Forgotten Sins

Forgotten Sins
Betapa Kacaunya hari


__ADS_3

Masih terngiang jelas di telinga Arna ratapan Rezon takut akan ditinggal oleh kakaknya. Ketika Kak Axton dibawa masuk ke ruang kesehatan dia hanya menangis menumpahkan seluruh emosinya. Mungkin saking dahsyatnya perasaan Rezon sehingga Kak Gan ikut terdiam disamping Kak Axton yang tergolek lemah bagaikan sebuah boneka.


Sedangkan ia sendiri? Hampa.


Setidaknya semua informasi dan kejadian yang mereka alami dalam usaha penyelamatan Nona Meyl itu sangat berguna untuk kelanjutan penyelidikan.


Nyatanya kini semua senior sibuk mengurutkan semua kejadian yang berkaitan dengan musuh organisasi, yaitu Viper Army. Akibatnya lorong di asrama senior sangat sepi, pelita remang di kamar tidur mereka juga tidak pernah mati dan pintu ruangan guru selalu terbuka lebar.


Begitu pula pintu ruang kesehatan, yang selalu dikunjungi karena alasan lain lagi. Yaitu karena sang juara tengah terbaring disana.


Mungkin memang kata ‘sibuk’ hanya berlaku bagi para senior?


Yeah.., mungkin benar.


Bertolak belakang dengan keadaan, para junior senantiasa gembira seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Selalu saja bermain-main, mendengarkan cerita penyelamatan di kota dari Reeko dan Rezon, kemudian berlatih, makan dan tidur.


Bahkan sekarang ada permainan baru yang marak diantara mereka, permainan mencari telur biawak di rawa-rawa. Musim ini telur biawak sangat banyak, andaikan anak-anak dari True Shadow tidak mengusik mereka mungkin ibu biawak akan sangat gembira dan menggelar pesta syukuran tujuh hari tujuh malam.


Sayangnya junior-junior menggemaskan ini malah menggelar permainan mengumpulkan telur biawak yang kemudian mereka hias dengan cat. Memang kreatif.., tapi barangkali biawak bisa punah kalau diteruskan. Karena sekali melesat bukan tiga telur yang diambil seorang anak, melainkan puluhan.


Terlebih sungai dan rawa di bagian timur hutan yang hampir tak pernah sepi dari kedatangan anak-anak. Karena disanalah banyak ditemukan telur yang besar dan bagus bentuknya.


Tetapi rupanya kawan-kawan kecil Arna, tidak puas jika hanya mengobrak-abrik habitat biawak dan menyebabkan punahnya reptil kerabat buaya ini. Mereka mulai menciptakan cerita mistis soal perburuan di sungai dan rawa timur. Misalnya ada hantu, dihuni arwah penasaran, sarang goblin, dan lainnya.


Cerita semacam itu tersebar dari mulut kemulut. Ada kemungkinnan gosip itu adalah ulah anak nakal agar yang penakut tidak kesana dan hasil perburuan mereka semakin banyak.


Atau.., memang alam memberrikan karma pada mereka?


Yasudahlah terserah.


Tapi cerita ini benar-benar dianggap serius, bahkan ada beberapa kasus dimana sekelompok anak berkata telah melihat hanya kilatan sosok mengerikan dirawa dan pulang dengan wajah pucat pasi. Adapula yang melihat sosok tinggi bertopeng dan berbaju serba hitam dibantaran sungai. Juga ada yang hanya melihat sesuatu tidak jelas melintas cepat kearah hulu.


Sejak saat mitos konyol itu tersebar peburuan telur biawak mulai berkurang walau tetap tidak pernah berhenti. Yang berani memang kebal terhadap mitos apapun dan masih tetap menjelajah hutan untuk mencari rawa yang belum pernah didatangi manusia.


Sebenarnya resiko bukan terdapat pada mitos, tetapi jika ada ular anaconda, python, atau buaya apa daya anak manusia?


Nah, berbeda lagi dengan tokoh kita yang satu ini. Semua keceriaan serta kesibukan di sekitar ternyata tidak dapat mempengaruhinya.


Sekarang dia menjelma menjadi seekor harimau individu diantara kelompok serigala. Dikala semua orang sibuk berburu, mengunjungi Kak Axton sambil basa-basi minta tanda tangan, atau menyelesaikan masalah bersama guru.


Arna lebih memilih menyendiri ‘merenung’ didalam kamar memikikan hal miliknya sendiri. Rutinitas baru itu sudah dijalaninya sejak pulng ke markas. Pagi sekali ia pergi berlatih selama dua jam, kemudian harinya dihabiskan didalam ruangan sampai menjelang malam, waktu berlatih yang kedua. Bahkan tak jarang ia melewatkan sesi makan malam atau latihan bersama.


Segala perrtanyaan dari kenyataan yang didapatkannya berturut-turut selama dua hari dua malam itu begitu membelenggu.


*Sedetik pun tidak pernah hilang dari benaknya,

__ADS_1


Siapkah Arakata Saskara dan kemana hilangnya para budayawan dimasa lalu?


Untuk apa Viper Army menyerang Nona Meyl?


