Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Terpesona


__ADS_3

Tidak ingin melakukan hal yang lebih jauh lagi sebelum menikah, Dermawan dan Rissa segera keluar dari kamar, saat baru sampai di depan pintu kamar, Pak Frans datang bersama Rivai.


"Kalian duduklah" ucap Rivai kepada Dermawan dan adiknya


Dermawan dan Rissa langsung duduk di kursi bersama dengan pak Frans dan Rivai.


Rivai melihat adiknya yang menunduk dengan luka yang sudah di obati.


"Kakak minta maaf padamu Ris" ucap Rivai


Rissa mengangkat kepalanya dan menatap kakaknya


"Kakak minta maaf karena sudah kasar terhadapmu, sungguh kakak menyesal melakukan itu dan itu semua di luar kendali kakak. Kakak terbawa emosi karena sangat terkejut mendengar kamu ingin nikah. Kakak pikir kamu hamil dan kuliah gak bener" ucap Rivai dengan wajah menyesal


"Rissa sudah memaafkan kakak" jawab Rissa


"Terima kasih Riss, kakak janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rivai dan Rissa mengangguk


Kemudian Rivai menatap Dermawan yang saat itu juga sedang menatapnya. Rivai memasati pemuda yang terlihat kalem dan juga sederhana itu, batinnya bertanya tanya, apa benar pemuda itu anak orang kaya dan bisa membahagiakan adiknya?


"Apa kamu benar benar serius ingin menikahi adikku?" tanya Rivai kepada Dermawan


"Iya, saya serius. Jika tidak serius, untuk apa saya datang kemari jauh jauh menemui anda sebagai wali Rissa?" jawab Dermawan


"Kalau memang kalian berdua sudah saling cinta dan siap untuk membangun rumah tangga,,, kakak akan restui,,," ucap Rivai sebenarnya masih berat melepas adiknya untuk menikah. Tapi, dia sadar jika selama ini Rissa sudah cukup menderita dan dia tidak bisa membantu Rissa disaat gadis itu merantau jauh ke kota. Mungkin saat nanti Rissa menikah dengan Dermawan, adiknya itu akan mendapatkan kebahagiaannya dan tidak menderita lagi hidupnya.


"Apa kakak serius?" tanya Rissa kaget dan merasa heran karena Rivai berubah secepat itu.


"Iya kakak serius merestui kalian. Tapi satu hal yang kakak minta padamu Dermawan,," ucap Rivai


"Apa kak?" tanya Dermawan


"Tolong jaga dan cintai Rissa segenap hati kamu. Bahagiakan dia, karena dia sudah cukup menderita selama ini. Jangan sakiti dia" ucap Rivai

__ADS_1


"Baik kak, Insyaa Allah saya akan sanggupi" jawab Dermawan


"Oke, aku pegang kata katamu!" ucap Rivai


"Terima kasih kak" ucap Rissa dan Rivai mengangguk


"Jadi kapan kalian akan menikah? apa akan membuat pesta disini?" tanya Rivai


"Kalau bisa besok kak,,," jawab Dermawan


"Besok?!" Rivai terkejut lagi


"Iya, karena kami ada urusan lain jadi hanya ada waktu besok." jawab Dermawan


"Jadi hanya akad nikah saja?" tanya Rivai


"Iya kak, Nikah di kantor KUA juga tidak apa apa" sahut Rissa


"Untuk resepsinya nanti kemungkinan akan di adakan di kota saja kak, karena ini waktunya sangat mepet dan kami pun hanya izin 1 hari besok tidak masuk kuliah. Jadi, besok kami hanya akan akad nikah dulu di sini" ucap Dermawan menjawab kerisauan kakak Rissa


"Oohh begitu,, baiklah, besok kita ke KUA saja kalau begitu. Nanti kakak telfon pak Hanan untuk mengabarkan jika besok kita akan kesana. Syarat syarat kelengkapan buku nikah sudah di siapkan?" tanya Rivai


"Sudah semua kak" jawab Dermawan


"Ya sudah kalau begitu"


Malam itu, Rissa, Dermawan, Pak Frans dan pak Samsul menginap di rumah keluarga Rissa bukan di rumah kakaknya. Meski hanya seadanya, tapi Rissa juga sangat sibuk menyiapkan makanan untuk mereka. Padahal Dermawan sudah mengatakan tidak perlu terlalu repot repot tapi Rissa tetap repot memasak ini dan itu untuk tamu di rumahnya.


Sampai malam itu, Rissa tidur didalam kamar sedangkan yang lain tidur di ruang tamu dengan menggelar ambal.


Hingga pagi datang, Rissa sudah berpakaian menggunakan kebaya berwarna coklat muda dan juga berias sederhana tapi tetap terlihat cantik. Kebaya itu kebaya lama Rissa, kebaya yang dia pakai saat acara perpisahan sekolah dan masih muat dibadannya. Sementara itu, Dermawan juga sudah rapi dengan stelan jas berwarna hitam, pagi ini mereka akan pergi ke KUA untuk melaksanakan akad nikah. Setelah selesai bersiap, Rissa keluar dari kamarnya,,


Dermawan terpesona saat melihat betapa cantik calon istrinya. Bahkan pemuda itu seperti enggan berkedip

__ADS_1


"Maasyaa Allah cantiknya,,," Dermawan membatin


Sedang yang di tatap tersipu malu malu, Rissa bisa melihat sebegitu terpesonanya Dermawan terhadap dirinya.


"Cuma mau di tatap saja? atau mau di nikahi?" ucap pak Frans menggoda Dermawan


Semua orang terkekeh saat Dermawan tersadar dari lamunannya.


"Jadi dinikahi dong pak, sudah melangkah sejauh ini, masak gak jadi. Siapa coba yang gak terpesona melihat calon istrinya secantik ini?" jawab Dermawan dan semua orang terkekeh lagi, begitu juga dengan Rissa


"Sudah sudah, ayo kita pergi sekarang, keburu siang" ucap Pak Frans


Kemudian mereka semua bergerak ke kantor urusan Agama untuk melangsungkan akad nikah pagi itu. Tidak hanya mereka tapi juga Rivai dan keluarganya ikut pergi kesana.


Sementara itu di kota,,,


Pak Adi tersenyum senang karena pengalihan kepemilikan rumah sakit kini sudah menjadi atas namanya. Dengan begini, dia masih mendapatkan harta mendiang istrinya. Meski tidak sebanyak Dermawan, tapi pak Adi bisa mengelola rumah sakit dan membesarkannya. Berita itu lantas terdengar di telinga Ibu Rita dan Utomo. Mereka juga ikut senang, karena dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengambil alih rumah sakit setelah Ibu Rita menikah nanti dengan pak Adi. Tinggal menghitung hari mereka akan melangsungkan acara nikahan di rumah Ibu Rita.


.


.


.


.


Siapin kadonya buat Opa dan Oma ya😅


Mawar berduri atau secangkir kopi juga boleh 🤩


Hanya Referensi kebaya yang di pake Oma Rissa sampai Opa Awan terpesona 🥰


__ADS_1


__ADS_2