
Hari yang di nanti telah tiba,,,
Setelah proses penerimaan pegawai rumah sakit sudah selesai dan juga alat alat medis di rumah sakit semua sudah lengkap , hari ini Dermawan akan meresmikan rumah sakit barunya di temani oleh istrinya dan juga kerabat dekat, termasuk keluarga istrinya . Selain itu, Dermawan juga mengundang, semua para Investor, para petinggi di kota itu untuk turut hadir didalam acara itu juga.
Semua orang sudah berkumpul di depan rumah sakit, karena tidak ada yang di tunggu lagi, kemudian Dermawan menggunting pita sebagai tanda rumah sakit TRI MEDIKA resmi di buka dan riuh tepuk tangan terdengar begitu jelas saat itu.
Semua orang mengucapkan selamat, kemudian Dermawan mengajak semuanya untuk melihat lihat setiap sudut rumah sakit baru itu. Sedang para pegawai langsung menempati posisi mereka masing masing.
Rissa merasa bangga, dia benar benar merasa tidak salah menjatuhkan hatinya kepada Dermawan, sosok yang selalu dia kagumi sampai saat ini. Diusianya yang masih terbilang sangat muda, bahkan lulus kuliah saja belum, tapi dia sudah menjadi pimpinan rumah sakit. Dari gestur tubuhnya juga tidak bisa berbohong, Dermawan yang terlihat tenang, berwibawa dan sangat kharismatik, sangat cocok untuk dijadikan seorang pemimpin. Dia pun tidak terlihat canggung saat berhadapan dengan orang orang penting di kota itu.
"Sangat berwibawa!" pujinya saat melihat Dermawan sedang berbicara dengan pak walikota berserta jajarannya.
Setelah serangkaian acara peresmian rumah sakit selesai, Dermawan mengajak Rissa untuk beristirahat di ruangan kerjanya.
"Jadi ini ruangan kerja mas Awan?" tanya Rissa melihat ke setiap sudut ruangan itu
"Iya,, ini ruangan kerja mas sekarang,,," jawab Dermawan
Sreeekk
Dermawan menggeser dinding dan ternyata itu bukan dinding biasa, ada pintu geser dan didalamnya terdapat ruangan khusus
"Ruangan apa itu mas?" tanya Rissa
__ADS_1
"Masuk lah, ini privat room, bisa di gunakan untuk beristirahat jika lelah" jawab Dermawan
Rissa masuk dan melihat di ruangan itu ada ranjang, lemari, bahkan ada kamar mandinya. Memang tidak terlalu besar seperti di rumah Dermawan, tapi sangat cukup untuk melepas lelah sejenak.
"Kalau mau istirahat, istirahatlah, mas masih ada sedikit pekerjaan" ucap Dermawan
"Iya, Rissa rebahan dulu ya,," jawab Rissa
Kemudian Dermawan meninggalkan Rissa agar beristirahat, sedangkan dia akan mengerjakan pekerjaan rumah sakit.
Berita peresmian rumah sakit itu pun sudah terdengar di telinga Ibu Rita dan Utomo. Ibu Rita saat ini sedang di landa kebingungan karena kinerja rumah sakit semakin hari semakin menurun.
Terlalu banyak pegawai yang keluar sedangkan dia belum bisa mendapatkan penggantinya dengan cepat. Padahal sudah membuat pengumuman lowongan pekerjaan di berbagai media, namun hasilnya tidak sesuai yang dia harapkan.
"Jika begini terus, lama lama rumah sakit ini akan tutup!" ucap Ibu Rita
"Mama sudah berusaha! kamu jangan cuma marahi mama! bantu mikir!" sarkas ibu Rita
"Bulan ini saja, pendapatan rumah sakit tidak ada! minus karena orang orang yang berobat juga sedikit, sedang pengeluaran rumah sakit jalan terus!" ucap Ibu Rita
"Kita cari investor baru ma" ucap utomo
"Kamu pikir mudah mencari investor baru, sedang kondisi kita seperti ini?" tanya Ibu Rita
__ADS_1
"Jalan satu satu nya adalah menghancurkan para pesaing rumah sakit kita! jadi kita pun bisa kembali berjaya!" ucap Ibu Rita
"Caranya?" tanya Utomo
Ibu Rita menyeringai saat mendapatkan ide untuk menjatuhkan rumah sakit saingannya. Termasuk Rumah sakit Tri Medika yang baru di resmikan.
"Kita pasang tarif pengobatan yang paling murah, dengan begitu mama yakin orang orang akan berbondong bondong untuk berobat ke rumah sakit ini!" ucap Ibu Rita
"Tapi ma, bukan kah dengan begitu kita jadi banyak kerugian?" tanya Utomo
"Tidak masalah kita rugi dulu, setelah banyak rumah sakit lain tumbang, baru kita naikkan tarif pengobatan! dengan begitu semua kerugian kita, akan bisa kembali !" jawab Ibu Rita
"Ya,, sepertinya ide mama sangat cemerlang!" ucap utomo membenarkan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mudah2an langsung bangkrut sekalianš¤£