Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Cinta Gak Bisa di Paksa


__ADS_3

Hari berikutnya,,,


Dermawan baru saja turun dari tangga dan hendak berangkat kuliah. Tidak ada sedikitpun niat pemuda itu untuk sarapan bersama meski dia melihat utomo sedang berjalan menuju ke meja makan. Dermawan langsung saja pergi tanpa berpamitan kepada papanya.


" Bik, panggil Awan sarapan" ucap pak Adi


"Den Awan sudah berangkat ke kampus tuan"


"Anak itu!"


"Dia sudah besar mas, kalau lapar pasti cari makan sendiri. Dia tidak menghargai aku yang sudah payah masak " ucap Ibu Rita


"Mama benar pa" sahut Utomo


"Hari ini kita jadi bertemu dengan Frans mas?"tanya Rita


"Jadi, jam 11 nanti dia akan datang ke rumah sakit" jawab pak Adi


Dermawan menuju ke kampus dengan menaiki mobil ibunya, karena nanti dia akan pergi bersama pak Frans setelah pertemuan pak Frans dengan papanya. Pemuda itu berangkat pagi karena ingin segera bertemu dengan Rissa. Dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan gadis itu, dan Dermawan sangat butuh penjelasan kenapa Rissa berubah sikapnya kemarin.


Sementara itu, Rissa sedang berjualan bubur di kampus seperti biasa. Meski suasana hatinya sedang buruk tapi gadis itu tetap mencari rejeki, karena dia harus mengumpulkan uang untuk bayar kontrakan dan juga kebutuhannya sendiri, tidak mungkin dia akan meminta pada orang lain terlebih lagi pada kekasihnya.


Bubur tinggal 3 porsi lagi, Rissa kembali menjajakan jualannya ke teman mahasiswanya


"Gadis Kampung!"


Langkah Rissa terhenti sebentar saat mendengar suara Nella. Sudah bisa dia tebak, pasti gadis itu akan mencari masalah dengan dirinya. Malas meladeni anak pemilik kampus, Rissa berniat pergi saja namun tangannya di cekal oleh Nella


"Mau kabur kamu?!" ucap Nella


"Lepasin!" Rissa menyentak tangannya agar Nella melepaskan tangannya, tapi Nella tidak mau melepaskan cengkeramannya.


"Aku peringatkan kamu! jauhi Awan! jangan pernah deket deket lagi sama dia! ngerti!" ucap Nella dengan penuh ketegasan


"Memangnya kenapa? terserah aku, mau deket sama siapa! dan itu bukan urusan kamu!" jawab Rissa tanpa rasa takut

__ADS_1


"Aku menyukai Awan! dan dia jadi milikku!" jawab Nella


Rissa tersenyum sinis, lalu gadis itu menarik tangannya dengan kasar


"Memangnya Awan suka sama kamu? yakin dia mau sama kamu?!" ucap Rissa dengan tersenyum mengejek


Nella terlihat begitu kesal, dia tidak terima karena Rissa terlihat meremehkannya.


"Pokoknya kamu jauhi Awan! atau aku akan minta papa ku untuk mengeluarkan kamu dari kampus!" ucap Nella dengan mendorong bahu Rissa


"Ck! bisa nya ngancem! harusnya kalau suka, ya berani bersaing secara sehat! bukan bisanya menggunakan kekuatan orang tua! inget ya Nel, cinta itu gak bisa di paksa! apalagi di beli!" ucap Rissa menatap Nella dengan tajam


"Oke! kita buktikan, siapa yang bisa mendapatkan Awan! kalau aku bisa mendapatkan dia, maka kamu harus keluar dari kampus ini!" ucap Nella kemudian pergi meninggalkan Rissa


Rissa mematung,


Dermawan baru saja sampai di kampus, lalu pemuda itu mencari keberadaan Rissa. Dermawan ke kelas Rissa, tapi gadis itu tidak ada disana. Dia bertanya pada teman teman Rissa tapi tidak ada yang melihat gadis itu. Kemudian Dermawan berkeliling mencari keberadaan Rissa


Rissa yang baru masuk ke kelas setelah berjualan, langsung di beritahu temannya jika Dermawan mencarinya.


"Kenapa mas Awan mencari ku?" Rissa membatin.


Beberapa jam kemudian, Dermawan baru keluar dari kelas, pemuda itu berniat untuk ke kelas Rissa dan menemui gadis itu


"Awan"


Dermawan menghentikan langkah saat Nella memanggilnya, gadis itu berlarian kecil menghampiri Dermawan


"Ada apa?!" tanya bertanya dengan wajah datar


"Mau makan siang bareng gak?" tanya Nella


"Enggak, aku ada urusan!" jawab Dermawan


"Oohh gitu,,, kalau nanti malam? mau gak kalau,,,," ucapan Nella menggantung

__ADS_1


"Maaf aku sibuk" ucap Dermawan lalu pergi


Nella sangat kesal, jika bukan karena papanya yang meminta, dia tidak akan sudi untuk mendekati pemuda dingin itu.


Sampai di kelas Rissa, Dermawan masih tidak menemukan kekasihnya


"Kalian tau Rissa dimana?"tanya Dermawan kepada teman kelas Rissa


"Dia tadi bilang mau pulang, perutnya sakit"


"Oke, terima kasih" jawab Dermawan


Tidak ingin membuang waktu, Dermawan langsung menuju ke parkiran dan segera menuju ke rumah Ibu nya.


Rissa yang baru keluar dari kamar mandi mendengar suara mobil berhenti di depan rumah seperti semalam. Lalu gadis itu menuju ke jendela dan ingin melihat siapa yang parkir di depan rumah itu


"Mobil siapa itu?"


Rissa kaget saat mendengar pintu rumah di ketuk dan terdengar suara Awan memanggil namanya.


"Mas Awan? kenapa dia kemari?"


Kemudian Rissa berjalan keluar dari kamar dan akan membuka pintu rumah.


Ceklek


Pintu terbuka, Rissa dan Awan saling bertatapan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Ciaaaaaa di gantung kek jemuran 😅


__ADS_2