Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Pewaris Tunggal


__ADS_3

Tadi setelah sempat beradu mulut dengan papanya, Dermawan jadi curiga, kenapa papanya tidak pernah lama saat menjenguk ibunya. Apa selama ibu nya sakit papanya selalu bersikap seperti itu? pemuda itu akan mencari tau sendiri jawabannya.


Dermawan saat ini sudah berada di area kampus. Pemuda itu sedang duduk di bangku taman, dan menunggu Rissa datang . Tapi gadis itu tak kunjung datang, padahal biasanya jam 7 gadis itu sudah menjajakan dagangannya.


Saat sedang melihat ke arah gerbang, Dermawan Muda melihat Rissa yang berjalan tampak murung dan tidak membawa plastik berisi bubur seperti biasanya. Cepat cepat Dermawan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Rissa


"Rissa" panggil Dermawan


"Mas Awan?"


"Kamu gak jualan hari ini? padahal aku sudah menunggu mu sejak tadi. Aku lapar" ucap Dermawan


"Maaf mas, hari ini aku gak jualan" jawab Rissa


"Kenapa? bukannya kemarin sudah belanja?" tanya Dermawan


Rissa terlihat menghela nafas berat


"Aku di usir dari kontrakan mas, aku kan masih nunggak sebulan, tapi ibu kontrakan gak mau sabar nunggu aku bayar akhir bulan. Terus semua bahan bahan kemarin di ambil semua sama dia" jawab Rissa


"Astagfirullah! jadi semalam kamu tidur dimana?" tanya Dermawan dengan perasaan khawatir


"Di musholah, barang barang ku juga disana sekarang. Nanti aku mau nebeng di kosan temen kalau boleh" ucap Rissa


"Mungkin ini jawaban dari tawaran aku kemarin Riss. Daripada kamu lontang lantung gak jelas, aku cariin kontrakan saja yang layak untuk di tinggalin" ucap Dermawan


"Tapi mas,, kita baru kenal, aku gak mau ngerepotin kamu" jawab Rissa


"Aku gak merasa direpotkan, pokoknya nanti, kita cari kontrakan yang bagus, bila pelu ngontrak rumah biar kamu bisa lebih nyaman tinggalnya" jawab Dermawan


"Jangan mas, nanti hutangku banyak,, yang kecil aja, yang agak murah ya" jawab Rissa


"Nanti kita lihat saja" jawab Dermawan dan Rissa mengangguk.


Setelah itu Dermawan mengajak Rissa untuk ke kantin sarapan, pasti gadis itu belum makan sama seperti dia. Di kantin Rissa dan Dermawan banyak bercerita satu sama lain. Rissa baru tau ternyata Dermawan kuliah di kelas mana, jurusan apa, dan sebagainya. Saat sedang berbincang bersama sambil makan, datanglah Nella and the geng menghampiri Rissa

__ADS_1


"Awan,,," ucap Nella yang langsung nyelonong duduk di samping Rissa dan berhadapan dengan Dermawan


"Kamu siapa?!" tanya Dermawan


Nella di beri perintah oleh papanya, dia harus bisa mendapatkan hati pemuda bernama Dermawan, anak seorang konglomerat di kota mereka. Dermawan adalah calon pewaris tunggal dari kekayaan keluarganya. Papa Nella cukup tau siapa orang tua Dermawan.


"Ah,, iya kita belum kenalan ya,, namaku Nella Valicia, anak pemilik kampus ini. " ucap Nella dengan tersenyum manis dan mengulurkan tangannya


"Oh" jawab Dermawan singkat


Nella merasa sedikit kesal karena Dermawan mengacuhkannya, sedang Rissa terlihat sedang menahan senyum


"Mas,, aku duluan ya, udah mau masuk kelas" ucap Rissa kemudian memakai tasnya


"Aku juga sudah makannya" jawab Dermawan


"Tapi aku,,,?" ucap Nella


"Kalau kamu mau makan ya tinggal pesen Nel, itu makanan masih banyak, tinggal pilih!" ucap Rissa lalu pergi bersama Dermawan


"Itu Rissa pake pelet apa ya? kok dia di tempelin muluk sama cowok ganteng?!" cetus teman Nella


"Huh! masih kalah cantik sama aku!" sungut Nella


Kemudian Nella pergi dan diikuti teman temannya


...........


Hari sudah beranjak siang,,,


Dermawan dan Rissa sedang mencari cari kontrakan baru yang akan di tempati Rissa nanti. Sejak tadi Rissa selalu menolak, karena kontrakan yang Dermawan pilih semuanya mahal mahal. Gadis itu pusing, dan tidak ingin Dermawan mengeluarkan banyak uang, sedang dia sendiri butuh uang untuk pengobatan ibunya. Sudah beberapa kontrakan yang mereka temui tidak ada yang cocok menurut Rissa.


Sampailah mereka di sebuah rumah di kontrakan, lalu Dermawan menghentikan laju sepedanya dan mengajak Rissa untuk melihat rumah itu. Kemudian Seorang tetangga datang menghampiri mereka


"Mau cari kontrakan ya?" tanyanya

__ADS_1


"Iya bu, kami mau cari rumah kontrakan" jawab Dermawan


"Ohh iya ini rumahnya di kontrakan, yang punya rumah jarang banget kesini, jadi di kontrakan. kalau mau tanya tanya bisa hubungi nomer itu. Pengantin baru ya?" tanya ibu itu


Dermawan dan Rissa sama sama kaget saat di tanya seperti itu


"Apa ibu tau sewanya berapa?" tanya Dermawan


"Kurang paham, coba aja di telfon nomer itu" ucap Ibu


Lalu Dermawan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomer yang tertera, seperti tidak asing dengan susunan nomer ponsel yang dia akan hubungi, dan Dermawan kaget saat nomer yang dia telfon adalah nomer milik Ibunya, tapi di Banner itu tertulis bukan nama ibu Wina.


Kok nomer Ibu? apa ini rumah ibu yang lain?. Dermawan membatin.


"Mas yakin mau ngontrak rumah ini? pasti mahal mas" ucap Rissa


"Kita tanya dulu yah, berapa sewanya setahun" ucap Dermawan.


Sambungan telfon terhubung, dan Dermawan mendengarkan suara Ibu Wina yang mengangkat telfonnya.


"Halo sayang,, ada apa?"


Dermawan terdiam saat mendengar ibu nya bicara.


.


.


.


.


.


Ayooo komen yang banyaaaakkk 😌

__ADS_1


__ADS_2