
Dermawan langsung membawa Rissa kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, Saat di mobil, Rissa sudah terlihat meringis dan perutnya terasa begitu kencang.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai. Jangan melahirkan di mobil" ucap Dermawan dengan mengusap tangan Rissa yang terus menggenggam tangannya dengan kuat
"Bayinya sudah mau keluar mas,, sakitt,," ucap Rissa
"Tahan yahhhh,,," ucap Dermawan
Begitu sampai di rumah sakit, Dermawan langsung meminta bantuan para suster, lalu Rissa segera di bawa ke ruang bersalin, dokter yang selama ini menangani dirinya ketika cek kandungan pun langsung mengambil alih untuk membantu Rissa lahiran
"Rissa,,mau di temenin mas awan,," rengeknya
"Iya sayang,, mas ada disini" ucap Dermawan kemudian mengambil posisi di samping Rissa dan menemaninya berjuang melahirkan anak mereka.
Dokter di bantu Suster langsung mempersiapkan diri dan memeriksa kondisi ibu dan bayinya
"Sudah bukaan 9, kepala bayinya sudah terlihat,,," ucap Dokter setelah memeriksa posisi bayi
"Mas,, katakan cinta padaku mas,, supaya aku kuatt mengeluarkan anak kita!" ucap nya sambil meringis kesakitan. Dermawan
menurut, di genggamnya tangan Rissa, dan di tatap nya dengan penuh cinta
"Mas mencintaimu Rissa, sangat mencintaimu,,"
"Mas sangattt mencintaimu,,," ucap Dermawan sambil mengusap keringat di dahi istrinya
"Mas,,, ciummm!" ucap Rissa sambil mengikuti instruksi dokter yang menyuruhnya untuk mendorong bayi itu keluar.
Demi apa, permintaan Rissa ada ada saja, Dermawan terlihat bingung, disaat genting seperti ini, masih saja terpikir hal seperti itu
"Iyaa nanti mas cium kalau sudah lahir yahh" Jawabnya
__ADS_1
"Gak mau mas,,, mau nya sekaranggg!" ucap Rissa
Tidak ingin berdebat, akhirnya Dermawan mengalah,
Cup!
Dermawan mengecup pipi Rissa dan ajaibnya, bayi itu langsung keluar begitu dengan sekali dorongan. Tangis bayi langsung pecah begitu juga tangis kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah sayang,,, anak kita sudah lahir,,," ucap Dermawan dengan rasa begitu haru bahagia. Barulah di kecup seluruh wajah Rissa tanpa celah dengan rasa cinta yang semakin bertambah.
Rissa yang masih dalam kondisi lemah hanya mampu mengangguk dan menangis melihat suster membawa bayinya untuk di bersihkan. Sungguh sulit mengungkapkan dengan kata kata, hanya air mata bahagia yang saat ini sudah membanjiri pelupuk mata.
"Selamat ya pak Awan,, dan ibu Rissa, Bayinya laki laki, sehat dengan berat 3,5kg, maasyaa Allah tampan sekali,, hidungnya mancung,," ucap dokter saat memberikan bayi tampan itu kepada Ibu Rissa agar mendapatkan ASI pertamanya
"Terima kasih dokter" jawab kedua orang tua baru itu
Rissa sangat terharu saat bayi mungil tampan itu mulai menghisap sumber kehidupannya dengan begitu cepat. Dan tak henti hentinya Dermawan dan Rissa menatapnya dengan rasa syukur tiada tara.
"Iya mas ya? jadi adil ya mas? kita berdua kan yang buatnya mas, jadi Allah kasih nya mirip kita berdua mas. Kalau mirip tetangga berarti bukan anak kita mas, tapi anak tetangga" jawab Rissa
Dokter dan suster terlihat senyum senyum, sedang Dermawan di buat menganga.
"Ibu Rissa ini lucu" ucap Dokter
"Dia memang seperti itu dok" sahut Dermawan
Dan terdengar gelegar tawa di ruang bersalin itu,
Setelah kondisi Rissa sudah stabil, Rissa dan bayinya di pindahkan ke ruang rawat inap. Saat sampai di ruangan yang sudah di siapkan untuk mereka, Rissa terkejut karena mendapat kejutan dari para dokter dan juga suster yang sudah mendekor kamar rawat inapnya untuk menyambut baby mereka.
"Selamat atas kelahiran putra pertamanya ya bu Rissa, Pak Awan" ucap mereka semua yang ada di ruangan itu
__ADS_1
"Terima kasih ya semuanya" jawab Rissa
Kemudian Rissa dipindahkan ke bed rumah sakit, sedang si Baby sedang di kerumuni oleh para dokter yang ingin melihat nya.
"Mas,, apa mas sudah memiliki nama untuk anak kita?" tanya Rissa
"Sudah sayang,, Mas sudah menyiapkan nama untuk anak kita" jawab Dermawan sambil mengusap tangan istrinya
"Siapa?" tanya Rissa
"Angga Dermawan" jawab Dermawan singkat saja.
Dia mengingat lagi terakhir pesan yang dia kira dari papanya padahal pesan itu di sampaikan ibu Rita menggunakan ponsel pak Adi. Dermawan tidak boleh lagi menggunakan nama belakang Adikarsa utama dulu di belakang namanya, dan sejak itu dia pun tidak menggunakan nama itu lagi.
"Nama yang bagus mas, sangat mudah mengingatnya, Rissa suka" ucap Rissa dengan tersenyum
Dermawan tersenyum juga saat Rissa menyukai nama itu.
.
.
.
.
.
.
Selamat lahirrr ke duniaaa baby Angga 😅
__ADS_1