Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 25


__ADS_3

"Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu, di setiap hembusan nafasku."


_Rafa_


°°°°


"Akhirnya lo kembali juga, Key. Aaaaaa!!! I miss you." teriak Tasya histeris ketika Key memasuki kelas.


Sahabat Key yang lainnya sontak berlari ke arahnya, mengerubunginya, dan mulai mengadu.


"I----"


"Lo kemana aja selama ini, Key? Gue sama yang lainnya pusing banget cariin lo tapi hasilnya nihil." curhat Chilla dengan nada yang terdengar seperti menahan tangis.


"Gu---"


"Lo tega banget sama kita tau." tangis Aura.


"Gu---"


"Gue sama yang lainnya susah payah mencari keberadaan lo tapi lo seperti hilang di telan bumi aja. Dasar Key jahat." sambung Elly sambil menangis.


"Ma---"


"Huaaaa!!! Lo tega banget sama kita." teriak mereka semua kompak.


Key hanya bisa mengehela nafas kasar karena ucapannya di potong terus.


"Lepasin pelukan kalian dari gue. Gue gak bisa nafas. Dan teriakan cetar membahana kalian membuat jantung gue kaget. Untung aja jantung gue gak meloncat." omel Key.


Para sahabatnya sontak menjauhkan diri dari Key. Mereka menghapus air mata mereka lalu menatap Key dengan tatapan yang menuntut penjelasan.


"Kalian gak usah lebay deh." omel Key lagi.


"Kami sedih banget karena lo nggak ada kabar sama sekali. Dan lo malah bilang kami lebay? Jahat lo." Tasya mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kami kangen lo tau." ketus Chilla.


Key terkekeh melihat wajah cemberut para sahabatnya. "Ish, iya, iya. Gue juga kangen kalian, sahabat terlebay sedunia." sahut Key mendramatis, membuat sahabatnya mendengus. Tapi tak lama kemudian mereka terkekeh.


"Oh ya, masalah perjodohan itu udah di batalin sama orangtua lo." jelas Tasya setelah mereka duduk.


"Gue udah tau kok, makanya sekarang gue kembali lagi."


"Darimana lo tau?" heran Elly.


"Rahasia."


"Dimana lo tinggal selama ini?" tanya Chilla kepo.

__ADS_1


"Secret."


"Lo hebat banget bersembunyi, Key."


"Key gitu loh." Key mengibaskan rambutnya sombong. Seketika Aura merasa menyesal telah memuji Key.


****


Key menikmati roti bakarnya dengan lahap. Suasana kantin yang heboh seolah tak mengusik ketenangannya sama sekali.


"Setelah menghilang hampir sebulan lo tambah cantik aja, Key. Gue pikir lo malah nambah jelek." celetuk Tasya. Mengungkapkan pemikiran yang sempat terlintas di otaknya tentang sahabatnya satu itu.


"Gue sepemikiran dengan lo. Gue pikir lo nambah hitam karena sering panas-panasan akibat menjadi gelandangan." sambung Elly dengan kekehan gelinya.


"Kalau gue ngiranya dia sangat kurus karena gak makan-makan." imbuh Aura.


"Tapi kenyataannya berbeda, kan."


"kami susah payah mencari keberadaan lo ta---"


Key segera memotong ucapan Chilla. "Orang yang kalian sewa kemampuannya berada jauh di bawah kemampuan orang-orang gue." cetusnya sombong.


"Kok lo tau sih?"


"Karena gue..." Key sengaja menggantung ucapannya karena ingin membuat sahabatnya penasaran.


"Ya ampun!! Gue penasaran nih, jangan gantung dong. Di gantung itu gak enak." omel Tasya dengan bibir yang maju beberapa centi.


Key terkikik geli karena berhasil membuat mereka penasaran.


"Hehe. Ok, ok. Jadi gue itu tau karena gue menyuruh orang untuk memata-matai kalian." Key menyesap susu coklatnya dengan perlahan.


"What??" pekik Chilla histeris.


"Hah? Kok bisa?" pekik Elly tak kalah histeris.


"My princess!!! Akhirnya kamu kembali. Abang kangen banget sama kamu, princess," kata Axel yang tiba-tiba saja memeluk Key dari belakang.


