Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Extra Part 3 : Queen & Aldy


__ADS_3

Baru saja ibu guru keluar, anak laki-laki langsung mengerumuni seorang gadis kecil yang memiliki wajah imut dan menggemaskan.


Pipi chubby yang sedikit merona itu mengundang orang untuk mencubit dan menciuminya. Rambut pirang yang di ikat dua menambah kadar keimutannya.


Gadis kecil itu tak lain tak bukan Queen Angelia Purnama. Kesayangan keluarga Purnama dan Alexander.


Hari ini merupakan hari pertamanya sekolah, makanya banyak yang mengerumuni Queen seolah gadis kecil itu makanan. Belum lagi, mereka tahu bahwasanya Queen adalah anak bungsu pengusaha terkenal. Hal itu semakin membuat mereka ingin dekat-dekat dengan putri keluarga Purnama yang selama ini sering terlihat di televisi.


"Hai, Queen. Aku Zaydan." Seorang anak laki-laki bertubuh gemuk mengulurkan tangan kepada gadis kecil itu, mengajak bersalaman.


Dengan senang hati Queen menyambut tangan teman sekelasnya itu. Dia tidak ilfeel melihat tubuh gemuk Zaydan sama sekali. "Salam kenal Zaydan, aku Queen," katanya senang.


"Aku juga mau kenalan dengan Queen." cetus yang lain.


Zaydan melepas jabatan tangannya dengan enggan. Terlihat dari raut wajahnya yang tidak terlihat ikhlas.


"Aku Alga, mau menjadi teman Alga gak, Queen??"


"Tentu saja Queen mau menjadi temannya Alga." sahut Queen antusias dengan senyuman lebarnya.


Senyuman yang berhasil menular ke anak lainnya.


Teman-teman sekelas Queen juga ikut-ikutan melakukan hal yang sama seperti Zaydan dan Alga. Mereka saling berlomba-lomba untuk menarik perhatian Queen. Mulai dari menceritakan koleksi mainan, pengalaman pribadi, liburan, pekerjaan orangtua, makanan kesukaan, dan lain sebagainya.


Tak jauh dari kerumunan, terlihat seorang laki-laki yang berdecak kesal. Ia merasa tidak terima teman-teman sekelasnya mendekati sahabatnya.


Laki-laki itu adalah Aldy Star Adipura. Anaknya Elly dan Aji. Di umurnya yang tujuh tahun, wajah tampannya sudah berhasil memikat banyak orang, termasuk orang dewasa sekali pun.


Karena tidak tahan melihat Queennya di kerumuni seperti itu, akhirnya ia berdiri dan menghampiri. "Jangan ganggu Queen!!" serunya mengusir teman sekelasnya.


"Kami tidak menganggunya." bantah Alga tak terima.


"Dengan kalian mengerumuni dan bertanya banyak hal padanya saja itu sudah membuatnya terganggu, apalagi sampai menceritakan kehidupan kalian." dengus Aldy kesal.


Belum sempat Alga membantah, Aldy sudah mendorong Alga. Tidak kuat tapi mampu membuat Alga berpindah tempat.


Alga tidak berani membalas karena takut dengan intimidasi Aldy.


Sekarang, Aldy berdiri langsung di samping Queen. "Ayo ikut Aldy. Nanti Aldy beliin ice cream."


Mendengar kata ice cream, mata Queen langsung berbinar, dan langsung berdiri. Gadis kecil itu memang pecinta ice cream sejati.


"Ayokk!!" seru Queen seraya mengenggam tangan Aldy dan menyeretnya pergi tanpa memedulikan teman-teman yang mengerubunginya tadi. Ice cream membuatnya lupa dengan keadaan. Ice cream nomor satu dalam hidupnya. Ice cream di atas segalanya.


Aldy terkekeh mendapati sahabatnya yang sangat bersemangat itu. Selalu seperti ini.

__ADS_1


Menyejajarkan langkahnya dengan langkah kecil Queen dan mencuri pandang ke arah sahabatnya. "Setelah beli ice cream, kita main di taman ya? Di sana sangat seru. Ada ayunan, bunga yang cantik, dan pohon-pohon yang rindang. Queen pasti suka berada di sana."


Queen lagi-lagi mengangguk penuh semangat. Aldy yang gemas langsung saja mengacak-ngacak puncak kepala Queen dan merangkulnya.


Queen tidak protes. Gadis kecil itu malah memperlihatkan cengirannya. Memeluk pinggang sahabatnya dengan manja.


"Queen mau ice cream rasa apa??"


