
"Terkadang melihat orang yang kita sayangi senang saja sudah membuat kita bahagia."
°°°°°
Jam 9 pagi mereka pergi ke bandara. Setibanya di bandara mereka masuk ke jet pribadi milik orang tua Tasya. Selama di dalam pesawat Key diam saja dengan wajah tertekuk.
Sementara para sahabatnya begitu heboh dan membuat berbagai macam guyonan.
Rafa yang melihat Key diam hanya bisa menghela nafas pasrah. Sudah berbagai macam cara ia lakukan agar pacarnya itu buka suara akan tetapi Key hanya meresponnya dengan singkat dan cuek. Lama kelamaan Key tertidur dengan sendirinya.
"Guys, gak tega gue liat Key."
"Iya. Dia murung banget sejak tadi."
"Bagaimana kalau kita ke Korea saja? Gue rela kok ke Paris terakhir kali asal Key kembali bersemangat."
"Ta--"
"Gue bahkan rela gak pergi ke Paris kalau gini ceritanya. Gue gak suka liat Key jadi pendiam gini." lirih Tasya. Bagi gadis cantik satu itu, melihat Key bersedih membuatnya ikut merasa sedih pula.
"Ya udah deh."
****
Beberapa jam kemudian pesawat mereka sudah mendarat di Seoul dengan selamat. "Sayang, bangun."
Key membuka matanya dengan malas sekilas sebelum kembali memejamkannya.
"Ayo turun."
Key menyodorkan kedua tangannya ke Rafa. Rafa yang peka segera menarik Key ke dalam pelukannya. Ia menggendong Key ala bridal style. Key yang merasa nyaman langsung saja kembali ke alam mimpinya. Rafa dan yang lainnya terkekeh geli.
Selama di perjalanan, Rafa memangku tubuh Key yang baginya tidak berat sama sekali. Axel dan Tasya yang duduk di kursi depan hanya diam, takut menganggu bobok cantik Key.
Diam-diam, Tasya tersenyum kecil melihat Rafa yang begitu menyayangi Key. Terbukti dari sikapnya selama ini, contoh kecilnya saja seperti sekarang. Rafa mengusap punggung Key dengan lembut ketika Key melenguh di dalam tidurnya, mengecupi puncak kepala Key sesekali, dan mengusap kepala Key.
Tasya bahagia sahabatnya mendapatkan pasangan yang tepat dan ia selalu berdoa kepada tuhan agar sahabatnya itu selalu bahagia dengan orang yang di cintainya.
Untuk Tasya yang sedari kecil sudah mengenal Key. Baginya Key adalah malaikatnya.
Kenapa?
Dulu, sewaktu kecil Tasya adalah gadis kecil yang bertubuh gemuk. Ia sering di ledek oleh anak-anak seusianya. Ia sering di abaikan, bahkan oleh orang tuanya sendiri.
__ADS_1
Tidak ada yang ingin bermain dengannya sampai suatu ketika ia bertemu dengan Key yang berstatus sebagai murid pindahan. Key dengan senang hati berteman dengannya. Mengikutinya kemana pun ia pergi meski banyak anak-anak lain yang mengajaknya bermain.
Key kecil tak jauh berbeda dengan Key sekarang. Cantik, manis, menggemaskan, imut, famous, dan pintar. Tasya sangat menyayangi Key karena Key adalah salah satu orang terpenting di dalam hidupnya.
Mobil mereka berhenti di hotel yang akan mereka tempati untuk seminggu ini. Axel membukakan pintu untuk Rafa agar laki-laki itu tak kesusahan akibat adanya Key di pangkuannya.
Rafa menggendong Key keluar dari dalam mobil dengan hati-hati.
Cuaca yang dingin membuat bulu kuduknya merinding. Cuaca di Korea dan Indonesia memang sangat berbeda. Untungnya sekarang sedang musim gugur bukan musim salju.
Rafa membaringkan tubuh Key ke atas ranjang hotel yang telah mereka pesan sebelum pergi. Ia mencium dahi Key sekilas. "Gue ke kamar dulu." pamitnya ke Tasya yang di balas anggukan singkat.
Tak lama setelah Rafa pergi, datang lah ketiga sahabatnya yang lain sembari menenteng koper yang berukuran sedang.
Mereka berlima memang memutuskan untuk tidur bersama agar liburan lebih terasa.
Keesokan harinya sahabat-sahabat key sudah bersiap pergi sedangkan key masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Di dalam otaknya, ia sedang berada di Paris, maka dari itu ia tidak akan beranjak dari hotel. Ia akan tidur sepuasnya saja. Sudah bosan dia melihat pemandangan di Paris.