Uhuk..uhuk..


"Aduhh!! Kamu gapapa kan, princess?" tanya Axel panik sembari melepaskan pelukannya mendengar adiknya yang terbatuk-batuk. Ia duduk di samping Key dengan cepat.


"Key gapapa kok, bang."


Lagi-lagi Axel memeluk tubuh Key dengan erat. "Kamu membuat abang sangat khawatir princess. Kemana aja kamu selama ini hm? Kamu hidup dengan baik, kan?" Ia menciumi puncak kepala Key dengan sayang.


"Sesak, bang. Lepasin Key!!" Key memukul punggung Axel sehingga laki-laki itu melepaskan pelukannya dari tubuh Key dengan tidak rela.


"Abang mau bunuh Key?" omel Key dengan bibir yang mengerucut.

__ADS_1


"Habisnya abang kangen banget sama kamu, princess." lirih Axel.


Kali ini Key yang memeluk Axel. Ia tersenyum haru di dada bidang abangnya. Abangnya adalah abang terbaik di dunia. Ia sangat menyayangi abangnya, melebihi apa pun di dunia ini.


"Jangan pergi lagi, princess." bisik Axel.


"Kalau Key pergi?" tanya Key dengan nada menggodanya.


"Kata Dylan rindu itu berat. Jadi, jangan buat abang rindu lagi karena abang gak kuat."


Key tertawa mendengar ucapan abangnya. Axel menciumi puncak kepala Key berulang kali sebelum melepaskan pelukannya.


Tatapan Key terjatuh pada Rafa. Mereka saling bertatapan dalam diam. Lewat tatapan mereka seolah mengungkapkan perasaan rindu mereka setelah sekian lama tidak bertemu.


"Ya ampun!! Kok kalian pada tatap-tatapan sih, udah kayak di drama korea aja." celetuk Aura menghancurkan suasana.


Key menatap Aura dengan tatapan kesalnya sedangkan yang di tatap kesal menjulurkan lidahnya, mengejek Key.


Rafa berjalan semakin dekat ke arah Key. Entah bagaimana ceritanya, Key sudah berada di dalam pelukan hangat Rafa. "Aku kangen banget sama kamu, Key. Jangan pergi lagi." lirih Rafa.


Key tersenyum dalam dekapan laki-laki itu.


"Tolong, jangan tinggalkan aku lagi." nada suara Rafa terdengar begitu memohon. Kehilangan Key adalah hal yang tidak di inginkannya terjadi lagi.


"Iya, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi." gumam Key. "Dan aku juga merindukanmu."


Rafa melepaskan pelukannya mendengar bisikan Key. "Benarkah?"


Key mengangguk dengan pipi yang bersemu merah. Rafa yang merasa sangat gemas langsung mencium pipi Key kilat. Hal itu sontak membuat para fans mereka menjerit iri.


"Ughh, pipi kamu bikin aku gemes deh." Rafa mencium pipi Key lagi.


Wajah Key memanas seketika. Ia tau, pipinya sedang memerah. Dan itu karena Rafa.


"Cieee.. Keynya blushing tuh." goda Chilla.


"Gue berasa nonton drama korea langsung deh." kekeh Elly.


Godaan demi godaan mereka lontarkan kepada Key sehingga berhasil membuat Key semakin blushing. Apalagi anak-anak yang berada di kantin lainnya juga ikut menggodanya.


"Udah ah!! Jangan godain gue terus." ucap Key pada akhirnya sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.


Aish, malu sekali dia digodain seisi kantin. Jika kalian berada di posisi Key, pasti kalian juga merasa malu bukan? Ya, pasti lah, itu pun kalau urat malu kalian belum putus hehe.


"Kenapa wajahmu di tutup, sayang?" kekeh Rafa.


"Lucunya pacarku ini." Rafa membawa Key ke dalam dekapannya. Ia mengecupi puncak kepala Key berkali-kali. Setelah merasa puas, baru lah Rafa memberi jarak di antara mereka.


Merasa sulit untuk bernafas, Key menyingkirkan tangan yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Makan yuk!! Key udah lapar banget nih," kata Key mengalihkan topik pembicaraan.


-Tbc-


__ADS_2