Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Hanya Mimpi


__ADS_3

Rissa terkaget dan terbangun saat merasa tangannya di genggam. Gadis itu yang tidur sambil duduk lalu membuka mata dan melihat Dermawan sudah duduk dengan menatapnya


"Mas,," ucap Rissa


"Kenapa tidur di situ?" tanya Dermawan lalu menarik tangan Rissa dan membuat gadis itu berpindah duduk di sofa


"Panas mas sudah turun?" tanya Rissa lalu memeriksa kening Dermawan


"Alhamdulillah Sudah turun" ucap Rissa setelah memeriksa kening Dermawan tidak sepanas tadi malam


Rissa kaget saat Dermawan menggenggam tangannya tiba tiba


"Terima kasih sudah merawat ku" ucap Dermawan kemudian Rissa mengangguk dengan terus menatap pemuda itu.


"Iya mas,," jawab Rissa


Keduanya saling menatap, tangan Dermawan pun tergerak menyentuh pipi Rissa dan mengusapnya perlahan. Jantung Rissa berdetak tak karuan, saat merasa bibirnya di kecup pelan.


Cup!


Merinding hingga hatinya bergetar.


Sudah seperti patung, Rissa hanya diam dan tidak melakukan apa apa. Tapi setelahnya tangan Rissa mencengkram kuat kaos Dermawan, saat bibirnya di sesap bergantian, terasa sangat lembut dan hangat,,,,


"Ibu,,,Ibu,,,"


Rissa terkaget, gadis itu terbangun saat mendengar Dermawan memanggil manggil ibunya.


"Astagfirullah! aku mimpi apa tadi?? ya ampunn aku mesuum sekali!" ucap Rissa menutup mulutnya saat tersadar, ternyata tadi hanyalah mimpi,


Lalu cepat cepat Rissa melepas kain kompress di kening Dermawan, Rissa memeriksa kondisi Dermawan sudah tidak sepanas tadi.


"Mas,, mas,," Rissa mencoba membangunkan Dermawan dan tak lama pemuda itu membuka matanya


"Rissa,,"

__ADS_1


"Alhamdulillah mas sudah sadar,," ucap Rissa


Dermawan melihat ke sekeliling, ternyata dia sudah ada di rumah ibunya


"Tadi mas pingsan, jadi aku bawa ke dalam" ucap Rissa lalu duduk di sebelah Dermawan


Dermawan membenarkan duduknya, melihat dirinya memakai pakaian berwarna ungu muda dan sarung bunga bunga. Terlihat aneh, tapi dia yakin itu semua Rissa yang melakukan


"Mas kenapa hujan hujan datang kesini? bukannya tadi sudah pulang?" tanya Rissa


Dermawan langsung menatap Rissa,


"Mas memang sudah pulang, sampai di rumah mas berantem sama papa. Sampai akhirnya aku memilih pergi dari rumah" jawab Dermawan


"Ada masalah apa mas?" tanya Rissa


"Papa akan menikah lagi, padahal makam ibu belum kering Ris, dan parahnya papa sudah berkhianat kepada Ibu" jawab Dermawan


Rissa sangat terkejut, dia tidak menyangka jika hidup keluarga Dermawan seperti itu. Pantas saja, beberapa kali Rissa datang ke rumah sakit, dia tidak melihat papanya Dermawan.


"Aku yakin, mas bisa melewati semuanya,,," ucap Rissa


"Terima kasih sudah merawat ku" ucap Dermawan dengan menatap Rissa begitu dalam.


Rissa mengangguk, rasanya dia tenggelam ke dasar lautan gelap yang saat ini sedang dia selami.


Tangan Awan tergerak menyentuh wajah Rissa yang cantik, sedang jantung Rissa berpacu dengan begit cepat.


Apa mimpiku akan jadi kenyataan? apa mas awan akan mencium ku seperti di mimpi tadi? Apa benar begitu? Apa rasanya akan sama? Aduhhh jantung ku sudah mau melompat ini,,! . Rissa membatin


Bagaimana tidak deg deg an, wajah Dermawan sudah semakin mendekat, Rissa bingung, nanti harus bagaimana? Sedang ini adalah pengalaman pertamanya.


Aaaaaaaaa!


Gadis itu hanya bisa menjerit di dalam hati

__ADS_1


"Apa mas akan mencium ku?"tanya Rissa karena Dermawan tak kunjung menciumnya, padahal dia sudah sangat penasaran dengan rasanya


Dermawan tersenyum lalu menggeleng,


"Tidak,,,," jawab Dermawan


"Kenapa mas? aku gak ileran loh" jawab Rissa


Senyum Dermawan semakin mengembang, lalu pipi Rissa di cubit dengan gemasnya.


"Maaassss! sakitttt!" rengeknya karena malah mendapat cubitan bukan ciuman


"kata ibu, gak boleh sembarangan cium anak gadis orang. katanya Sekali udah coba, pasti ketagihan dan gak bisa berhenti" ucap Dermawan lalu mengusap pipi Rissa yang sempat dia cubit


"Apa iya begitu? " tanya Rissa


"Iya mungkin begitu, mas juga tidak tau" jawab Dermawan


"Mas,, belum pernah?" tanya Rissa


"Belum, kamu,,?" tanya Dermawan


Rissa menggeleng, lalu membuang ke samping dengan wajah memerah.


"Rissa,, kamu mau gak jadi kekasihku?"


Deg!


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mau masss, aku mau😑


__ADS_2