"Sayang! Bangun dong! Kamu gak mau keliling korea gitu?"
Key pikir Rafa hanya salah menyebutkan nama negara saja. Di tariknya selimut tebalnya hingga menutupi wajah cantiknya.
"Kamu kan yang minta ke Korea kemarin? Ayo bangun."
"Iya, sayangku." gemas Rafa. "Ayo bangun. Yang lain udah nunggu kamu di luar."
Key tersenyum lebar dan memeluk Rafa girang. "Tunggu sebentar ok? Aku hanya akan mandi sebentar. Kamu tunggu di luar."
****
Key tersenyum lebar sepanjang di perjalanan. Di otaknya sudah tersusun rapi tempat yang akan mereka kunjungi selama seminggu ini. Yang lainnya hanya bisa terkekeh geli melihat betapa semangatnya Key.
"Oh my... Key gak sabar, Rafa." adunya manja ke Rafa yang berada di sampingnya. Rafa mencubit Key karena terlalu gemas.
Mata Key semakin berbinar ketika sudah sampai di tempat tujuan.
Mereka sudah sampai di tempat wisata terbaik di Seoul, yaitu Istana Gyeongbokgung. Terletak di sebelah utara kota Seoul. Istana ini termasuk 5 istana besar yang di bangun Dinasti Joseon. Dibuka semenjak tahun 1395 dan merupakan istana yang penuh dengan sejarah dan keindahan. Para turis dapat mengenakan pakaian tradisional korea atau disebut Hanbok.
Key dan yang lainnya mengenakan pakaian tradisional korea dengan warna dan corak yang berbeda.
"Kamu lucu banget pakai hanbok itu, princess." kekeh Axel dan mendekap Key gemas.
"Masa sih?"
__ADS_1
Axel menciumi pipi adeknya dengan gemas. "Iya loh."
"Raf! Fotoin kami dong! Yang bagus!"
Rafa mengelus dada bersabar mendengar perintah Axel. Ia kemudian mengarahkan kamera yang terkalung di lehernya ke arah Axel dan Key yang sedang berpelukan.
"Yang bagus! Awas kalau gak bagus!" ancam Axel.
Rafa memutar bola matanya malas. "Iya, iya. Cerewet amat sih. Udah nih ya. Gue itung sampe tiga." Axel dan Key bersiap. "Satu... Dua... Tiga..." cekrek!
"Udah."
"Lagi, lagi!" teriak Axel. Akhirnya Rafa memotret kekasih dan calon kakak iparnya berulang kali dengan berbagai macam gaya. Sementara Rafa sibuk memotret Axel dan Key, yang lainnya terlihat juga sibuk berfoto.
"Oke. Thanks."
Mereka bersepuluh terlihat sangat bahagia dan menikmati. Tak ayal, mereka berfoto-foto di setiap sudut.
Cuaca yang cerah juga sangat mendukung untuk berfoto.
Key meminta Axel untuk mengambilkan fotonya berdua bersama Rafa. Berbagai macam gaya Key lakukan hingga Rafa kehabisan gaya.
Terakhir mereka foto bersama dengan meminta bantuan kepada salah satu pengunjung di sana. Senyum lebar mereka menghiasi layar kamera.
Acara mereka tak hanya sampai di situ, setelah puas di Istana Gyeongbokgung Key dan yang lainnya pergi ke Museum Nasional Korea.
Museum Nasional Korea adalah museum terbesar dengan menampilkan benda koleksi benda bersejarah di Korea. Museum Nasional Korea ini di bangun tahun 1945.
Museum ini terbagi menjadi 3 lantai yang masing-masing mempunyai koleksi unik tersendiri.
Lantai 1 menampilkan benda prasejarah, lantai 2 menampilkan karya seni korea seperti kaligrafi dan lukisan klasik. Sedangkan lantai 3 berisi keramik, karya seni dari metal, teks buddhis, dan artefak yang terkenal.
Setelah selesai, baru lah mereka pulang. Sebelumnya mereka singgah di salah satu restauran untuk mengisi perut mereka.
"Btw, kenapa lo milih pergi ke bangunan bersejarah sih?" celetuk Chilla yang baru saja menghempaskan tubuh lelahnya ke ranjang yang empuk.
"Gue suka aja mengunjungi tempat bersejarah. Tempat bersejarah di Indonesia aja sudah hampir pernah gue kunjungi semuanya." kekeh Key.
"Oh ya? Kemana aja tuh?"
"Banyak lah pokoknya."
-Tbc-
__ADS_1