
Cukup lama Rissa dan Dermawan berada di kantor polisi, tidak tinggal diam, Dermawan melaporkan kejadian malam itu kepada polisi dan beruntungnya Dermawan masih ingat betul plat mobil yang mengajarnya. Kemudian polisi bergerak cepat untuk menangkap si pemilik mobil, sedangkan Dermawan dan Rissa pulang kerumah dengan pengawalan.
Rissa sudah mencurigai, orang orang yang menyerang mereka pasti ada kaitannya dengan Rita dan Utomo, tapi Dermawan tidak ingin menduga duga mesti hatinya juga berkata iya mungkin saja mereka. Untuk lebih yakin lagi, dan mereka ingin merasa aman, keduanya meminta bantuan polisi.
Sementara itu, Utomo yang sebelumnya mendapat aduan ibu nya jika ibunya di permalukan di depan umum oleh Rissa dan Dermawan merasa tidak terima. Maka dari itu dia melakukan pembalasan. Tapi sayang saat ini mereka sedang dalam kejaran polisi.
Rissa dan Dermawan baru saja sampai di rumah, polisi yang mengawal juga sudah kembali ke kantor polisi untuk berjaga. Kemudian keduanya berjalan ke kamar untuk beristirahat.
"Bersih bersih dulu mas,, jangan langsung tidur, seharian ketemu orang luar pasti bawa kuman" ucap Rissa
"Iyaaa" jawab Dermawan lalu melepas pakaiannya dan meletakkan di keranjang baju kotor.
"Mau bareng?" tanya nya dengan tersenyum
"Senyummu menyimpan banyak arti mas!" cetus Rissa lalu melepas pakaiannya dan menyusul suaminya masuk kedalam kamar mandi
"Beneran cuma bersih bersih kok, gak yang lain" jawab Dermawan
"Yakin? gak pake 1 ronde?" ledek Rissa dan Dermawan terkekeh
"Emm boleh deh, kalau kamu maksa" kekehnya, tidak ingin bermain di dalam kamar mandi, Dermawan menuntun istrinya keluar dan memilih tempat yang empuk agar nyaman. Rissa mencibik, niatnya mau bersih bersih tapi di buat capek juga.
Saat keduanya sedang melayang layangnya, keduanya terkaget saat mendapat tendangan cukup kuat dari dalam perut Rissa, bahkan keduanya sampai berhenti bergerak karena sangking kagetnya
"Aduh,, anak papa protes,,! maaf yahh sayang, papa bangunin kamu ya nak?" ucap Dermawan sambil mengelus elus perut buncit Rissa
"Iyah,, kayaknya papa terlalu bersemangat dehh, jadi kayak gempa bumi lokal ya nak?" sahut Rissa
"Ya ampunn,, maaf yahh sayang,, papa janji pelan pelan jengukin kamu,,, gak sabar deh, mau main bola bareng" ucap Dermawan
"Sabarrr yah pa,, 2 bulan lagi aku lahirrr" jawab Rissa
Cup!
Dermawan mengecup perut Rissa, lalu melabuhkan kecupan di kening istrinya
__ADS_1
"Papa sayang kalian berdua" ucapnya sambil mengelus perut Rissa.
"Kami juga sayang papa" jawab Rissa
Dirasa janin itu sudah tenang, keduanya saling melempar senyum, detik selanjutnya, keduanya segera menuntaskan sesuatu yang sempat tertunda.
Sementara itu, Utomo dan teman temannya masih dalam pengejaran polisi. Tidak ingin di tangkap, Utomo segera mengganti plat mobilnya agar bisa mengecoh polisi.
Malam itu, Utomo dan teman temannya berhasil lolos karena kelicikannya.
...........
