Fake Nerd And Most Wanted Boy

Fake Nerd And Most Wanted Boy
Part 11


__ADS_3

..."Tidak masalah mereka tidak mempercayaiku asal sahabatku selalu mempercayaiku dan selalu ada untukku."...


..._Keyra_...


...°°°°°...


...Byur!...


Byur!


Byur!


"Haha! Rasain tuh nerd pencuri!"


Key mengepalkan tangannya erat kala dirinya disiram dengan air setibanya di dalam wc. Ini adalah hari ketiganya dia di bully parah karena dia belum sempat membersihkan nama baiknya yang tercoreng. Jika kalian berpikir dia sedang di bully, maka tebakan kalian benar.


"Makanya kalau enggak mampu, ya enggak usah sekolah." kata salah satu siswi yang membullynya dengan pedas.


Apa salahnya seseorang punya keinginan untuk sekolah meski ia tidak mampu? Bahkan itu lebih baik daripada orang yang mampu tapi bermain-main dengan sekolahnya.


"Pasti dia deketin Angel dan Chilla dkk karena mau morotin mereka. Tuh contohnya aja dia nyuri barang Angel."


Jika saja Key punya waktu luang, maka dia akan segera membersihkan nama baiknya kemarin. Telinganya sudah panas mendengarkan cacian dan hinaan yang tidak betul itu.


"Stopp! Kalian jangan membully Key lagi. Dia tidak bersalah."


"Heh, adik kecil. Lo itu terlalu polos. Sampai-sampai kepolosan lo itu membuat lo dimanfaatin. Orang yang lo anggap teman itu adalah penghianat."


Angel menggeleng tegas. "Key teman gue, kak. Dia baik."


"Halah, bosan gue dengerin lo belain dia terus.Cabut yuk gaes."


Segerembolan kakak kelas tersebut keluar dari kamar mandi dengan santai.


Key menunduk, memeluk dirinya sendiri. Airnya sangat dingin. Apalagi hari ini dia tidak enak badan. "Key, lo pakai jaket gue deh. Pasti lo kedinginan."


"Makasih." Key tersenyum lesu. Tidak masalah, ada Angel dan sahabat-sahabat yang mendukung dan mempercayainya.

__ADS_1


"Makasih, Ngel. Lo udah percaya sama gue."


"Gue akan selalu percaya kok sama lo. Lo kan sahabat gue." Angel tersenyum lebar.


Mereka keluar dari dalam toilet. "Key." panggil Rafa. "Kok lo basah?" tanyanya kaget melihat keadaan Key yang basah kuyup.


"Gue--"


Belum sempat Key menjawab, ia sudah lebih dulu pingsan. Untung saja Rafa segera menyambutnya sebelum Key tergeletak di atas lantai.


Rafa menggendong Key dengan cepat ke UKS tanpa memedulikan Angel yang juga terlihat cemas dengan keadaan Key.


Anak uks memeriksa Key. Sementara Rafa pergi membelikan bubur untuk Key serta memberi tahu temannya kalau ia tidak bisa ikut bermain basket. Ia kembali lagi ke uks setelah selesai. Alangkah kagetnya dia saat tidak melihat Key. Yang ada hanya Angel. "Dimana Key?!"


"Gue juga gak tau, Raf. Padahal tadi gue hanya mau beli obat buat dia di kantin tapi dia udah hilang. Anak uks pun gak tau dia pergi kemana."


Rafa mengacak rambutnya kesal mendengar penjelasan Angel. Beberapa hari belakangan ini, keadaan Key membuatnya sangat cemas. Gadis itu mendapatkan hinaan dan cacian karena dituduh mencuri. Menjadi bahan bullying dan dihina oleh sebagian guru. Rafa dan yang lainnya ingin membantu mencari siapa pelaku sebenarnya akan tetapi Key tidak memperbolehkan mereka.


Meski begitu, diam-diam Rafa menyuruh seseorang untuk menyelidiki orang yang menjebak Key. Perasaan ingin melindungi begitu tertanam kuat di dalam dada Rafa. Ia tidak ingin melihat Key dituduh dan dihina. Hatinya ikut terasa sakit.


****


"Kenapa?" tanya Key lirih. Dia tidak siap untuk kehilangan Sean yang sudah dianggapnya kakak sendiri.


"Ortu gue pindah ke amrik. Jadi gue diharuskan untuk ikut mereka."


