
Dermawan mencoba melupakan masalahnya dengan Rissa sebentar karena ada hal penting lain juga yang harus dia segera selesaikan, bukan berarti Rissa tidak penting, keduanya sama sama penting tapi pemuda itu harus memilih menyelesaikan salah satu terlebih dulu.
Dermawan masuk kedalam rumah dengan tergesa gesa. Lalu pemuda itu menemui pelayan di rumah untuk bertanya apa pak Adi, Ibu Rita dan Utomo ada di rumah. Mereka menjawab belum pulang. Lalu Dermawan memerintahkan pelayan di rumahnya untuk mengawasi ketiganya, sedang dirinya masuk kedalam kamar papanya untuk mengambil kamera tersembunyi.
Saat akan keluar, Utomo baru saja kembali dari luar dengan membawa barang barang belanjaannya. Sudah seperti tuan muda saja, dia menyuruh pelayan di rumah itu untuk membawakan barang barangnya ke kamar
"Eh kamu, bawakan ini ya. Awas, hati hati! ini semua barang mahal!" ucap Utomo kepada pelayan
"Kamu,, buatkan aku minum Es jeruk peras yang enak dan bawa ke kamarku!" ucap Utomo lagi
Semua tidak ada yang menolak karena sudah di instruksi sebelumnya oleh Dermawan. Lalu Dengan gaya arogannya Utomo berjalan menuju ke kamar tamu.
Dermawan keluar dari kamar orang tuanya, lalu pemuda itu berlari ke atas menuju ke kamarnya. Dengan cepat Dermawan membuka laptop dan menyalin video yang terekam di sana. Sambil menunggu, Dermawan mengambil ponsel Ibu Wina dan akan memeriksa isi didalamnya
"Sandinya apa ya?" sejenak Dermawan berfikir, lalu mencoba menerka nerka. Dia mencoba menggunakan tanggal lahir sang ibu, tapi gagal. Kemudian di coba lagi tanggal pernikahan nya dengan pak Adi, juga gagal. Lalu Dermawan mencoba dengan tanggal lahirnya, dan ternyata ponsel itu langsung terbuka kuncinya.
"Ya ampunn ibu, ternyata ibu pake tanggal lahir Awan" ucap Dermawan
Lalu Dermawan memeriksa ponsel ibunya, dia menganga kaget saat melihat galeri ponsel ibunya terdapat banyak foto pak Adi tengah bersama Rita dan ada juga bersama Utomo, mereka terlihat sangat intiim sekali.
"Jadi benar, papa selingkuh dengan tante Rita?"
Kemudian Dermawan memeriksa isi pesan yang ada di ponsel itu. Disana ada jejak pesan yang di kirimkan oleh tante Rita . Wanita paruh baya itu mengirimkan pesan pesan yang menyakitkan kepada Ibu Wina. Awan menebak pasti karena hal itu ibunya kepikiran dan akhirnya jatuh sakit.
"Mereka benar benar keterlaluan! Apa benar selama ini papa gak pernah cinta sama Ibu? Jika memang begitu, kenapa mereka menikah selama bertahun tahun? kenapa mereka tidak langsung berpisah?!" Dermawan berfikir keras, apa sebenarnya yang terjadi antara Ibunya dan papanya.
Dermawan baru ingat, jika Ibunya menyuruh dia untuk menghubungi pak Frans, lalu Dermawan segera mencari nomer telfon pak Frans dan langsung menelponnya. Tak lama berselang, telfon tersambung
"Halo pak, saya Dermawan Putranya Ibu Wina" ucap Dermawan
__ADS_1
"Hallo,, iya Awan, saya turut berduka ya Wan"
"Iya pak, terima kasih"
"Pak, Ibu saya berpesan, agar saya menemui bapak setelah kepergiannya" ucap Dermawan
"Ya, saya kuasa hukum kepercayaan ibu kamu, banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu. Kalau bisa, malam ini kamu ke kantor saya, nanti saya kirimkan alamatnya. Takutnya besok sudah terlambat karena papa kamu sudah membuat janji bertemu. Saya ingin menghubungi kamu sebenarnya tapi, saya belum mendapat nomer telfon kamu, sedang saya saat ini masih berada di perjalanan dari luar kota"
"Baik pak, malam ini saya akan ke sana. Bapak kirimkan saja alamat kantor bapak" jawab Dermawan.
...
Waktu menjelang malam, pak Adi dan Ibu Rita baru saja sampai di rumah. Saat keduanya masuk kedalam, pak Adi langsung bertanya apa Awan pulang atau tidak kepada pelayan sedangkan Ibu Rita langsung ke belakang.
"Apa Awan pulang?" tanya pak Adi
"Den Awan ada di kamarnya tuan"
Belum sampai pelayan naik ke atas, Dermawan sudah turun lebih dulu. Pemuda itu berpakaian santai seperti biasanya di rumah,
"Ayo kita makan malam bersama, ada hal penting yang ingin papa bicarakan" ucap pak Adi
Awan tidak menjawab, pemuda itu langsung saja berjalan menuju ke meja makan. Disana sudah ada Ibu Rita dan Utomo yang sudah lebih dulu berada disana.
Dermawan duduk tapi dengan memasang wajah tak ramah. Dia ingin melihat drama apa lagi yang mereka akan tampilkan.
"Kita makan dulu" ucap pak Adi.
Dermawan tidak memiliki selera makan malam itu, apalagi satu meja dengan ibu Rita dan Utomo membuat pemuda itu muak melihat kelakuan mereka yang tidak tau malu.
__ADS_1
"Awan makan" ucap pak Adi saat melihat Dermawan hanya diam saja dengan memasang wajah masam
"Aku tidak berselera! langsung saja, papa mau bicara apa?!" tanya Awan sedikit meninggi
"Bisa gak bicaranya nanti saja mas setelah kita makan?" Tanya Ibu Rita
"Kalian makan saja, aku lebih baik pergi" ucap Awan lalu berdiri
"Awan tunggu!" ucap pak Adi
"Kalau papa ingin aku duduk, maka cepat katakan. Apa yang ingin papa bicarakan" jawab Awan
"Baik, duduklah" ucap pak Adi
Lalu Dermawan duduk lagi dan memasang indra pendengarannya dengan tajam.
"Jumat nanti, papa dan tante Rita akan menikah"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Akuh baru pulang mudik jadi agak oleng 🥴