
Dibonceng dengan sepeda saja sudah membuat Rissa senang. Ya gadis itu saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit bersama Dermawan dengan hanya menaiki sepeda ontel milik pemuda itu. Tidak terbesit rasa malu, bahkan Rissa terus saja tersenyum sambil mendengarkan Dermawan bersenandung kecil.
Sampai di rumah sakit, keduanya langsung menuju ke ruangan Ibu Wina di rawat.
"Assalamualaikum" ucap Dermawan dan Rissa saat masuk kedalam ruangan Ibu Wina.
Ibu Wina yang baru saja berganti pakaian dibantu suster Ana tersenyum melihat kedatangan Dermawan dan Rissa
"Wa'alaikumsalam" Jawab Ibu Wina dan suster Ana
"Awan,, Rissa,, kalian sudah datang sepagi ini?" tanya Ibu Wina dengan suara lemah
"Iya bu,, ibu gimana kondisinya? apa sudah semakin membaik?" tanya Rissa. Gadis itu tidak tau, sebenarnya Ibu Wina sakit apa
"Cukup baik" Jawab Ibu Wina dengan tersenyum. Meski pada kenyataannya penyakit yang dia derita terus menggerogoti tubuhnya. Kemudian Suster Ana pamit karena Ibu Wina sudah ada yang menemani.
"Ini Rissa bawakan bubur,, ibu makan yahhh" ucap Rissa
"Kalian sudah sarapan?" tanya Ibu Wina
"Ini kami bawa 3 bu, jadi kita bisa sarapan bersama " jawab Rissa
Rissa sedang menyiapkan bubur untuk Ibu Wina sambil mereka bercerita, sedangkan Dermawan mencari celah untuk memasang camera tersembunyi di ruangan rawat ibunya. Sama seperti tadi pagi, pemuda itu menyelinap ke kamar orang tuanya dan juga ruang kerja papanya untuk memasang camera pengintai.
"Ayo mas,, kita sarapan sama ibu" ucap Rissa
"Iya,," Jawab Dermawan, kemudian pemuda itu menghampiri Rissa dan Ibu Wina dan mereka sarapan bersama.
Kemudian Rissa dengan sendirinya bercerita kepada Ibu Wina jika dia sekarang tinggal di rumah kontrakan baru. Gadis itu juga menjelaskan jika dia memiliki hutang 5 juta kepada mas Dermawan karena pemuda itu yang membayar kontrakan itu.
"Sebenarnya Rissa gak enak bu, karena ngerepotin mas Awan. Ibu disini di rawat pasti butuh biaya yang gak sedikit. Tapi,, mas Awan masih saja mau membayar kontrakan Rissa" ucap Rissa
Ibu Wina tersenyum, sekilas melihat kearah putranya yang sedang tersenyum juga kepadanya.
"Gak papa Riss,, kamu juga membutuhkan tempat tinggal. Mudah mudahan nanti ada rejeki lain. Tidak perlu merasa tidak enak begitu " ucap Ibu Wina
"Terima kasih ya bu, dan terima kasih mas" ucap Rissa
__ADS_1
"Iyaaa,, " jawab Dermawan dan Ibu Wina.
Setelah cukup lama mereka di sana, kemudian Rissa dan Dermawan pamit akan pergi ke kampus kepada Ibu Wina.
Belum jauh Rissa dan Awan pergi, pak Adi yang akan bertemu dengan Ibu Wina melihat putranya dari belakang sedang berjalan bersama seorang gadis. Kemudian pria paruh baya itu masuk ke dalam ruangan rawat istrinya dan melihatnya sedang berbaring dan tersenyum .
Tapi senyum ibu Wina luntur saat pak Adi masuk kedalam ruang rawatnya.
"Awan datang bersama siapa?" tanya pak Adi lalu berdiri di dekat ibu Wina
"Teman kampusnya" jawab ibu Wina dengan suara dingin
Pak Adi diam, melihat ibu Wina yang sejak tadi tidak mau melihat dirinya
"Aku ingin katakan, pagi ini, aku akan pergi ke Jakarta karena ada urusan bisnis" ucap pak Adi
Ibu wina tidak memberi tanggapan apapun,
"Kenapa kamu diam saja bu?!" tanya pak Adi
"Kenapa kamu bawa bawa Rita?!" pak Adi terpancing emosi
Ibu Wina menatap pak Adi dengan tatapan sinis
"Bukannya kamu sering pergi bersama Wanita itu tanpa sepengetahuan ku?! bahkan mungkin kalian sudah tinggal bersama selama ini!" ucap Ibu Wina
"Cemburu mu terlalu berlebihan! kamu selalu menuduhku seperti itu!" jawab pak Adi
"Oh iya?!" sahut Ibu Wina lalu sedikit bergerak dan mengambil sesuatu di balik bantalnya dengan susah payah. Lalu Ibu Wina melemparkan beberapa foto ke depan Pak Adi dan membuat pria paruh baya itu terkejut
"Kamu pikir selama aku tidak tau?!" ucap Ibu Wina menahan sesak di dalam dadanya. Matanya sudah berkaca kaca, melihat pak Adikarsa sedang melihat satu persatu fotonya yang di ambil seseorang saat sedang bersama Rita.
"Aku dan Rita,,,"
"Kalian berdua sama saja!" ucap Ibu Wina
Pak Adi terdiam, dia yakin jika Ibu Wina sudah menyewa seseorang untuk memata matainya selama ini. Tapi Pak Adi tidak ingin pisah dengan Ibu Wina karena dia tidak ingin kehilangan rumah sakit dan warisan keluarganya.
__ADS_1
"Aku dan Rita tidak memiliki hubungan apapun bu, foto foto itu pasti di ambil ketika kami bersama. Kan ibu tau aku dan Rita itu sahabatan" ucap pak Adi
"Aku sudah lelah kamu bohongi!" ucap Ibu Wina
Dadaa Ibu Wina terasa semakin sesak, nafasnya sudah naik turun tak beraturan. Detak jantungnya yang terpantau di pasien monitor menunjukkan penurunan, pak Adi cemas, lalu berlari keluar untuk memanggil bantuan.
Kemudian suster datang dan memeriksa kondisi Ibu Wina, karena kondisinya semakin kritis, suster memanggil bantuan dokter untuk menangani Ibu Wina. Tak berselang lama dokter datang dan mereka membawa Ibu Wina ke ruangan IGD.
Dermawan saat ini berada di kampus dan sedang mengikuti mata kuliah pagi. Saat sedang fokus mengikuti kuliahnya, ponselnya bergetar. Lalu pemuda itu melihat siapa yang menelfon dirinya di jam seperti itu
"Suster Ana?"
Kemudian Dermawan berdiri dari tempat duduknya
"Pak,,,, permisi, saya mau Izin keluar sebentar, Ada telfon dari rumah sakit. Ibu saya sedang di rawat" ucap Dermawan kepada dosennya
"Oh iya silahkan" jawab pak Dosen
Lalu Dermawan keluar dan mengangkat telfon dari suster Ana
"Hallo sus, ada apa?" tanya Dermawan
"Apa?!"
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf lahir batin semua🙏😁
__ADS_1