Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Awas Jatuh Cinta


__ADS_3

Dermawan sudah sampai di rumah ibunya yang akan di tempati Rissa. Sampai disana, pemuda itu melihat Rissa sudah menunggu dengan membawa barang barangnya. Kemudian Dermawan menyapa Rissa dan gadis itu terlihat senang karena akhirnya Dermawan datang.


"Maaf membuatmu menunggu lama" ucap Dermawan


"Gak papa mas,," jawab Rissa


Lalu Dermawan membuka kunci pintu rumah itu dan setelah itu masuk kedalam bersama Rissa. Ternyata didalam rumah itu sudah ada perabotan dan furniture lengkap.


"Mas? yang punya kontrakan apa gak rugi mas, ngontrakin rumah ini cuma 5juta? ini rumah lengkap banget loh mas" ucap Rissa sambil melihat lihat isi di dalam rumah itu


"Iyaa beneran,, buktinya ini mas di kasih kuncinya" jawab Dermawan


"Iya juga ya,,," Ucap Rissa tanpa rasa curiga.


"Ayo kita bersihkan sekarang, jadi nanti kamu bisa istirahat" ucap Dermawan dan Rissa mengangguk setuju.


Kemudian Rissa dan Dermawan membagi lokasi untuk di bersihkan, dan sesekali Rissa tampak memperhatikan pemuda baik yang terus memberinya perhatian. Ntah kenapa hatinya selalu deg deg an saat berdekatan dengannya terus terusan.


Mungkin aku sudah mulai gila!. Rissa membatin kemudian tersenyum sendiri.


Hampir satu jam mereka berdua membersihkan rumah itu, kini rumah itu terlihat lebih bersih , rapi dan siap untuk di tempati. Lalu Dermawan membawakan barang barang Rissa masuk kedalam rumah.


"Ini taruh di mana Ris?" tanya Dermawan


"Di kamar tengah aja mas,,, nanti biar aku susun sendiri barang barangnya" jawab Rissa yang saat itu berada di dapur sedang membuatkan minuman dingin dan mie goreng untuk mereka. Sebelumnya tadi Rissa sudah belanja di warung ibu Nani


"Ayo mas kita makan dulu,, pasti laper kan?" ucap Rissa setelah menyiapkan dua porsi mie goreng dengan 1 teko es teh manis.


Dermawan keluar dari kamar dan menghampiri Rissa di meja makan


"Wahh ada mie goreng!" ucap Dermawan kegirangan


"Mas suka Mie goreng?" tanya Rissa


"Iya" Jawab Dermawan lalu duduk dan siap menyantap Mie goreng kesukaannya. Rissa tersenyum saat melihat Dermawan begitu lahapnya saat makan


"Enak mie goreng kamu Riss" ucap Dermawan


Rissa terkekeh


"Itu enak karena sudah ada bumbunya dari sana mas! ada ada aja deh" jawab Rissa


Dermawan terkekeh, ingin menggombal ternyata garing juga. Selesai makan, Rissa membereskan meja makan lalu mencuci piring mereka. Sementara Dermawan sedang memeriksa saluran air di belakang rumah.

__ADS_1


Setelah selesai beres beres dapur, Rissa ke kamar untuk membereskan barang barangnya di dalam kamar, tak lama Dermawan masuk dan melihat Rissa sedang beres beres


"Belum selesai?" tanya Dermawan


"Sedikit lagi mas,, gimana tadi saluran airnya?"tanya Rissa


"Sudah beres, mas sudah sambungin juga ke mesin cuci. Mesinnya masih berfungsi dengan baik " jawab Dermawan lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil melihat Rissa yang mondar mandir menyusun barang barangnya


"Alhamdulillah ya mas, rejeki banget dapet rumah ini. Sudah murah sewanya, terus semua lengkap perabotan nya. Oh iya mas, nanti mas bilang ya sama yamg punya rumah, Rissa minjem alat alat masaknya untuk sementara. Nanti kalau Rissa sudah punya uang, Rissa beli alat masak sendiri. Jadi mulai besok Rissa pengen mulai jualan lagi" ucap Rissa


Tapi tidak ada jawaban apapun dari Dermawan. Lalu Rissa menoleh ke belakang dan melihat Dermawan sudah tidur dengan memeluk guling diatas kasur. Untung saja kasur itu sudah di bersihkan oleh Rissa sebelumnya.


