Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Tidak Sebanding


__ADS_3

Hari Berikutnya,,


Dermawan kembali menjalani hari harinya seperti biasa bersama Rissa. Mereka tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan dan ingin kembali melanjutkan kehidupan mereka.


Dermawan juga sudah mencoba mengikhlaskan rumah sakit keluarganya yang di rampas oleh ibu tirinya. Dan hari hari belakangan ini dia sedang di sibukkan dengan pembangunan rumah sakit barunya yang sudah memasuki proses pembangunan, sambil dia terus belajar untuk menyelesaikan studinya. Tentu Rissa selalu setia mendampingi suaminya dan hubungan mereka terasa semakin lengket saja.


Karena tidak memiliki kantor, Dermawan merombak kamar kedua orang tuanya menjadi ruang kerjanya, disana dia dan Rissa banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, belajar dan berciinta. Seperti saat ini, Dermawan sedang sibuk di depan laptopnya, karena banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Ceklek


"Masss awannn,," Rissa masuk dengan membawa cookies keju yang baru saja dia buat di dapur tadi


"Iya sayang,,,? kamu buat apa lagi?" tanya Dermawan saat melihat Rissa membawa toples berisi kue


"Cookies keju mas,, coba deh mas,, ini baru mateng loh mas" jawab Rissa dengan penuh semangat


"Wahh sepertinya enak" jawab Dermawan lalu mencicipi cookies keju buatan istrinya


"Eemmm,, enak,,, itu cookies coklatnya juga enak, brownisnya juga enak, kue kacangnya juga enak, bolu nya juga enak,,, semua yang kamu masak itu enak enak,, mas sampe bingung mau habiskan yang mana dulu. Apa kamu mau buka toko kue?" tanya Dermawan kepada Rissa


Rissa tersenyum lebar, dia melihat di meja sana semua makanan yang di sebutkan Dermawan tersusun rapi. Benar juga katanya, dia saja bingung mana dulu yang mau di makan.


"Tapi Rissa suka yang ini mas,, rasanya gurih gurih manis" ucap Rissa sambil menunjukkan cookie kejunya


"Iyaa,, cookies ini enak, rasanya juga manis seperti kamu" ucap Dermawan

__ADS_1


Rissa langsung tersipu sipu,


"Iiihh bisa aja,, bilang aja mau minta jatah!" cetusnya


Dermawan terkekeh, Sejak Rissa di ketahui hamil beberapa minggu lalu , bumil itu sangat rajin membuat makanan, dan lebih rajin dari biasanya. Dia tidak meminta yang aneh aneh, tapi kadang tingkahnya sedikit aneh.


"Libur duluuu,, mas masih banyak kerjaan. Hari ini mas mau meninjau proyek" ucap Dermawan


"Rissa ikut mas" jawab Rissa Lalu duduk di pangkuan suaminya


"Tapi panas,, kamu di rumah aja yah,,," ucap Dermawan


Cup!


"Dirumah aja,," jawab Dermawan


Cup!


"Ikuuuttt mass" rengek Rissa setelah mengecup pipi suaminya lagi


Terkahir kali Rissa ikut, Ibu hamil itu mengambil skop tukang dan membantu tukang bangunan menyekopi pasir. Mungkin dia teringat dulu sering membantu ayahnya yang hanya kuli bangunan.


"Hem,, boleh tapi kamu gak boleh aneh aneh disana ya" ucap Dermawan dan Riss langsung mengangguk.


"Tapi bawa ini yahh" ucap Rissa dengan menunjuk toples cookies keju di depannya

__ADS_1


"Iya bawa saja" jawab Dermawan.


Setelah di perbolehkan, Rissa dan Dermawan bersiap siap untuk meninjau proyek pembangunan rumah sakit. Dermawan tidak akan bisa mengelola sendiri, maka dari itu dia meminta bantuan kepada pak Frans.


Berita tentang pembangunan rumah sakit baru itu sudah tersebar kemana mana, dan persiapan untuk penerimaan tenaga kerja pun juga terbuka sangat lebar. Namun, yang masih menjadi misteri adalah pemilik rumah sakit itu, belum di ketahui oleh banyak orang, karena pembangunannya tidak menggunakan pembiayaan Bank, dan tidak menarik investor dari manapun.


Berita itu juga sudah terdengar sampai ke telinga ibu Rita dan Utomo. Keduanya di buat pusing karena berita rumah sakit baru itu yang membutuhkan banyak pekerja kini menjadi topik perbincangan hangat di rumah sakitnya. Meski tidak secara langsung mereka mendengarnya, tapi mereka bisa tau juga, saat ada pegawai sedang bergosip dan mereka melintas tanpa sengaja.


Ada sedikit kecemasan, jika saja banyak para pegawai di rumah sakitnya Resign dan melamar kerja disana, dia pasti kelimpungan untuk mencari gantinya.


"Jadi ini bakal rumah sakit yang di bicarakan banyak orang itu? Cih! tidak sebanding dengan milik ku!"


.


.


.


.


.


.


Tak kasih double up pasti masih kurang😏

__ADS_1


__ADS_2