Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Kecewa


__ADS_3

Jika di rumah Dermawan, sedang memadu kasih, berbeda di rumah Ibu Rita. Pagi itu terlihat sudah banyak orang yang hilir mudik mempersiapkan acara akad nikah pak Adi dan Ibu Rita. Pernikahan itu akan di gelar tertutup dan hanya akan di hadiri beberapa orang saja yang dipilih.


Ibu Rita, Pak Adi dan Utomo sudah bersiap siap. Namun pak Adi terlihat gelisah, ntah apa yang membuat hatinya begitu berat dan gelisah.


Setelah semuanya siap dan berkumpul di ruang tamu, akad nikah pun akan segera di mulai. Meski bukan pengantin muda tapi pak Adi masih terlihat gagah.


"Apa Awan benar benar tidak akan datang?" pak Adi membatin


Sejak tadi pak Adi melihat ke arah pintu masuk, tapi tidak ada tanda tanda putranya datang. Kemudian Penghulu menjabat tangan pak Adi dan mereka melakukan ijab qobul pernikahan.


Ibu Rita tersenyum, satu selangkah untuk mendapatkan rumah sakit sudah di lewati, tinggal langkah kedua, membalikkan atas namanya dan setelah itu Ibu Rita akan menyingkirkan Pak Adi. Selesai ijab Qobul, pak Adi menandatangi berkas dan buku pernikahan. Tanpa pak Adi sadari yang dia tanda tangani adalah berkas pengalihan kepemilikan rumah sakit dari pak Adikarsa kepada Ibu Rita Suketi.


"Terima kasih mas" ucap Rita setelah semua proses selesai begitu cepat.


Harusnya setelah menikah, pak Adi bahagia, tapi pria paruh baya itu tidak terlihat seperti itu. Dia selalu teringat kata kata Rissa yang menyuruhnya untuk introspeksi diri. Dan dia merenungkan itu setiap malam.


Di rumah Dermawan,,


Dermawan terbangun saat mendengar ponselnya bergetar di atas meja. Dia mengambil ponselnya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Dermawan melirik Rissa dan gadis yang sudah tidak perawan lagi itu masih tertidur pulas karena kelelahan meladeninya. Dermawan tersenyum simpul, lalu membuka pesan masuk dari papanya

__ADS_1


^^^📩 Papa^^^


^^^Papa sudah menikah dengan mama Rita, wan. Karena kamu tidak datang di pernikahan papa, maka jangan lagi kamu memakai nama belakang Adikarsa Utama! papa kecewa padamu!^^^


Mendapat pesan itu, Dermawan merasa miris. Mungkin selama ibunya hidup, papanya tidak pernah memperlakukannya dengan baik, bahkan sampai akhir hidup ibu Wina. Dulu Awan sangat jarang berkomunikasi dengan pak Adi karena Awan di Asuh oleh kakek dan neneknya,. Jadi dia tidak tau bagaimana kelakuan papanya, sedangkan Ibunya tidak pernah sekalipun menceritakan kejelekan kepadanya. Dermawan merasa sedih, karena tidak tau apakah dulu ibunya pernah merasa bahagia atau hanya terluka setiap harinya.


Padahal pesan itu dikirimkan Rita kepada Awan dengan menggunakan ponsel Pak Adi


"Mass kenapa?" tanya Rissa saat melihat Dermawan hanya diam menatap ponselnya, wajahnya terlihat murung.


"Papa bilang, mas tidak boleh lagi memakai nama belakang papa, dan papa bilang, dia kecewa pada mas karena tidak datang di hari pernikahannya" jawab Dermawan


Tok Tok Tok


Rissa dan Dermawan melepas pelukannya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.


"Kamu tunggu disini yah, mas yang buka pintu" ucap Dermawan lalu turun memakai celana dan kaosnya, setelah itu ia menuju pintu dan membukanya, sedangkan Rissa, masuk ke dalam selimut sambil memakai pakaian nya.


Ceklek

__ADS_1


Dermawan melihat bik Atik berdiri di depan pintu


"Ada apa bik?" tanya Dermawan


"Maaf den mengganggu, tapi papa Aden masuk rumah sakit, tuan kena serangan jantung!" Jawab bibik


Deg!


.


.


.


.


.


Pasti itu gara gara mak lampir 😪

__ADS_1


__ADS_2