Apa hubungannya Ayah Gio dan lambang di bukunya?


Siapa yang benar, siapa yang salah*..


Apa yang dapat dilakukannya ketika menemukan jawaban?


Memang selama ini Ia sengaja menyembunyikan informasi tentang tersangka pimpinan Viper Army, Arakata Saskara. Bukan tanpa tujuan, tetapi semata-mata untuk melindungi Gio dan keluarganya dari kecurigaan.


Biarlah nama Arakata Saskara dan dongeng Forgotten Sins Of City menjadi rahasia dua sahabat karib ini. Terlebih sejak kejadian Nona Meyl, Arna tidak akan memberikan informasi yang belum pasti pada siapapun.


Khusus untuknya kali ini tidak ada waktu untuk bermain. Saatnya bangkit dan mewujutkan cita-cita Kak Rabka.


"Menjadi juara sejati di semua pertandingan bela diri. "


Inilah babak semi final untuknya Arnawa.


“Kuwujudkan cita-citamu dengan jalanku, nasipku dan dengan cobaanku. Karena Aku Arnawa, sejak dulu dan kini tetap adalah adik kecilmu yang akan menebusmu Kak Rabka!”


Tekat Arna tiap detiknya.


Kini ia duduk tegak memandang buku dan pena di depannya seakan tengah berlomba tidak berkedip dengan kedua benda itu. Hingga beberapa kali suara ketukan terdengar dari pintu mengusik keheningan, awalnya ia tidak menggubris. Namum ketukan itu sangat mengganggu, sehingga pada ketukan terakhir Arna mennyahut sebal.


“Aku masuk ya…” suara seorang gadis membuka pintunya lebar-lebar.


Arna menghentikan aktivitasnya lalu membalikkan tubuh memandang kearah pintu, dimana Reeko menyambut dengan senyum manis sambil menenteng sebuah keranjang anyaman dari rotan.


“Mau berburu telur biawak?” tanya Arna sudah menduga hal yang ingin dilakukan kawannya.


“Iya, mau ikut tidak?” Sahut Rezon tiba-tiba muncul di belakang Reeko.


“Maaf, aku tidak tetarik Rez.” Jawab Arna sekenanya.


“Apa jangan-jangan kau takut mitos yang diceritkan kawan-kawan ya?” tanya Rezon lagi untuk menantang Arna agar ikut dalam perburuannya.


“Tidak. Aku masih tetap warga Medianpolis, anti mitos.” Jawab Arna yang sudah mulai membolak-baikkan lembaran buku lagi.


PLAKK!!


“Sudah kuduga! Tidak berhasil bung!!” Serrru Rezon seperti komentator bola sambil menepukkan kedua telapak tanganya keras-keras.


“Ayolah Arna, hanya sekali-kali saja..” Ujar Reeko duduk di kasur sebelah Arna mengedip-kedipkan matanya beberapa kali.

__ADS_1


“Umm.., aku tidak bisa kawan-kawan.” Jawab Arna tetapi kedua temannya langsung tertunduk sedih danmembuat hatinya menjadi segan.


“Ahh.., baiklah setidaknya aku pesan sebuah telur biawak yang sekecil koin.” Jawab Arna memutuskan jalan tengah.


“Yeyyy..!” Reeko besorak senang.


“Aku akan bawakan yang paling kecil untuk Arna, yang paling besar milik Kak Axton!” Ujar Rezon senang.


“Hahahaha.., baiklah kawan-kawan. Selamat berburru!” Uja Arna mengiringi kepergian kawan-kawannya dari kamar.


“Jangan bawakan Arrna telur cicak dan jangan bawakan Kak Axton telur buaya.” Kata Reeko menimpali perrtakaan Rezon tadi.


“Huft!” Dia mendengus kesal disahut gelak tawa Reeko.


Kemudian keduanya berlarian menuju lorong.


••••


Pintu sebuah ruangan tampak terbuka, Reeko dan Rezon berhenti sesaat tepat didepan sana. Bersamaan dengan itu tiga orang anak keluar dari sana lalu memundukkan kepala hormat pada Reeko.


“Siap?” tanya Reeko setelah anak-anak itu sudah cukup jauh.


“Ayo!!” Jawab Rezon.


“Satu.., dua..”


“Kak Axton!!” Seru keduanya sambil melompat menerjang ke balik pintu.


Oleh karenanya seorang remaja lelaki yang tengah membaca buku di atas ranjang mengalihkan pandangan mata kearah mereka hampir tanpa ekspesi.


“Ada apa?” tanyanya singkat.


🎬🎬🎬🎬


**Jika ada yang merasa kalimatnya aneh bilang di kolom komentar ya...


ini memang sengaja nggak terlalu milih kata.


alasannya malas😂🙏


jika ada yang menemukan kejanggalan akan saya perbaiki secepatnya.


oh iya.., mulai sekarang Forgotten Sins mungkin sudah bisa update kaya biasa, dua hari sekali**..


Jadi... Nantikan eps berikutnya dua hari lagi..!!!👍👍

__ADS_1


😆😆⏭️


__ADS_2