
Dermawan berlarian menuju ke Ruang IGD dengan perasaan campur aduk. Padahal tadi pagi dia dan Rissa masih tertawa bersama sang Ibu, tapi belum lama mereka pergi, suster Ana mengabarkan kondisi Ibu Ana sedang kritis.
Sampai di depan IGD, Awan melihat pak Adi duduk sendiri disana dan juga sedang menatapnya.
Ada perasaan marah, saat melihat pria paruh baya itu.
"Jangan bilang Ibu kritis karena papa!" ucap Dermawan
"Jaga ucapanmu wan! papa tidak melakukan apapun!" sarkas Pak Adi, Saat Ibu Wina di pindahkan ke ruang IGD, pak Adi sudah menyimpan semua foto foto yang di tunjukkan Ibu Wina, dan dia akan menghilangkan foto foto itu agar Dermawan tidak pernah tau.
Saat sedang bersitegang, pintu IGD terbuka dan dokter keluar dari sana
"Dokter! bagaimana kondisi ibu saya?" tanya Dermawan
Dokter menghela nafas berat,
"Ibu Wina ingin bertemu kamu wan" ucap Dokter Zita
"Ya,," jawab Dermawan tapi pak Adi langsung berdiri
"Tidak! hanya aku yang boleh menemui Wina!" ucap pak Adi
"Ibu ingin bertemu dengan ku! bukan papa!" sarkas Dermawan
__ADS_1
"Tidak boleh! kamu tunggu disini!" ucap pak Adi ingin masuk. Pria itu tidak akan membiarkan Wina membocorkan semuanya.
"Tapi pak, Ibu Wina hanya ingin bertemu dengan anaknya" ucap Dokter
"Aku suaminya , dan hanya aku yang boleh menemuinya" jawab pak Adi
"Kita tidak ada waktu banyak untuk berdebat!" ucap dokter dengan tegas
Dermawan ingin masuk tapi pak Adi menariknya. kemudian Dermawan berbalik dan mendorong papanya
Bruukkkk
pria paruh baya itu sampai terjatuh ke lantai karena dorongan putranya sedikit keras.
"Dokter jaga dia! jangan biarkan dia masuk!" sarkas Dermawan lalu masuk kedalam ruang IGD
Dermawan berjalan cepat untuk menemui ibunya.
"Ibuuuu" ucap Dermawan saat melihat ibu Wina terbaring dengan bantuan berbagai alat melekat di tubuhnya.
"A,,wa,,n,," ucap Ibu Wina dengan lemah
"Ibu,, apa yang sebenarnya terjadi? tadi ibu baik baik saja,, kenapa sekarang jadi begini,,?" tanya Awan dengan mata berkaca kaca. Dia tidak tega melihat ibunya menderita seperti ini
__ADS_1
"W,,an,, wak,,tu ibu,, ga akan,, lama lagi,, say,,ang,,"
"Ibu jangan katakan itu!" ucap Dermawan dengan sudah menangis didepan ibunya
"Ma,,af,,kan Ibu,,," ucap Ibu Wina
"Ibu gak pernah salah,, Awan yakin ibu bisa melewati ini semua" ucap Dermawan
Ibu Wina tersenyum lemah,
"Se,,telah,, ibu,, tiada,, ka,,mu te,,mui Pak Fra,,ns ya,, wan,,," ucap Ibu Wina lalu menyentuh wajah putranya
Dermawan mengangguk, air matanya sudah tidak terbendung lagi
"Ibu,, doa..kan,, kamu,, sem,,oga kamu suk,,ses dan sel,,alu,, ba,,hagia. Ing,,at pe,,san Ib,,u. Ja,,dilah pri,,badi ya,,ng ba,,ik,, dan se,,lalu ren,,dah ha,,ti. Ibu,, pam,,it Sa,,yang,, Asyhadu,,,an ,,,laa,,, ilaaha ,,,,illallaahu,,,,"
"Ibuuuuuuuuuuuu"
Dunia seakan runtuh saat orang yang paling di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya.
Ibu Wina di bawa pulang ke kota kelahirannya setelah dinyatakan meninggal dunia. Keinginan ibu Wina di makamkan di dekat kedua orang tuanya.
Dermawan dan pak Adi mengantarkan ibu Wina ke peristirahatan terakhirnya. Bukan itu saja, Ibu Rita dan Utomo juga hadir di pemakaman ibu Wina
__ADS_1
"Akhir nya wanita itu matii juga!"
............