
Key mengerjap-ngerjapkan matanya pelan saat cahaya menusuk matanya.
"HAPPY SWEET SEVENTEEN, KEYRA." teriak orang-orang dengan begitu kompaknya.
Key yang masih belum sadar sepenuhnya melongo kaget. Apakah dia bermimpi?? Kenapa semua orang berada di hadapannya?? Bukankah mereka membencinya?? Apa yang terjadi sebenarnya?!
"Udah, princess. Jangan melongo terus. Tiup lilinnya dong, trus potong-potong kue. Rafa pasti capek pegangin kuenya dan Aji pasti udah kelaparan melihat kue ultah kamu."
"Woi, Axel sialan. Ngapain lo bawa-bawa nama gue? Mau gue santet hah?"
"Selow dong, babe."
"Hueek."
"Lo hamil, Xel?"
"Apa lo bilang?! Otak lu itu kudu di rukiyah." sembur Axel.
"Lo kali yang perlu di rukiyah. Tasya marah sama lo aja udah kayak orang kesurupan." ejek Aji.
"Haha, lucu banget guys. Tadi Tasya marahin Axel karena musuhin Key. Dan Axel kayak orang kesurupan." umbar Aji. Membuat orang-orang yang ada di sana tertawa geli.
"Gak kok, sayang. Jangan dengerin dia." Axel memeluk tubuh Tasya.
"Aw aw, adegan 17+ nih. Tutup mata kalian semua sebelum ternodai dengan adegan tak pantas ini." heboh Chilla.
"Udah deh, Chil. Padahal tontonan lo aja 21+." imbuh Elly.
"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan oy."
"Gue gak fitnah. Tapi yang gue bilang itu fakta." sahut Elly datar.
"Benar itu, sayang?" tanya Kelvin sambil mengerling nakal.
Chilla menatap Kelvin datar. Berusaha menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.
"Gak kok."
"Coba siniin hp kamu."
"Buat apa?"
"Pinjam aja dulu."
"Oke." Chilla menyerahkan hpnya dengan polos. Kelvin menerimanya dan mulai mengotak atik hp Chilla.
"Anjir, jadi kamu beneran suka nonton itu?" kaget Kelvin.
Chilla menepuk kepalanya. "Oon banget gue." keluhnya pada diri sendiri.
"Tuh kannnnn." sorak Elly kegirangan. Chilla menatap sahabatnya kesal.
"Btw, Aura itu suka loh baca cerita 21+ di *******."
Mike langsung membuka hp Aura, kebetulan hp Aura ada di tangan Mike. Benar saja, di dalam perpustakaan ******* Aura hanya berisi cerita 21+, 18+, dan 17+. Gadis itu belum sempat menghapus bacaannya, biasanya gadis itu menghapusnya agar tidak ada orang yang tau.
__ADS_1
"Ternyata Auraku nakal ya." kekeh Mike.
Aura cemberut, menutupi rasa malunya. "Rese lo, Chil. Padahal gue dari tadi diam aja tapi gue juga kena." Semua orang tertawa terpingkal-pingkal.
"Bolehlah nanti kita praktekin, sayang," bisik Mike. Aura mencubit tangan pria itu kesal. "Tentunya setelah menikah dong." Aura semakin merenggut kesal.
"INI GUE JADI GAK SIH POTONG KUENYA? KALIAN MALAH HEBOH SENDIRI." teriak Key. Membuat mereka menutup telinga.
"Gak sabaran amat, Key."
"Serah gue, say."
"Apa kamu bilang?! Say?!" tanya Rafa tajam.
"Ya elah, gitu aja cemburu. Tadi aja kamu meluk-meluk si baNana itu di depan aku."
"Ya maaf, sayang. Itu cuma akting. Dia juga ikut andil dalam merayakan ultah kamu. Tapi sayangnya dia ga bisa ikut karena sibuk membantu ortunya."
"Oh."
"Sayangnya aku cemburu nih? Jutek banget perasaan." Rafa mencolek dagu Key dengan tangan kirinya.
"Apaan sih." gerutu Key.
"Udah-udah! Langsung aja potong kuenya. Jangan lupa doanya." kata Tasya.
Key tersenyum dan mengangguk. Dia menatap Rafa sekilas, melihat Rafa tersenyum dia juga tersenyum. Key memejamkan mata, mengucapkan doa dalam hatinya, membuka mata, dan meniup lilin.