Hari berikutnya,,,
Rissa dan Dermawan sedang menikmati sarapan bersama, Saat sedang sarapan, Bik Atik yang tadi sedang membersihkan teras rumah berlarian menghampiri Dermawan dan Rissa
"Maaf den, mau lapor" ucap bibik
"Ada apa bik?" tanya Dermawan
"Itu di depan banyak tamu yang ingin bertemu dengan den Awan" jawab nya
"Bibik kurang tau den, karena banyak orang jadi bibik tidak menanyakan nama mereka satu satu" jawab bibik
"Siapa ya mas?" tanya Rissa
"Mas tidak tau, mas juga tidak memiliki janji terhadap siapapun. Ayo kita lihat" ucap Dermawan
Kemudian Dermawan dan Rissa beranjak dari meja makan dan berjalan keluar, sebelum itu, Rissa meminta bik Atik untuk membuatkan minum. Saat sampai di ruang tamu, Dermawan di kagetkan saat melihat tamu tamu yang datang adalah rekan bisnis Ibu Wina terdahulu. Awan jelas tau, karena dia sering di ajak Ibu Wina ke acara penjamuan makan malam bersama mereka.
"Selamat pagi Awan" Ucap pak Vico lebih dulu
"Selamat pagi pak Vico, Pak Danesh, Pak Rizky, Pak Cahyo,, apa kabar?" ucap Dermawan menyalami satu persatu tamunya
"Alhamdulillah kami baik,,, " jawab mereka
__ADS_1
"Kamu sudah besar yah sekarang? dulu kita bertemu pertama kali kamu masih remaja" ucap pak Cahyo dan Dermawan tersenyum
"Dia siapa? kekasihmu wan?" tanya pak Vico
"Ini Rissa, istri saya pak" jawab Dermawan
"Wahh, ternyata kamu sudah menikah wan? kami tidak di undang?" tanya pak Danesh
"Hehe kami memang baru akad nikah saja pak, belum mengadakan resepsi karena saat itu kan Ibu baru meninggal, dan tak lama papa awan juga menyusul. Emm kalau boleh tau, ada apa ya bapak bapak semua kemari?" tanya Awan, Pemuda itu sudah menebak, pasti mereka menawarkan kerjasama kepadanya
"Begini awan,, kami semua adalah investor di rumah sakit ibu mu sejak lama, dan semenjak ibumu meninggal, kami sudah menarik semua dana investasi kami. Karena kami tidak percaya jika bukan ibumu yang memimpin rumah sakit. Dan kami dengar, kamu membuka rumah sakit baru, benar kan?" ucap pak Vico
"Iya benar, darimana bapak tau?" tanya Dermawan
"Beberapa waktu lalu saya melihat kamu meninjau lapangan, dan anak saya Witri melamar sebagai perawat di rumah sakit mu, dari situ bapak tau jika itu rumah sakit kamu" jawab pak Cahyo
"Pada Intinya, kami ingin menawarkan kerjasama dengan mu, kami percaya, jika kamu yang memimpin, rumah sakit itu akan maju,," ucap pak Rizky
"Iya betul, Kamu mewarisi darah Ibumu dan kakekmu, kami yakin, kamu bisa menjadi pemimpin yang bisa di andalkan" ucap pak Danesh
Dermawan dan Rissa terdiam, keputusan ini tentu tidak bisa langsung di putuskan. Dermawan harus benar benar memperhitungkan semuanya sebelum mengambil keputusan.
"Terima kasih karena bapak bapak semua masih mengingat Ibu dan kakek saya. Tapu untuk keputusan kerjasama, tentu saya tidak bisa langsung memutuskan pak, saya akan pikirkan lebih dulu, terlebih saya kembali merintis dari 0, jadi saya belum bisa memutuskan sekarang" jawab Dermawan
"Tidak masalah, kami akan menunggu, tapi kalau bisa jangan lama lama ya,," ucap pak Vico
"Baik pak. Mari silahkan sambil di minum" jawab Dermawan
.
.
.
.
__ADS_1
.
Udah terima ajaaaaa wan 😑