaskan pelukannya dan menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca. "Key pasti akan merindukan kehangatan rumah ini. Terutama merindukan mommy dan daddy."
"Sama abang gak akan rindu nih?" celetuk Axel tiba-tiba.
"Rindu lah." sahutnya sambil mempoutkan bibirnya.
"Adik manja, padahal sudah menjadi istri orang." kekeh Axel.
"Serah Key dong."
"Sudah-sudah! Kita menghalangi tamu yang ingin menyampaikan ucapan selamat kepada princess." kekeh Ara.
"Selamat ya princessnya daddy. Daddy pergi dulu, mau menyapa rekan bisnis daddy."
"Oke, dad."
Setelahnya, Axel maju dan memeluk adik kesayangannya sekilas. Dia memberikan nasihat-nasihat dan ucapan selamat kepada sang adik.
"Hello, Key!! Selamat atas pernikahan lo. Semoga samawa, ya." kata Tasya ceria.
"Semoga cepat-cepat nyusul kita yang udah ngandung debay." imbuh Aura.sambil terkekeh.
Yah, mereka semua sedang hamil, minus Key. Mereka adalah calon ibu muda.
"Lihat nih perut gue, udah keliatan kan. Cepat nyusul lo. Nanti malam langsung buat," kata Chilla blak-blakan.
Pipi Key bersemu merah.
"Acie yang blushing. Langsung terbayang, ya?" Chilla semakin gencar menggoda Key.
Perempuan berbalut pakaian pengantin tersebut berusaha sok santai. "Kampret, lo palingan yang langsung terbayang dan minta ngelakuin itu nanti sepulang dari sini sama Kevin."
Seketika, Chilla mati kutu.
"Lo diem? Berarti tebakan gue bener dong!" tawa Key. Di susul oleh tawa teman-temannya.
Sementara Key sibuk dengan teman-temannya, Rafa pun juga begitu. Dia sibuk dengan teman-temannya. Sialnya teman-temannya itu memberikan tips-tips yang berhubungan dengan malam pertama.
"Key..." panggil Rafa kala teman-teman gesrek mereka sudah pergi.
"Hm?"
"Apa yang kamu rasain?"
__ADS_1
Key terkekeh mendengar pertanyaan Rafa.
"Jangan tertawa. Jawab saja!"
Key menghentikan kekehannya dan mengenggam tangan Rafa. Dia menatap mata pria yang sah menjadi suaminya itu dalam. "Aku merasa ini semua seperti mimpi."
Kening Rafa mengkerut. "Seperti mimpi?"
"Yap. Rasanya baru kemarin kita bertemu, menjalin kasih, dan berpisah, tapi sekarang kita sudah menikah saja."
"Yah, waktu memang cepat berlalu." Rafa mengelus pipi Key lembut. "Baru kemarin aku bertemu seorang gadis berpenampilan nerd. Penampilannya saja yang nerd tapi tingkahnya tidak mencerminkan seorang nerd. Mana ada nerd yang berani melawan orang yang membullynya." kekeh Rafa.
"Aku menyamar jadi nerd kan cuma buat cari teman yang tulus. Jadi, aku ga perlu buat pura-pura lemah di hadapan mereka."
"Kamu tau?" Dia melanjutkan ucapannya tanpa memberi kesempatan Key untuk berbicara. "Aku sangat mencintaimu. Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak menyakitimu lagi, seperti dulu. Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk selalu melindungimu."
Key tersenyum manis. "Aku tahu."
Rafa mengecup dahi Key lama. "Aku berharap semoga tuhan memberi kita umur yang panjang. Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu hingga tua nanti."
"Aku akan berusaha menjadi suami dan calon ayah yang dapat di andalkan untuk keluarga kita nantinya."
"Dan aku, aku juga akan berusaha menjadi istri dan calon ibu yang baik untuk keluarga kita nantinya."
Mereka saling bertatapan. Lewat tatapan mereka seolah menyampaikan kata cinta. Dalam hati mereka menggumamkan kata cinta.
Entah siapa yang memulai, bibir mereka saling bertemu dan memagut dengan lembut.
Mereka tidak peduli dengan tamu-tamu yang melihat mereka karena pada saat itu karena dunia terasa milik berdua.
"Ich liebe dich, Keyra Angelia Purnama."
#1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
__ADS_1
.