
Berbagai macam artikel mengenai kematian putri bungsu Keluarga Alexander muncul di internet dan sosmed. Instagram, facebook, twitter, youtube, dan sosmed lainnya dipenuhi oleh berita tentang kematian seorang Key. Begitu pun dengan saluran televisi, semuanya berisi tentang gadis cantik itu.
Keyra Angelia Alexander begitu menjadi trending topik. Semua awak media berusaha menggali dan membuat berita berdasarkan fakta yang mereka dapatkan.
Para wartawan berbondong-bondong mewawancarai narasumber. Berbagai artikel di google keluar dengan banyak versi. Ada versi yang menyatakan kematian Key adalah pembunuhan terencana. Dalang dari pembunuh itu sendiri tak lain tak bukan orang yang memiliki hubungan dengan Key. Ellicia, sepupu jauh Key lah yang menjadi dalang pembunuhan itu.
Kecelakaan bisa terjadi karena adanya kecemburuan. Ellicia tidak suka melihat Key yang selalu hidup bahagia. Ellicia merasa tidak terima dan adil dengan perbedaan kehidupan mereka.
Alasan yang sangat konyol memang. Tapi siapa sangka alasan konyol itu lah yang telah merenggut nyawa seseorang. Kecemburuan tak berdasar. Kecemburuan tak berarti. Cemburu yang begitu membutakan mata.
Cemburu berlebihan itu jatuhnya tidak baik. Semua sudah ada jalannya. Semua sudah ada takdirnya. Semua sudah di atur. Tidak perlu cemburu dengan apa yang dimiliki orang lain. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski mereka terlihat sempurna tanpa cela pasti memiliki suatu kekurangan. Hanya saja, kekurangan tersebut bisa ditutupi oleh kelebihannya. Karena pada hakikatnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanya milik pencipta.
Lantas, untuk apa cemburu atas apa yang dimiliki orang lain?
"Sangat tidak disangka memang bahwa pelakunya berasal dari keluarganya sendiri. Semoga Nona Keyra bisa tenang di alam sana. Selamat siang dan sampai juga lagi bersama saya."
Kenyataan yang terdengar mustahil tapi benar adanya.
Ah, takdir memang begitu tidak tertebak.
Seorang pria tampan yang tidak sengaja menonton berita tentang Key menganga tidak percaya.
Tubuhnya terlihat bergetar samar. Di dalam sana, jantungnya sudah berdetak tidak nyaman, begitu pun dengan air mata yang seperti hendak berlomba-lomba untuk keluar.
Keyra-nya, gadis-nya, milik-nya.
Tidak mungkin bukan orang yang dicintainya meninggal secepat ini?
Menolak untuk percaya dengan berita yang disiarkan barusan, akhirnya ia memberanikan menelpon Key langsung dengan tangan yang bergetar.
Jantungnya semakin berdetak tidak nyaman ketika nomor yang ditujunya tidak aktif. Perasaan sesaknya semakin menjadi.
__ADS_1
"Tidak mungkin, kan?"
Masih saja menolak untuk percaya meski bukti sudah terlihat jelas.
Jalan terakhirnya adalah mencari berita tentang kebenaran lainnya di situs internet. Tubuhnya membeku, seolah mati rasa. Ponselnya terjatuh begitu saja ke lantai setelah. Disusul oleh tubuhnya yang meluruh begitu saja layaknya tidak bertulang.
Tangannya yang bergetar menjambak rambutnya kuat. "Tidak mungkin Key-ku pergi, bukan?!" Tanyanya lemah pada ruang hampa.
Dia tidak menyangka. Benar-benar tidak menyangka kalau Key akan meninggalkannya untuk selamanya.
Tubuhnya kian bergetar hebat. Jiwanya begitu tergoncang. Hari itu, hari dimana mereka putus. Hari dimana dirinya lancang membuat Key merasakan sakit hati. Hari yang menjadi hari terakhir di dunia bagi Key.
Masih terngiang jelas di ingatan Rafa. Keyra yang menangis karena dirinya. Keyra yang memutuskannya.
Semuanya berputar ulang bagaikan sebuah kaset. Kenangan indah ikut terputar di otaknya. Otaknya menolak keras berita yang menyatakan Key sudah meninggal dunia.
Rafa berteriak layaknya orang gila. Harusnya dia bisa menjaga Key.
Kecelakaan ini adalah salahnya. Yah, salahnya. Pria yang merasa sangat kehilangan itu meninju tembok berulang-ulang kali. Melampiaskan semua emosinya.
"Key..." lirih Rafa sebelum akhirnya menangis tersedu-sedu. Tak peduli jika dia di anggap cengeng. Yang terpenting sekarang, dia merasa kehilangan. Sangat kehilangan.