Gadis itu tersenyum saat melihat Dermawan saat tidur


"Tidur aja tetep ganteng kamu mas mas," kekeh Rissa.


Kemudian Rissa kembali melanjutkan kegiatannya sampai selesai.


Terlihat kamar sudah rapi, ruang tamu, ruang tengah, dapur, halaman belakang, samping dan depan, pantas saja Dermawan langsung tidur, pasti pemuda itu lelah setelah membantu Rissa bersih bersih rumah.


Kemudian Rissa duduk di tepian tempat tidur dan menatap Dermawan yang sedang tidur terlihat begitu tenang. Diam diam Rissa memasati setiap pahatan wajah pemuda itu yang nyaris sempurna.


"Ya Allah,, ada yahh orang sebaik ini? padahal dia juga butuh uang untuk ibunya, tapi dia masih tetep bantuin aku. Lancarkan rejekinya dan bahagiakan dia Ya Allah" Rissa membatin


Rissa gelagepan saat tiba tiba Dermawan membuka mata dan menatapnya.


"Lihat apa?" tanya Dermawan dengan tersenyum


Rissa terlihat salah tingkah, gadis itu ingin buru buru kabur tapi Dermawan menarik tangannya hingga dia kembali duduk di tempatnya.


"Mas?!" ucapnya dengan kaget


"Sudah diam diam menatap ku, terus mau kabur gitu aja?!" ucap Dermawan tanpa mau melepaskan tangan Rissa


Rissa mengigit bibir bawahnya sendiri, dia merutuki kebodohannya karena terlalu lama menatap pemuda itu. Sekarang dia tidak memiliki alasan apapun untuk menjawab, otaknya sudah buntu.


"Em,, anu mas,, itu,, apa,, emm,, " Rissa sedang berfikir keras mencari alasan yang masuk akal untuk di katakan


"Anu apa? anu anu?" kekeh Dermawan, senang sekali dia melihat Rissa salah tingkah


"Udah jam 3 mas, mas gak ke rumah sakit?" tanya Rissa, gadis itu melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 3 .


"Hanya itu?" tanya Dermawan memasang wajah curiga

__ADS_1


"I,,iya,," Jawab Rissa tergagap


"Bukan melihat wajahku yang tampan ini?" tanya Dermawan


Rissa membulat, bagaimana bisa Mas awan tau apa yang aku pikirkan?, apa dia bisa baca pikiran?. Rissa membatin


"Bener kan?" tanya Dermawan lagi


"Dihhh! GR nyaaaaaaa kamu mass! udah narsis ketinggian!" kilah Rissa dengan membuang wajahnya ke samping


"Akui saja Rissa,, kan memang aku tampan!" kekeh Dermawan kemudian turun dari tempat tidur


"Astagfirullah masss! narsis banget kamu mas!" cetus Rissa


"Awasss nanti jatuh cintaa!" sambung nya lagi lalu keluar dari kamar


"Ck! pede sekali dia!" ucap Rissa lalu menyusul awan keluar.


Kemudian Dermawan pamit kepada Rissa, pemuda itu akan ke rumah sakit menemani ibunya.


"Besok pagi, Rissa buatkan bubur ya untuk ibu mas Awan" ucap Rissa


"Boleh, jam berapa? nanti mas jemput kamu" ucap Dermawan


"Jam 6 boleh, jadi masih ada waktu banyak buat ngobrol sama ibu sebelum kuliah" jawab Rissa


"Oke, besok mas jemput naik sepeda ya" ucap Dermawan dan Rissa mengangguk dengan tersenyum


"Iya"


Kemudian Dermawan pamit dan meninggalkan Rissa sendirian di kontrakan.


"Hati hati mas,," ucap Rissa lirih saat mengantarkan Dermawan pergi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Gaess, menjelang lebaran, updatenya slow dulu yahhh😌


__ADS_2