"Strawberry dan coklat."


"Oke. Queen tunggu di sini ya, Aldy akan mengantri untuk Queen."


Queen tersenyum manis seraya mengangguk patuh. Sembari menunggu Aldy kembali, Queen memainkan rambut pirangnya.


Tak lama, Aldy kembali dengan 2 cup ice cream. Queen mengernyit. "Aldy gak beli ice cream juga??"


"Enggak hehe."


"Kenapa Aldy gak beli juga??"


"Gigi Aldy baru saja copot, aneh rasanya kalau makan yang dingin-dingin." ringis Aldy dengan wajah lucunya.


Queen mengangguk mengerti. Berdiri dan meraih ice cream yang di pegang Aldy. "Makasih, Aldy."


"Ayok!"


Kebetulan taman sekolah berada tak jauh dari kantin. Di sana, Queen duduk di atas ayunan sementara Aldy berdiri di belakang Queen dan mendorong ayunan yang di duduki Queen pelan.


"Kenapa Queen bisa sekolah di sini?? Eh, maksud Aldy, Queen kan masih Paud seharusnya??" Umur sahabatnya ini bahkan belum memasuki usia 5 tahun. Sekitar 3 bulan lagi, baru lah berusia 5 tahun.


"Membosankan sekali di sana karena tidak ada Aldy, Bintang, dan Monnyca. Makanya Queen memohon ke mama untuk di masukkan ke sekolah yang sama dengan Aldy. Lagipula Queen bisa membaca kok, menulis juga bisa, eh, menghitung juga." Celoteh Queen hingga membuat Aldy gemas. Tidak pernah bosan dia mendengar sahabatnya yang cerewet itu.


"Untungnya mama mengabulkan permintaan Queen. Yah, meski pun Queen merajuk dulu agar di kabulkan hehe."


Masih menggerakkan ayunan pelan, Aldy kembali bertanya. "Kenapa tidak pernah cerita ke Aldy kalau Queen akan pindah ke sini??"


"Kejutan dongg. Aldy kaget gak? Senang gak bisa bersekolah bareng Queen lagi??"


"Tentu saja Aldy senang, Queen."


Aldy duduk di ayunan sebelah Queen yang menganggur. Dia menggelengkan kepala pelan melihat cara makan ice cream sahabatnya. Belepotan dan tergesa-gesa seolah ice creamnya akan di rebut.


Tanpa banyak kata, Aldy mengulurkan tangannya. Membersihkan sisa ice cream di sekitar bibir Queen dengan jemari kecilnya.


Gadis kecil itu menyengir lebar ke arah Aldy dan kembali melahap ice creamnya.

__ADS_1


"Jangan tergesa-gesa gitu makan ice creamnya Queen. Aldy gak akan ambil ice cream Queen kok." gemas Aldy.


"Enak tau. Queen pengen makan yang banyakkkk!!!"


"Gak boleh. Nanti Queen sakit lagi kayak minggu lalu." tegur Aldy.


Queen mengembungkan pipinya seraya membuang cup ice cream yang telah habis ke tanah.


Aldy menggeleng lagi, memungut cup itu dan melemparkannya ke tempat sampah. Lemparannya tepat sasaran hingga Queen bertepuk tangan senang. "Aldy hebatt!!"


"Ini belum seberapa Queen." Aldy malah besar kepala di puji oleh Queen.


Queen hanya menatap polos Aldy dan menggerakkan ayunannya.


"Queen."


"Apa, Aldy??"


"Apakah kita bisa bersama seperti ini selamanya?"


"Tentu saja bisa, Aldy. Dan Queen ingin selalu bersama Aldy!!"


"Queen mau kan menjadi istri Aldy kalau kita sudah besar nanti??"


Queen menghentikan ayunannya. Menatap Aldy dengan tatapan berbinar. "Kayak mama yang menjadi istri papa, kan?"


"Iya, Queen."


"Mau, mau, mau!" seru Queen antusias.


"Aldy sayang Queen."


"Queen juga."


Anak kecil. Mengerti kah mereka dengan kata yang keluar dari mulut manis mereka itu?


Dan bagaimana kedepannya? Akan kah mereka menjadi suami istri?


Mampukah mereka mempertahankan hubungan harmonis seperti sekarang ini?


Akan kah perasaan mereka tetap sama seperti sekarang?


Dan ... Ada kah yang berani bertaruh mereka akan tetap bersama di masa depan jika hubungan mereka di uji oleh pihak ketiga?


#3

__ADS_1


__ADS_2