
Dermawan dan Rissa berbalik menatap Ibu Rita yang tersenyum penuh kemenangan.
"Jadi selama ini kamu hanya memperalat papa ku?!" ucap Dermawan dengan penekanan
"Dia saja yang bdoh!" ucap Ibu Rita tersenyum mengejek.
Dermawan ingin menghajar Ibu Rita, namun di tahan oleh Rissa
"Tahan mas! meladeni orang tidak waras seperti dia hanya buang buang waktu!Lebih baik kita pergi" ucap Rissa kepada suaminya
Dermawan menurut, lalu ikut Rissa keluar dari ruangan itu.
"Pergi sana! pergi! Hahahahahaah!" ibu Rita tertawa penuh kemenangan karena melihat putra Wina tidak bisa berbuat apa apa, dan rumah sakit itu kini sudah menjadi miliknya.
..
Rissa terus menenangkan suaminya agar tidak terpancing emosi dan melakukan tindakan kriminal.
"Jangan membalasnya dengan kekerasan mas, itu tidak akan membuahkan hasil yang baik. Masih banyak cara untuk membalas orang seperti itu, jika kita tidak bisa membalasnya, tenang saja, Allah melihat semuanya" ucap Rissa kepada Awan
Dermawan mengangguk, lalu menggandeng Rissa menuju ruang IGD. Sampai di sana mereka menunggu sebentar, tak lama kemudian Dokter keluar dari ruang IGD
"Dokter, apa papa saya sudah siuman?" tanya Dermawan
"Sudah, baru saja dia melewati masa kritisnya, dan dia ingin bertemu dengan kalian" ucap Dokter
"Baik dok" jawab Dermawan
Kemudian Dokter mengajak Awan dan Rissa masuk kedalam ruang IGD untuk menemui pak Adi.
__ADS_1
"Papa" ucap Awan saat melihat papanya terbaring lemah dengan banyaknya alamat medis menempel di tubuhnya.
Perlahan pak Adi membuka mata, dan dilihat Dermawan sudah ada disana bersama istrinya.
"Awaan,,,"
Pak Adi memanggil Dermawan dengan berusaha menggerakkan tangannya ke atas, dia ingin memegang tangan putranya itu.
Kemudian Dermawan duduk dan menyambut tangan papanya
"Maafkan,, papa ya Wan,,"
"Maaf, karena selama ini,, papa sudah,, jahat,, padamu dan Ibu mu,,, papa sangat menyesal,, karena sudah menyia nyiakan kalian selama ini,, mata papa seperti tertutup rapat tidak bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Papa sangat menyesal,," ucap pak Adi dengan berlinangan air mata
Dermawan bergeming, dan hanya mendengar papanya berbicara
"Maaf, karena papa tidak bisa menjaga rumah sakit ini ,,, dengan baik. Sekarang,, rumah sakit ini di ambl alih oleh Rita,," ucap pak Adi
"Saat menandatangani berkas pernikahan, ternyata disana terselip berkas pengalihan kepemilikan rumah sakit ini kepadanya. Pikiran papa terpecah saat akan dilaksanakan acara itu karena papa teringat kamu, papa kepikiran kamu jadi papa tidak membacanya dengan teliti dan langsung menandatanganinya." jawab pak Adi
"Papa baru tau, selama ini papa hanya di peralat Rita untuk mendapatkan rumah sakit ini. Dan, utomo itu bukan anak kandung papa, selama ini Rita membohongi papa.. " ucap pak Adi lagi
"Wan,, papa,, minta maaf,,," dadaa pak Adi terasa semakin sesak, karena terlalu banyak berbicara saat kondisinya baru saja melewati mas kritis.
Tangan Dermawan di genggam oleh pak Adi, mata pria paruh baya itu juga sudah sembab, dia sadar penyesalannya tidak akan merubah apapun, tapi dia ingin meminta maaf kepada putranya untuk terakhir kali.
"Ma,,af,, kan,, papa,, ya nak,," ucap pak Adi dengan menahan sesak yang teramat menyakitkan.
Perasaan Dermawan campur aduk, dia bahkan seperti tidak sanggup untuk memberi maaf kepada papanya yang sudah akan menemui ajalnya. Perlahan Rissa menyentuh bahu Dermawan, dan mengusapnya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Maafkan papa mu mas,, ikhlaskan semua" ucap Rissa
"Awan sudah memaafkan papa" ucap Dermawan bersamaan dengan genggaman tangan pak Adi yang terlepas dan matanya tak berkedip lagi.
Rissa langsung memeriksa denyut nadi papa mertuanya dan itu denyutnya tak ada lagi.
"Inalillahi wa Innailaihi Roji'un" ucap Dermawan dengan mengusapkan telapak tangan kanannya ke wajah papanya dan seketika mata pak Adi tertutup rapat. Dermawan tidak menangis tapi hatinya sangat sedih.
Berita meninggalnya Pak Adikarsa sudah terdengar kemana mana. Pemakamannya pun langsung di urus Dermawan sebagai seorang anak, meski bagaimanapun kelauan pak Adi, dia sudah ikhlas memberikan maaf.
Kabar duka itu tidak berlaku bagi Ibu Rita dan Utomo yang saat ini sedang merayakan kemenangan mereka . Keduanya terlihat sedang berpesta dirumah ibu Rita.
"Si tua bangka itu akhirnya menyusul wanita itu juga! sekarang kita bebassss dan kita kaya rayaaaa! hhahahah" ucap Ibu Rita
"Mama benar, dengan begini, kelak aku akan menjadi Direktur rumah sakit! hahahah" ucap Utomo
"Tentu sayang,, nanti setelah kamu lulus kuliah, kamu akan naik ke tahta Direktur utama rumah sakit! sekarang mama dulu yang merasakan yahhhh! hahahaha" ucap Ibu Rita
Kedua nya sangat bahagia diatas penderitaan orang lain.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Enaknya di bales apa yaa itu nenek lampir sama gerandong?!