****
"Princess..." lirih Axel dengan mata yang membengkak akibat menangisi kematian adik tersayangnya. Di usapnya dengan penuh kasih sayang foto Key yang sedang tersenyum lebar. "Kenapa kamu meninggalkan dunia secepat ini, princess?" Air matanya menetes membasahi meja belajarnya.
"Abang gak sanggup kehilangan kamu. Abang gak rela kamu pergi dari dunia ini. Abang ingin kamu tetap di sini. Princess kembali lah...." lirihnya.
Dalam hati dia memohon kepada tuhan, untuk mengabulkan permintannya. "Aku mohon.. Kembalikan dia tuhan.." Jerit Axel pilu.
Axel sangat terpukul dengan kematian adiknya. Adiknya, princessnya, malaikatnya.
__ADS_1
Ara membekap mulutnya, menahan isak tangis mendengar jeritan kesedihan Axel. Di depan mereka, Axel memang terlihat selalu tegar, tapi setiap malam Axel akan menangis dan meminta Key untuk kembali. Sudah 10 hari semenjak kematian Key. Selama itu pula lah Axel menangis di heningnya malam. Ara selalu mendengar tangisan anak sulungnya.
Ara juga merasa sangat terpukul dengan kematian Key. Namun dia lebih terpukul lagi melihat Axel yang sekarang ini.
Saat matahari muncul dia akan tersenyum, namun saat bulan muncul dia akan menangis. Hati Ara teriris tiap kali mendengar tangisan putranya.
"Princess. Kamu lihat kan dari atas sana. Lihat lah abang kamu, dia begitu kehilangan kamu." lirih Ara sambil menyandarkan punggungnya ke pintu kamar Key.
"Mom tidak tega, princess. Bisakah kamu datang ke mimpi abangmu? Katakan ke dia untuk tidak bersedih lagi." bisik Ara dan menutup mulutnya untuk menahan isakannya.
"Mom juga sangat merasa sedih dengan kepergianmu, sayang. Tapi mom sudah berusaha mengikhlaskanmu agar kamu tenang di atas sana. Hikss.. Mom selalu sayang princess sampai kapanpun."
Ara menangis terisak-isak. Sakit. Hatinya sakit tiap kali mengingat jika putri satu-satunya sudah meninggalkannya untuk selamanya.
Tidak ada lagi gadis yang berteriak di setiap pagi, tidak ada lagi gadis yang cerewet, tidak ada lagi gadis yang menggemaskan, tidak ada lagi gadis yang akan di bangunkannya setiap pagi, memasakkannya sarapan, dan tidak ada lagi gadis yang membuat hidupnya terasa lebih lengkap. Gadis itu telah pergi. Selamanya.
****
"Sayang, kamu baik-baik aja kan di sana?" Rafa mengelus foto Key yang sedang memeluknya.
Melihat foto itu, ia merasakan sebuah pelukan hangat Key sekarang. Mungkin itu hanya halusinasinya.
"Sayang. Aku minta maaf atas kesalahan aku beberapa minggu yang lalu. Aku sadar, aku telah menyakitimu. Aku begitu bodoh." kekeh Rafa miris. "Kamu tidak suka kan aku dekat sama Nana? Tenang saja. Aku sudah menjauhinya. Bahkan aku sudah mengirimnya kembali ke Surabaya. Kamu cemburu kan jika aku di dekatnya? Jadi, apakah sekarang kamu sudah tidak cemburu lagi?"
"Aku tidak akan dekat-dekat dengan perempuan lain lagi, sayang. Hanya kamu yang akan menjadi satu-satunya perempuan dalam hidup aku. Baik di masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang. Tidak akan ada lagi perempuan baru," kata Rafa sungguh-sungguh.
Rafa meneteskan air matanya entah untuk yang keberapa kalinya. "Tuhan, tolong sampaikan pada dia bahwa aku sangat mencintainya. Hanya dia gadis yang kucintai."
Semenjak kematian Key, Rafa bersikap dingin kepada siapa pun, apalagi kepada perempuan.
Rafa yang awalnya tidak pendiam sekarang menjadi sangat pendiam dan dingin.
__ADS_1
Rafa yang lama telah mati semenjak Key meninggal. Dalam otaknya hanya ada satu. Rafa untuk Key. Dan Key untuk Rafa. Namun sekarang ini, dia sedang di pisahkan oleh tuhan. Rafa sangat menanti saat-saat itu. Saat dimana dia akan di pertemukan dengan kekasih hatinya. Di surganya~
-Tamat-