"Semoga di umur kamu yang ke tujuh belas ini kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan semua yang kamu inginkan di kabulkan oleh allah." Doa Rafa tulus. Key tersenyum haru dan berterimakasih.
Key mengangguk dan mulai memotong kue. "Kepada siapakah potongan pertama akan di berikan? Rafakah atau Axel??" kata Tasya bak pembawa acara.
"Rafa."
"Axel."
"Rafa."
"Axel."
Sahabat-sahabat Key mulai menebak.
"Potongan pertama untuk Tasya dong." kekeh Key. "Sini, Sya."
Tasya terkekeh dan melangkah mendekat ke Key. Menyuapi Tasya sambil tertawa kecil. Moment itu di abadikan oleh Mike.
"Aku kecewa loh, princess."
"Aku apalagi, sayang."
Keluh Axel dan Rafa bergantian. Semua orang terkekeh geli mendengarnya.
"Kalian jahat sih sama Key." keluh Key dengan bibir yang mengerucut. "Lihat nih mata Key, pasti bengkak kan??" lanjutnya.
Kedua pria itu tertawa dan memeluk tubuh Key secara bersamaan tanpa Key sangka-sangka.
__ADS_1
Lagi-lagi moment itu di abadikan oleh Mike.
Hari itu pesta ulang tahun Key di adakan dengan meriah di dalam kediaman Alexander. Yang datang hanya ortu sahabat-sahabatnya dan beberapa rekan bisnis ortunya yang penting. Tentunya pesta itu di rayakan malam hari, sedangkan para sahabatnya merayakan ulangtahunnya dua jam sebelum pesta di rumahnya.
Keyra senang. Dia berharap, di umurnya yang ke tujuh belas ini kebahagiaan dan keberuntungan selalu menghampirinya.
****
"Sebenarnya rencana kami itu mau buat lo sakit hati selama 1 minggu tapi Rafa ga mau. Katanya dia gak tega liat lo bersedih selama itu. Padahal pasti asik deh buat lo bersedih selama satu minggu." renggut Aura kesal setelah acara ulang tahun Key selesai.
Tak!
Tasya menjitak kepala Aura dengan kesal. "Jahat banget lo," Tasya mencubit pipi Aura kuat. "Kenapa lo gak ngajakin gue, kampret?? Kapan lagi gue bisa jailin dia." pekik Tasya, membuat Key menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Jahat lo, Tas."
"Woi, gue bukan tas. Gue Tasya, Keyra." sungut Tasya tak terima.
"Iya deh, Tas ya."
"Nama gue ga di pisah oy." Lagi-lagi Tasya protes.
"Bodo!"
"Ish."
Axel terkekeh mendengar perdebatan antara Tasya dan Key. Di rangkulnya bahu gadis pujaan hatinya.
"Kamu dingin gak? Baju kamu nih terbuka banget." kata Axel dengan penuh perhatian.
Tasya menatap Axel dengan sedikit mendongak. "Aku gak kedinginan kok."
Axel mengecup puncak kepala Tasya. "Lain kali jangan pakai baju yang terbuka kayak gini ya. Aku gak suka tubuh kamu di lihat orang lain." Axel berkata dengan posesifnya. Di lepaskannya rangkulannya lalu menyampirkan jasnya ke bahu Tasya yang terbuka.
"Duh, posesif banget sih. Gue juga mau dong di posesifin." ujar Aura heboh.
"Mau di posesifin? Yakin? Ga akan protes kan?"
Aura menyengir dan menggeleng ke arah kekasihnya. "Gak deh. Aku pernah baca di *******, di posesifin itu gak enak."
"Enak kok kalau itu orangnya aku." kekeh Mike dan mendekap Aura dengan gemas.
"Ini ajang apaan yak? Ajang pamer mesra?" dengus Key melihat semua sahabatnya berpelukan dengan kekasihnya masing-masing. Termasuk si Elly dan Chilla.
"Kamu juga mau, sayang. Sini aku peluk." Rafa merentangkan tangannya.
Key mendengus dan berjalan menaiki tangga.
"Ngambek, princess?" tanya Axel dengan suara yang di keraskan agar Key mendengar.
Tanpa berbalik Key mengepalkan tangannya, seolah ingin meninju Axel.
Semua orang yang ada di sana terbahak melihat tingkah Key. Termasuk orangtua dan ortu sahabat Key.
Rafa menggendong Key dengan gemas kembali ke tempat semula.
__ADS_1
-Tbc-