Air mata Key luruh begitu saja. "Key, jangan nangis dong. Emang lo segitu merasa kehilangannya ya kalau gue pergi?" canda Sean berusaha mencairkan suasana.


"Ya iyalah. Gue itu udah anggep lo kakak sendiri."


Degh!


Ada sesuatu tak kasat mata yang terasa meremas jantungnya. Sakit. Key hanya menganggapnya sebatas kakak. Padahal ia berharap Key mempunyai perasaan yang sama dengannya. Yah, Sean jatuh cinta ke Key. Cinta pada pandang pertama. Key juga lah first love nya. Betapa hancurnya hati Sean sekarang, tapi ia berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Mulai sekarang gue akan kehilangan orang yang paling suka gue isengin. Gue pasti akan merindukan lo, Key."


Key tersentak merasakan pelukan erat Sean.

__ADS_1


"Gue sayang lo, Key." Dalam hati Sean menambahkan, gue sayang lo layaknya pria ke wanita. Bukan sayang sebagai kakak adik.


"Kak Sean, gue juga sayang lo kok. Jangan lupain gue ya meski pun kebersamaan kita hanya sebentar." bisik Key.


"Tentu saja. Gue gak akan pernah lupain lo, Key." Lagi-lagi di dalam hati ia menambahkan 'karena lo cinta pertama gue'


"Dan gue harap masalah yang ada disini cepat selesai. Gue yakin, secepatnya pelaku yang sebenarnya akan tertangkap."


Sean mencium puncak kepala Key lama sebelum melepaskan pelukannya dan berbisik lirih sebelum pergi. "Selamat tinggal, Key."


****


Key memaksakan dirinya melihat rekaman cctv di ruangan khususnya meski kepalanya sangat pusing. Semua hasil rekaman cctv sekolahnya memang tersedia di dalam ruangannya. Hanya bilik toilet yang tidak dipasangkan cctv.


Key memejamkan matanya erat kala rasa pusing itu menghampirinya. Ia tidak akan menyerah dengan keadaan. Secepatnya ia akan mengungkapkan pelaku dan menendangnya jauh dari sekolah, tentunya setelah memberikan pelajaran sedikit.


Key mengutak-atik komputer dengan lihai. Melihat rekaman cctv di hari kejadian dengan teliti. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan menatap rekaman cctv tanpa berkedip. Ia semakin fokus saat melihat dirinya sudah keluar dari dalam kelas. Seorang gadis terlihat masuk ke dalam kelas setelah beberapa menit dia keluar. Wajahnya tidak terlalu kelihatan karena gadis tersebut menunduk hingga wajahnya tidak terekam dengan jelas di cctv.


Gadis misterius tersebut mendekati tas Angel dan membukanya. Ia menatap kalung itu sejenak, kemudian berjalan ke arah bangku Key. Si gadis terlihat celingak-celinguk, seperti takut ketahuan seseorang. Setelah itu, si gadis memasukkan kalung emas tersebut ke dalam tas Key. Setelahnya gadis itu berlari ke luar kelas.


Tak mau ketinggalan jejak, Key melihat rekaman cctv di koridor sekolah. Lagi-lagi wajah gadis itu tidak tertangkap kamera. Key semakin merasa gregetan.


Gadis dengan rambut terurai tersebut kembali celingak-celinguk sebelum masuk ke ruang kepsek. Key semakin tidak sabar. Ia akan melihat siapa dalang penjebakan yang di alaminya karena di ruang kepsek cctv yang terpasang banyak serta terdapat juga penyadap suara.


Bukannya tidak percaya dengan kepsek, hanya saja, tidak salah bukan kalau memasang cctv dan penyadap suara untuk berjaga-jaga jika saja pak kepsek melakukan sesuatu yang tercela.


Key sendiri lah yang memasang cctv dan penyadap suara tersebut di ruang kepsek setelah pengangkatannya sebagai CEO.


Cctv dan penyadap suara yang dipasangnya pasti tidak akan dapat dilihat oleh pak kepsek ataupun orang lain.


Mata Key terbelalak melihat gadis yang duduk di depan layar cctv dan bersiap untuk merusaknya dengan lihai.


Rasa kesal, kecewa, sedih, dan marah menguasai diri seorang Keyra Angelia Alexander.


"Gue akan balas lo, *****!"


-Tbc-

__ADS_1


__ADS_2